Menikahi Seorang Putra Raja

Menikahi Seorang Putra Raja
episode 71 Jebakan


__ADS_3

Rey dan Yeon berdiri bersama disebuah padang pasir gersang ditengah hamparan gurun yang entah berapa ratus hektar luasnya. Dua lelaki tangguh itu menatap lurus padang pasir tersebut seolah keduanya siap untuk berperang dan menghadapi makhluk besar berwujud ular terbang yang diyakini sebagai naga.


Makhluk mitologi itu benar-benar menguras habis kesabaran dua putra dari Leo dan Refald ini. Mereka berdua tidak terima dengan hilangnya keluarga mereka akibat ulah dari sang naga tersebut. Bagaimanapun caranya, dua pria hebat ini akan berupaya menyelamatkan keluarganya dan membasmi naga itu agar tak lagi berani mengganggu ketenangannya.


Tidak ada kata-kata yang keluar dari mulut Yeon ataupun Rey. Mereka hanya berdiri dalam diam seolah menunggu waktu yang tepat. Untuk beberapa saat, suasana menjadi hening dan hanya terdengar desusan angin mengitari tubuh Rey dan Yeon.


“Kau yakin kau akan melakukan ini, Yeon?” tanya Rey memeceah keheningan tapi matanya tetap menatap lurus kedepan.


“Tentu saja, si ular bersayap itu sudah berani menculik orangtua dan saudaraku. Mana mungkin aku hanya berdiri diam tanpa melakukan sesuatu. Jika nanti kau berhasil mengalahkannya, sisakan bagianku untuk mencincang tubuh naga itu jadi butiran debu!” ujar Yeon menggebu-gebu.


Kata-kata Yeon yang sok kuat itu sukses membuat Rey tersenyum sinis. Yeon selalu terus semangat dalam menghadapi apapun walau ia tahu, ia tidak mugkin bisa mengalahkan naga itu karena dirinya hanyalah manusia biasa. Namun, semangat Yeon cukup membuat Rey jadi tidak ingin kalah dari makhluk yang telah berani membuat keluarganya menghilang dari kehidupannya.


Rey beruntung ada Yeon disisinya. Ia akui, ide adiknya ini memang gila, tapi cukup masuk akal juga. Kini, Rey tahu alasan kenapa ayahnya, Refald begitu menyayangi Yeon melebihi dirinya. Adik sepupunya itu memang beda dari yang lainnya. Dan Rey sendiri juga bangga memiliki Yeon sebagai saudaranya.


“Baiklah, karena kau sudah menularkan aura semangatmu padaku, maka aku janji akan kuberikan bagian akhirnya padamu begitu aku mengalahkan naga itu.” Rey menepuk kedua kepalan tangannya sendiri dengan penuh percaya diri. Semangat api Yeon benar-benar membuat Rey jadi lebih percaya diri pada kemampuan dan kekuatannya.


“Huh, tunjukkan padaku kalau kau memang layak jadi kakakku. Aku pergi dulu!” Yeon menepuk pelan bahu Rey.

__ADS_1


“Semoga berhasil Yeon, dan berhati-hatilah. Aku akan melindungimu dari sini.” Rey menatap tajam punggung adiknya. Sedangkan Yeon menjawabnya hanya dengan lambaian tangan kanannya tanpa menoleh lagi pada Rey.


Perlahan, Yeon masuk ke dalam mobil yang tadi ia kendarai bersama Rey. Ia menyalakan mesin dan melajukan mobil tersebut dalam kecepatan sedang sambil terus bersikap rileks tapi tetap waspada dengan keadaan disekelilingnya.


Sudah setengah jam lamanya Yeon berkendara, tapi tak juga muncul tanda-tanda sang naga akan datang. Yeon mulai resah dan khawatir kalau rencananya ini bakal gagal. Namun, ternyata dugaannya salah besar. Dari kejauhan, Yeon bisa melihat gumpalan awan hitam besar yang semakin lama, semakin mendekat kearahnya.


Awalnya Yeon mengira kalau itu adalah wujud naga, tapi ternyata bukan. Gumpalan awan hitam itu, adalah badai topan sama seperti yang menyerangnya saat Leo dan keluarganya berada dipinggir jalan dimana Yeon baru saja sadar dari pingsannya.


“Gawat, kenapa malah si topan itu yang datang!” gumam Yeon mulai kesal, ia merasa kalau rencananya ini gagal total. “Sial!” Yeon memukul-mukul dasbor mobilnya. Tidak mungkin baginya untuk bisa melarikan diri dari angin dahsyat itu. “Dimana naga itu bersembunyi, sekarang? Kenapa ia tidak muncul juga? Apa ini juga taktiknya?” tanya Yeon pada dirinya sendiri. Sepertinya, Yeon tidak sadar kalau bahaya besar juga sedang mengintai dirinya.


Yeon menghentikan laju mobilnya dan duduk diatas cap mobil tersebut. Ia sama sekali tidak takut dengan badai topan itu karena Rey pasti akan datang menghalaunya. Dan benar saja, Rey muncul tepat waktu saat badai itu hendak menyapu bersih Yeon dan mobilnya.


Dengan kekuatan yang Rey punya, ia menghalau angin besar itu untuk kedua kalinya. Dan dalam sekejap, angin tersebut hilang tak berbekas. Rey kembali berhasil menyelamatkan Yeon dari hantaman badai besar tersebut. Sayangnya, pangeran itu sama sekali tidak menyadari kalau angin tadi, hanyalah jebakan semata.


Peperangan sebenarnya baru saja dimulai. Tiba-tiba dari belakang punggung Yeon, muncullah sosok makhluk besar yang sudah Rey nanti-nantikan sejak tadi. Makhluk tersebut bergerak pelan tanpa suara dan mengatakan sesuatu pada Yeon sehingga tubuh pria itu langsung terbujur kaku karena telah menyadari sesuatu.


“Kau kalah!” terdengar suara keras menggelegar dan suara itu berasal dari suara naga yang bergerak bebas di belakang punggung Rey setelah ia berhasil melahap Yeon ke dalam mulut besarnya, seperti yang makhluk itu lakukan pada Leo dan seluruh keluarganya.

__ADS_1


“Apa?” mata Rey langsung menajam dan muncul bola api kemarahan yang amat besar melihat sang naga terbang tinggi sambil membawa Yeon pergi begitu saja.


Tentu saja Rey tidak bisa tinggal diam melihat adik kesayangannya berhasil dibawa pergi makhluk ular bersayap itu. Ia mencoba mengontrol emosinya supaya bisa kembali berpikir jernih dan mencoba mengikuti kemana arah naga itu pergi.


“Yeeooon!” teriak Rey menggelegar. Putra Refald itu melesat bagai angin mengikuti pergerakan naga yang bergerak tak kalah cepat pula dihadapannya. “Aku tidak akan pernah melepaskanmu lagi kali ini! Kembalikan seluruh keluaragaku sekarang juga! Mau kau apakan mereka? Siapa kau? Kenapa kau lakukan ini pada seluruh keluargaku!” teriak Rey menggelegar dari belakang naga tersebut.


“Hahahahaha ... jika kau ingin tahu, ikutlah denganku!” ujar sang naga itu dengan suara yang mengerikan. “Itupun kalau kau bisa mengejarku!” setelah berkata seperti itu, sang naga, si makhluk legenda, semakin menambah kecepatan terbangnya.


Tak hanya wujudnya yang membuat Rey takjub tak percaya, tapi ternyata naga itu juga bisa bicara layaknya manusia. Pasti ada yang aneh disini, tapi Rey tidak tahu apa itu. Yang jelas, semua ini pasti berhubungan dengan Refald selaku raja dari dunia lain.


Rey sangat terkejut melihat naga itu melesat dengan sangat cepat, ia pun juga tidak mau kalah. Cukup sudah Rey menahan amarah tentang hilangnya orang-orang yang dicintai dan disayanginya. Bagaimanapun juga, putra Refald itu tidak akan pernah membiarkan makhuk mitos itu lolos dari kejarannya. Secara ajaib, Reypun bisa melesat kencang melebihi kecepatan kilatan cahaya dan berhasil menysul laju naga hitam yang kini sudah memasuki sebuah goa berukuran raksasa, dan tentunya tidak akan pernah ada di dunia nyata.


Tidak ada yang tahu ada dimana persisnya tempat ini. Apakah tempat ini merupakan dunia lain atau bukan, Rey sungguh tidak tahu. Yang jelas, lokasi ini bukanlah lokasi tempat tinggal manusia biasa.


"Apa ini?" tanya Rey setelah ia tiba ditempat persembunyian naga.


BERSAMBUNG

__ADS_1


****


__ADS_2