
Sebuah pertanyaan yang mudah, tetapi juga tak biasa, diajukan Fey untuk suaminya. Tentunya pertanyaan semacam ini hanya diketahui oleh Refald dan Fey saja. Inilah cara yang digunakan istri Refald dan juga yang lainnya untuk mengenali siapakah suami mereka yang asli. Fey memang meminta semua wanita untuk mengajukan pertanyaan yang hanya diketahui oleh mereka dan pasangan mereka masing-masing. Dengan begitu, para wanita yang ada di sini pasti tahu siapakah suami mereka sebenarnya.
Pertanyaan yang diminta Fey bertujuan sebagai pancingan belaka, sebab bisa saja kloningan suami-suami mereka ini mengetahui jawabannya meski hanya dengan cara menebak. Yang paling utama dalam situasi seperti ini adalah seberapa kuat cinta kedua insan yang sudah lama hidup bersama bisa membedakan manakah pasangan mereka yang sesungguhnya. Itulah alasan kenapa Refald menyebut situasi ini dengan sebutan ‘ujian cinta’.
“Huh, itu mudah sekali Honey. Yang paling kau rindukan dariku saat kita tidak bertemu … adalah ciuman mautku dan pastinya … pelukan hangat dariku!” jawab Refald penuh percaya diri. Ia memamerkan senyuman manisnya yang menawan.
Sedangkan Refald yang satunya, tak langsung menjawab seolah sedang berpikir panjang. Namun, dengan senyum mengembang, iapun berkata, “Honey, kata ‘Honey’ lah yang paling kau rindukan dariku saat kita tak bertemu.” Refald menatap tajam mata indah Fey yang langsung tersenyum simpul karena ia sudah tahu, manakah suami aslinya.
Tanpa pikir panjang, Fey langsung menghempaskan Refald yang menjawab pertama tadi hingga tubuh pria itu terlempar jauh kebelakang. Refald palsu yang tak lain adalah monster bertopeng mengerang kesakitan sambil memegangi dadanya. Fey bergerak cepat seperti Refald dan langsung menghancurkan monster itu dengan satu pukulan kuat hingga sosok monster tersebut berubah menjadi abu dan beterbangan tertiup angin seperti yang dilakukan Rhea diruangan lain.
“Rasakan! Itu pembalasan dariku karena telah berani menyamar sebagai suamiku!” Fey mengibas-ngibaskan kedua tangannya dan baru sadar kalau kekuatannya meningkat pesat lebih dari sebelumnya.
Goretan senyum terpancar di wajah Fey. Ia pun sangat mengerti apa alasan meningkatnya kekuatan Fey secara drastic ini. Setiap kali Fey mengandung buah hatinya dengan Refald, Fey pasti memiliki kekuatan yang hampir sama seperti yang dimiliki suaminya. Itulah kenapa tadi hanya dengan sekali pukul, Fey bisa menghancur leburkan monster itu.
Menyaksikan betapa keren istrinya kali ini, Refald bergerak cepat bagai angin dan langsung memeluk tubuh Fey dengan erat. Sebuah ciuman manis langsung mendarat di bibir ranum wanita cantik yang kini sudah menjadi ratunya. Tak hanya menjadi ratu disinggasananya, tetapi juga ratu dihati dan dalam kehidupan seorang Refald.
“Kau luar biasa keren, Ratuku. Aku bangga padamu. Kau adalah istriku yang sangat aku cintai baik dalam kehidupan ini, ataupun kehidupan selanjutnya. I love you, Honey.” Sekali lagi Refald memberikan hadiah kecupan mesra yang membuat iri setiap pasang mata yang memandang.
__ADS_1
“Aku juga mencintaimu, Refald. Walaupun ada 1000 Refald sepertimu, aku hanya bisa mencintaimu dan aku pasti langsung mengenalimu dengan mudah. Karena cintaku padamu begitu kuat dan takkan mudah digoyahkan.”
“Ehm, aku tahu … sekarang tugas kita adalah menunggu yang lainnya. Begitu para wanita yang ada di sini mengenali suaminya, kau dan aku harus segera memusnahkan mereka. Kau mengerti, Honey?”
“Aku mengerti, aku bisa merasakan kekuatanmu di dalam tubuhku. Ini sangat luar biasa, Suamiku. Aku bahkan tak mengalami mual sedikitpun seperti yang kurasakan saat hamil Rey dulu.”
“Itu bagus … putra kedua kita ini jauh lebih luar biasa dari aku dan kau. Putraku … akan menjadi raja yang tangguh dan juga kuat melebihi kekuatanku.” Refald mengelus pelan perut rata istrinya dengan hati riang gembira. “Dan satu lagi yang harus kau tahu, Honey. Kita akan segera memiliki cucu yang bakal menggantikan posisi kakek buyutnya.”
“Benarkah?” mata Fey mulai berbinar-binar antara haru dan juga senang.
“Ehm, kapan aku pernah berbohong? Apa yang aku katakan ini pasti benar. Kita berdua hanya tinggal menunggu momen menakjubkan itu.” Refald meraih tubuh Fey yang hampir mau menangis ke dalam pelukannya. “Jangan menangis sekarang Honey. Perangnya masih belum selesai. Atau … kau ingin kita kabur saja dari sini dan menghabiskan momen romantis kita berdua?” goda Refald.
“Ah, kau benar. Hampir saja aku lupa.” Refald melepas pelukannya dan mulai memejamkan mata.
Selagi Refald berkosentrasi mencari hawa keberadaan dalang dibalik semua peristiwa ini, sebagian besar para wanita juga sudah bisa mengenali manakah suami mereka yang asli. Fey langsung menyerang para suami-suami palsu itu dan membuatnya hancur lebur berkeping-keping tertiup angin.
Begitupula yang terjadi pada Shena. Hingga detik ini, ia menatap tajam Leo dan kembarannya sembari mulai melontarkan sebuah pertanyaan dimana hanya Leo dan dirinya saja yang mengetahuinya.
__ADS_1
“Apa yang paling kau inginkan dariku begitu peperangan ini selesai?” tanya Shena pada Leo.
“Sayang … sudah pasti aku ingin menghabiskan waktuku bersamamu, hanya berdua di dalam kamar saja, dan kita … bergumul mesra di atas ranjang. Itu kan yang sering kita lakukan?” ujar Leo sambil mengedipkan satu matanya. Kilatan mata elangnya tak henti-hentinya menatap mata indah Shena.
“Berengsek! Kurang ajar sekali kau, ha? Berani berkata seperti itu pada istriku tepat di depan mataku?” teriak Leo satunya karena tidak terima ada yang genit dan berani menggoda Shena.
“Jangan cari alasan kau! Bilang saja kalau kau tidak bisa menjawab pertanyaannya karena kau bukan suaminya. Iya, kan?” tantang Leo yang lainnya.
“Huh, kesabaranku sudah habis! Akan aku habisi kau sekarang juga!” Leo satunya hendak melayangkan tinjunya tapi dihalangi oleh Shena.
“Hetikan!” teriak Shena dengan lantang. “Jawab saja pertanyaanku! Baru aku tahu siapakah suamiku yang asli!”
Duo Leo langsung terdiam dan Shena menatap mereka secara bergantian. Sebenarnya, jawaban Leo yang pertama sudah mulai mendekati sempurna, hanya saja masih ada yang kurang dan Shena tidak sabar ingin sekali mendengar jawaban Leo kedua. Dan Shena yakin Leo ekdualah suaminya. Sebab, seorang Leo takkan pernah terima bila ada yang mencoba merayunya tak peduli siapapun itu. Biar bagaimanapun juga, Shena msih penasaran dengan jawaban Leo kedua.
“Yang ingin aku lakukan denganmu begitu perang ini selesai, tentu saja main bulan tertusuk ilalang, Sayang. Kali ini, aku mau kita main sebanyak-banyaknya karena etalibunku sudah minta segera disalurkan. Tentu saja setelah aku menghabisi keparat ini!” Leo kedua ini langsung memukul wajah Leo yang pertama tanpa ampun, tak peduli pada reaksi Shena setelah mendengar jawabannya.
BERSAMBUNG
__ADS_1
***
Maaf untuk visualnya masih dalam proses, ditunggu saja ya … nanti cek aja di ig ku … karena sudah tak bisa aku post disini lagi.