
Serangan Leo yang bertubi-tubi membuat kaget semua orang dan Shena hanya diam saja menyaksikan perkelahian itu. Shena tahu bahwa Leo kedualah suaminya yang asli berdasarkan jawaban yang memang hanya Shena dan Leo saja yang mengerti.
“Etalibun? Dasar nggak ada akhlak!” gumam Shena senang. Ia tersenyum sambil menggigit bibir melihat aksi Leo yang sangat keren saat membikin babak belur monster bertopeng itu. “Suamiku! Hati-hati! Dia monster dan bukan manusia!” seru Shena menyemangati suaminya.
“Manusia atau bukan, aku takkan pernah mengampuninya, beraninya dia merayu dan menggodamu tepat di dipan mataku! Akan aku cincang makhluk ini habis-habisan! Dasar monster kepaaraaat!” teriak Leo penuh amarah dan memukuli monster bertopeng itu secara membabi buta. Leo benar-benar kalap sekarang.
“Asatga! Apa yang dilakukan adikmu itu?” tanya Fey saat menyaksikan Leo menghajar monster yang menyamar sebagai suami Shena.
“Biarkan saja dia! Dia aman karena pelindungku melindunginya,” ujar Refald masih sambil memejamkan mata. Sampai saat ini, ia belum bisa menemukan hawa keberadaan pemimpin para monster kloningan ini.
“Refald, sepertinya ada yang aneh. Kau bilang monster-monster itu adalah monster penghisap darah? Kenapa mereka lemah? Bahkan seorang Leo bisa membikin babak belur sosok itu?” Fey terus mengawasi semua gerak gerik para monster yang satu persatu sudah mulai terkuak. Bahkan mereka semua sangat mudah dikalahkan oleh seorang Leo yang notabennya hanyalah manusia biasa dan nggak ada super-sepernya.
“Itu karena mereka tak bisa menghisap darah semua orang-orang yang ada di sini, Honey. Kalau mereka memaksa menghisap darah, maka kekuatan mereka akan hilang dan musnah. Seperti monster yang ada disampingmu itu,” jelas Refald tak bergeming dari tempatnya dan tetap memejamkan mata.
“Apa?” Fey terkejut mendengar penjelasan Refald dan langsung menoleh kesamping sesuai petunjuk suaminya.
Benar saja, tak jauh dari tempat Fey berdiri, ada monster bertopeng yang identitasnya sudah ketahuan, mencoba menghisap pria yang ia kloning. Namun, bukannya berhasil menghisap darah, monster tersebut malah terserap kekuatannya oleh lapisan pelindung Refald yang melekat ditubuh setiap orang sehingga sosok monster itu semakin lama, semakin menyusut dan sirna dengan sendirinya.
Melihat hal itu, Fey merasa lega karena tak ada yang perlu dikhawatirkan. Hanya saja, Fey terus geleng-geleng kepala melihat aski Leo yang sudah seperti orang kesurupan.
__ADS_1
“Dasar si Leo, gila!” gumam Fey.
Tapi lucu juga melihat betapa kalapnya Leo saat menghabisi kloningannya hingga babak belur begitu. Bahkan wajahnya sudah tak bisa dikondisikan lagi. Entah bentuk rupa monster itu sudah seperti apa, tak ada yang bisa mendeskripsikannya.
“Aku baru tahu, adikmu itu sadis sekali?” Fey masih mengamati Leo. Seluruh keluarga besar Refald juga tak kaget lagi dengan apa yang dilakukan suami Shena itu terhadap musuhnya.
“Hm, itu karena ada yang menggoda wanitanya, Honey. Leo … paling tidak bisa memaafkan siapapun orang yang berani merayu Shena. Jangankan merayu, melirik saja, Leo tak bisa menerimanya. Yang dilakukan adik iparmu sekarang, masih belum seberapa,” terang Refald sudah tak kaget lagi dengan aksi Leo.
“Kau mungkin tidak tahu Honey,” lanjut Refald. “Pesona Shena sering mengundang para pria hidung belang untuk mencoba mendekati Shena dimanapun dia berada, tapi secara diam-diam, Leo menghampiri para pria-pria hidung belang itu dan mematahkan leher mereka satu persatu bahkan sampai mencongkel mata mereka karena telah berani memandangi Shena. Dan pastinya, hal itu tak diketahui oleh Shena atau siapapun. Kekacauan yang Leo buat langsung dibereskan oleh para pengawal-pengawal kepercayaan Leo tanpa meninggalkan jejak apapun.” Nada suara Refald malah terdengar bangga atas perbuatan konyol Leo yang kelewat posesif.
Padahal jelas-jelas aksi brutal Leo itu sangat melanggar hukum. Namun, di dunia mafia seperti dunia Leo, hukum bukanlah apa-apa baginya. Bukan berarti Leo tidak percaya dengan hukum yang ada di dunia ini, tapi … ia lebih suka menghukum musuhnya dengan caranya sendiri. Dan tak ada hukum apapun yang bisa menghukum aksi Leo karena yang ia lakukan sejatinya hanya untuk melindungi orang-orang yang ia cintai.
Suaminya terlihat tersenyum mencurigakan seolah memang ada rahasia besar, sedang Refald sembunyikan terlepas dari apa yang Leo perbuat dibelakang Shena mengenai orang-orang yang tertarik akan kecantikan istri Leo itu. Tak menuntut kemungkinan, Refald juga melakukan hal serupa meski caranya berbeda.
Apa yang dipikirkan Fey memang benar. Refald itu sebelas duabelas dengan Leo. Bila Leo menyingkirkan pria-pria hidung belang dengan cara mafianya. Lain halnya dengan Refald, ia menyingkirkan para pria hidung belang yang tertarik pada Fey dengan kekuatan supranaturalnya.
Jika Refald melihat ada orang yang sengaja menatap Fey dengan pikiran kotor tentang istrinya. Tak perlu menunggu waktu lama, Refald membuka lubang hitam dan melempar pria hidung belang itu ke dalam lubang hitam buatannya tanpa meninggalkan jejak. Bahkan Refald menghapus identitas dan keberadaan pria itu di dunia ini seolah orang tersebut tidak pernah dilahirkan.
Ada kalanya, Refald menyuruh anak buahnya menakut-nakuti pria ganjen itu disetiap malam dan mimpi buruknya serta membuat hidupnya tidak pernah tenang hingga tak sedikit dari mereka jadi gila dan hilang ingatan. Cara Refald ini, benar-benar jauh lebih mengerikan dari apa yang dilakukan Leo.
__ADS_1
Pantas saja Fey dan Shena selama ini merasa aman-aman saja dan tak perlu khawatir kalau ada pria asing menggoda mereka. Rupanya, suami-suami mereka sudah menyingkirkan orang-orang yang mencoba tertarik pada dua wanita paling beruntung di dunia ini tanpa sepengetahuan keduanya.
“Kau tidak ingin tahu kemana Leo menyingkirkan pria-pria hidung belang yang tertarik pada Shena, Honey?” tanya Refald.
“Kemana?” tanya Fey penasaran.
“Ke tempat eksekusi yang letaknya ada dikediaman istana Leo. Disana, ada tempat khusus tersendiri untuk orang-orang yang cari gara-gara dengan keluarga besar Leo. Mereka semua dijadikan santapan Leopard dan binatang buas lainnya. Itulah sebabnya, tempat itu sangat terlarang untuk siapapun dan dijaga oleh seseorang yang takkan pernah kau bayangkan siapa dia sesungguhnya. Bahkan Leo sendiri juga tidak tahu.”
Mulut Fey menganga. Leo memang seorang gangster nggak ada akhlak. Tapi ia baru tahu kalau keluarga Leo bisa sadis juga terhadap musuh-musuhnya.
“Kau sendiri? Kemana kau menyingkirkan musuh-musuhmu?” Fey penasaran dengan suaminya.
“Sebaiknya kau tidak perlu tahu kemana aku menyingkirkan orang-orang yang mencoba menyukaimu. Sebab, kau bisa pingsan!” Refald tersenyum manis penuh makna.
“Ya sudah! Terserah kau saja! Kau dan adikmu memang sama saja. Lalu … apa kau tahu siapa penjaga tempat eksekusi keluarga Leo?”
“Aku tidak ingin tahu Honey, karena itu rahasia yang hanya diketahui paman Byon saja. By the way, aku penasaran dengan paman dan ayah? Apa Bibi dan ibu bisa mengenali suami asli mereka?” Refald tersenyum simpul.
BERSAMBUNG
__ADS_1
***