Menikahi Seorang Putra Raja

Menikahi Seorang Putra Raja
episode 131


__ADS_3

Keempat orang itu terlempar ke dimensi waktu yang tidak akan pernah bisa mereka bayangkan sebelumnya. Sebuah dimensi lintas waktu yang sudah Fey dan Refald ketahui tapi mereka tak bisa menentang takdir yang sudah digariskan untuk mereka. Jika ingin keluar dari dimensi waktu ini, maka keempat orang yang terdiri dari Refald, Fey, Shena dan Leo harus bisa menyelesaikan teka-teki kehidupan yang akan mereka lalui dalam dimensi tersebut. Sayangnya, baik Refald ataupun Fey tak bisa menebak kemanakah mereka akan dibawa.


Lebih parahnya lagi adalah, mereka terlempar di tempat yang berbeda-beda alias terpisah satu sama lain sesuai posisi yang mereka dapatkan di dunia ini. Shena terlempar disebuah hutan rimba yang gelap dan juga sedikit menyeramkan. Sedangkan yang lainnya entah ada di mana mereka sekarang.


Kini, Shena benar-benar sendiri terdampar di tempat asing. Syukurlah ia tidak terluka meski sudah jatuh dari atas ketinggian. Shena bingung karena ia tidak tahu apa-apa soal tempat ini dan juga tidak tahu harus melangkah ke mana. Ini hutan rimba, sebuah wilayah yang sangat jauh dari peradaban manusia. Kalaupun Shena melangkah kesembarang arah belum tentu ia bisa keluar dari hutan ini, kemungkinan besar Shena bakal lebih tersesat jauh ke dalam dan bisa juga ia dimakan binatang buas kalau tetap berada di sini. Tetap tinggal atau tidak, sama-sama beresiko bagi Shena apalagi ia sendirian tanpa Leo disisinya, padahal baru saja mereka dipertemukan kembali. Namun, terpaksa harus terpisah karena mereka tersedot ke dalam lorong waktu.


Dalam keadaan genting begini, Shena harus berpikir jernih untuk mencari jalan keluar. Ponselnya juga tidak bisa digunakan yang artinya, ia tak bisa meminta bantuan siapapun.


“Ayo … berpikirlah Shena. Pasti ada cara!” Shena berjalan ke sana kemari untuk mencari cara agar bisa keluar dari hutan yang bagai mimpi disiang bolong ini.


Sungguh Shena tidak pernah menyangka bakal berakhir seperti ini. Sendirian di tengah hutan dan dikelilingi banyak binatang buas yang kapan saja bisa menyerang. Shena hampir tak bisa memercayainya, tetapi ini nyata. Istri Leo itu bahkan merasakan sakit saat ia mencubit pipinya sendiri. Namun ia tak boleh putus asa, sebab hal itu tidak ada gunanya. Shena harus terus semangat dan bangkit lagi untuk menemukan Leo berserta kakak iparnya.


Lama juga Shena berpikir sampai akhirnya ia menemukan ide. Untunglah dulu waktu SMA, ia pernah ikut organisasi pecinta alam. Jadi, sedikit banyak ia tahu tentang apa yang harus dilakukan bila berada di dalam hutan dikala tersesat seperti yang Shena alami saat ini. Langkah pertama yang harus Shena lakukan agar bisa secepatnya keluar dari dalam hutan ini adalah ia harus mencari sumber air. Air sungai mungkin bisa menuntunnya menuju sebuah perkampungan.


Hanya saja, yang menjadi kendala adalah posisi Shena sangat jauh dari tempat sumber mata air berada. Mau tidak mau, ia harus mencari cara lain sebelum matahari terbenam. Sebab kalau malam, bahaya lebih besar bisa saja menerjang.

__ADS_1


"Gawat, kemana aku harus melangkah sekarang?" gumam Shena bingung memilih langkah. Dan akhirnya ia putuskan untuk mengambil jalur kanan saja sesuai suara hatinya.


Namun, baru beberapa langkah Shena berjalan, ia mendengar suara beberapa ekor kuda dan samar-samar mendengar beberapa orang berbicara. Untuk mengetahui apakah orang-orang itu penjahat atau bukan, Shena bersembunyi dulu dibelakang semak belukar yang menutupi seluruh bagian tubuh mungilnya. Jika yang lewat adalah orang jahat, maka untuk sementara Shena akan terus bersembunyi, tapi jika orang yang lewat adalah orang-orang baik, maka Shena akan meminta bantuan orang-orang itu agar bisa keluar dari tempat ini.


“Semoga saja, orang-orang yang lewat ini adalah orang-orang yang baik,” gumam Shena sambil terus bersikap waspada.


Setelah beberapa waktu menunggu, akhirnya muncullah sekelompok rombongan orang-orang yang ditunggu Shena. Hanya saja, ada yang berbeda dari rombongan orang-orang yang melintas dihadapannya.


Gaya pakaian mereka, model rambut dan juga cara bicara mereka benar-benar membuat Shena tercengang. Dan yang lebih mengejutkan lagi, ternyata mereka hanya terdiri dari 3 wanita yang sama-sama sedang menunggangi kuda. Kalau dilihat dari pakaian mereka, pasti mereka berasal dari kerajaan. Yang artinya, Shena terdampar di zaman kerajaan. Sebab di zaman modern, kerajaan, lambang kuda istana, dan ciri khas pakaian yang digunakan seperti wanita-wanita itu, tidak sama dengan kehidupan modern tempat tinggal Shena.


"Tidak mungkin, ini ... ini zaman istana sentris!" gumam Shena. Tubuhnya langsung lemas. Matanya semakin terbelalak ketika ia mengenali salah satu wanita penunggang kuda itu.


Namun diluar dugaan, semua wanita penunggang kuda termasuk Fey sendiri malah saling pandang. Mereka menatap Shena dengan penuh waspada.


"Siapa yang dia panggil kakak?" tanya wanita yang mirip dengan Fey itu pada dua wanita yang ada disamping kanan dan dirinya.

__ADS_1


"Entahlah, Putri. Kami tidak mengenalnya. Pakaiannya juga aneh. Sepertinya, wanita muda itu bukan berasal dari wilayah ini," terang salah satu wanita yang ada di samping kanan Fey.


Sedangkan Shena sendiri masih belum paham kenapa kakak iparnya itu dipanggil putri.


Tunggu-tunggu! Muda? Siapa? Aku? Harusnya aku sudah mau kepala 4, kenapa mereka menyebutku wanita muda? Aku sudah punya 2 anak dewasa! batin Shena semakin bingung.


"Hei, Nona! Siapa kau? Kenapa kau menghalangi jalan kami!" tanya wanita yang terlihat paling tangguh.


Menyadari hal ini, Shena mulai tahu kalau Fey tak bisa mengenalinya. Sebelum terseret masuk ke dalam lorong waktu ini Fey sudah memperingatkan Shena tentang kisah cerita istana sentris Putri Candra Kirana dan Raden Inu Kartapati. Untuk memastikan bahwa dugaan Shena benar atau tidak, ia harus mengajukan pertanyaan.


"Maaf kalau saya lancang, saya berasal dari negeri yang sangat jauh. Saya tersesat dan tidak tahu bagaimana caranya agar bisa keluar dari hutan ini. Kalau boleh tahu ... apakah anda bertiga bisa membantu saya, Putri Candra Kirana?" Shena membungkukkan badan tanda memberi hormat. Semoga dugaannya ini benar.


Namun, bukan jawaban yang didapat Shena, 2 wanita yang ada di samping kanan dan kiri Fey langsung turun dari kuda dan menodongkan tombak pada Shena. Tentu saja itu membuat Shena jadi sedikit gugup hingga tak bisa bergerak.


"Siapa kau? Bagaimana bisa kau tahu siapa nama Putri kami? Kami bahkan tidak menyebutkan namanya tadi?" tanya wanita yang ternyata adalah dayang.

__ADS_1


BERSAMBUNG


***


__ADS_2