
Genggaman tangan Refald terasa hangat dirasakan Fey yang dalam dunia ini, ia terpaksa menyamar sebagai pria dan menjadi raja Panji Semirang. Harusnya di dalam cerita, ia digambarkan sebagai sosok raja yang tangguh dan dikagumi oleh semua rakyatnya bahkan para wanita juga terpesona oleh kharismanya yang berwibawa dan bijaksana.
Namun, saat melihat Refald, entah kenapa, Fey jadi lemah dan sisi kewanitaannya muncul. Hal itu membuat Fey tak ingin kembali ke kekerajaannya sampai ia bisa menata hati dan membuang semua perasaan ini. Ia juga tidak tahu apa nama perasaan yang sedang ia rasakan sekarang. Yang jelas, saat ia melihat sosok Refald, ia sangat bahagia seolah sedang mengenal Refald jauh sebelum keduanya bertemu seperti sekarang ini.
"Ada apa denganku?" tanya Fey dari dalam hati. ia menatap tajam Refald yang menarik tangannya dan membimbingnya berlari entah kemana.
Refald sendiri juga tak berkomentar apa-apa setelah mengetahui apa yang terjadi pada istrinya. Alasan kenapa Fey tak mengingatnya sama sekali dan juga jalan cerita yang harus dilakoni istri tercintanya hingga akhir cerita. Refald bisa memahami semua itu. Ia tak punya alasan untuk menolak takdir yang digariskan pada Fey di dunia ini, sebab Refald tak punya kekuatan apapun seperti halnya didunia nyatanya.
Dalam dunia ini, Refald bukanlah siapa-siapa walaupun di dunia modern ia adalah seorang raja dedemit terkuat dan paling ditakuti. Berbeda dengan Fey yang dalam dunia ini menyandang gelar sebagai raja dan memiliki segudang kharisma. Keduanya sama-sama seorang raja dari zaman yang berbeda dan ironisnya lagi adalah, Refald tak berjodoh dengan Fey di dunia ini.
Hal itu jelas terlihat karena Refald mengenali Shena dan Leoo serta tak menjadi tunangan putri Galuh Candra Kirana. Tentu saja Refald tak bisa menjadi pangeran Inu Kartapati, sebab ia adalah keturunan raja Sulawesi. Dan di zaman ini, Refald belum mendapatkan kekuatannya karena kakek buyut Refald masih hidup sama seperti leluhur Fey sekarang.
Tak terasa, mereka berempat akhirnya sampai di sebuah goa dan hujan langsung turun dengan lebatnya. Terpaksa keempat orang ini harus berteduh di dalam goa dan menunggu hujan reda baru mereka bisa melanjutkan perjalanan.
Leo membekap tubuh istrinya yang menggigil kedinginan. Aura pengantin baru sengaja mereka tunjukkan tanpa peduli pada tatapan tajam dua orang yang ada di samping mereka. Ditengah hujan lebat begini, Leo tak segan berciuman mesra dengan Shena tepat di depan Fey dan Refald sehingga membuat keki keduanya.
"Oey Leo! Bisakah kau tak pamer kemesraan didepanku?" protes Refald tak terima.
Bukan masalah sebenarnya kalau Leo dan Shena memadu kasih seperti itu. Hanya saja, ia tak enak hati pada orang yang ada disampingnya. Sejujurnya, dalam hati, Refald masih belum bisa sepenuhnya percaya kalau orang yang berpakaian pria itu adalah istrinya. Apalagi ini pertama kali dalam hidupnya, Refald melihat sisi lain dari seorang Lafeysionara. Istrinya yang anggun dan cantik jelita, kini berubah jauh lebih kuat dan tangguh melebihi dirinya.
"Kenapa? Kalian juga bisa melakukan hal yang sama? Kan kalian juga sudah menikah?" ujar Leo seenaknya walaupun ucapannya memang benar.
Refald hendak bersuara tapi ia kalah cepat dengan Fey. "Sepertinya ada yang perlu diluruskan di sini," ujar Fey yang sejak tadi tak banyak bicara karena terlalu shock dengan kedatangan Refald dan juga perasaannya yang bergejolak.
__ADS_1
"Sejujurnya," lanjut Fey. "Saya sama sekali tidak mengerti apa yang Kisanak bicarakan? Yapi, saya bisa mengambil kesimpulan dari peristiwa ini. Wajah saya ini, pasti mirip dengan seseorang yang kalian semua kenal. Namun, ketahuilah bahwa saya sungguh tak kenal dengan kalian semua. Terus terang, ini sangat mengejutkan saya sebenarnya. Banyak hal yang terjadi dalam hidup saya, dan sekarang harus ditambah dengan kehadiran kalian yang membuat saya jadi bingung sendiri. Apapun itu, saya bukanlah orang yang kalian kenal. Jadi, tolong berhentilah menyamakan saya dengan orang yang kalian kenal itu." Fey menatap wajah orang-orang yang ada di sini satu persatu. Hanya saja, ia tak berani menatap wajah Refald lama-lama.
"Wajar kalau kakak ipar tak mengenali kami semua." kini giliran Shena yang bicara. "Begitu kita semua terdampar di dunia ini, maka kita akan menjadi orang yang ada dalam kisah romansa ini. Kebetulan, kakak dan aku memiliki leluhur yang sama sehingga salah satu diantara kita harus menjadi leluhur kita di zamannya. Dan yang terpilih adalah Kakak, bukan saya. Tentu saja, ingatan Kakak di dunia modern, terpaksa dihilangkan karena peran kakak di sini adalah sebagai putri Candra Kirana, tunangan dari raden Inu Kartapati." Shena berjalan mendekat kearah Fey yang terkejut karena gadis asing itu mengetahui siapa dirinya.
"Bagaimana kau bisa tahu?" tanya Fey gugup. Matanya menatap tajam mata Shena.
"Saya tahu karena saya pernah membaca kisah ini. Kakak ...eh mksud saya, Putri Candra Kirana telah dirundung duka yang tak berkesudahan. Dimulai dari meninggalnya permaisuri akibat memakan tapai beracun dan marahnya Raja tanpa sebab karena hasutan Paduka Liku serta Galuh Ajeng yang suka bertingkah seenaknya sendiri pada putri. Membuat putri tak betah lagi tinggal di istana lagi.
"Terlebih lagi, orang yang meracuni permaisuri adalah paduka Liku. Penyihir serakah itu ingin merebut tahta permaisuri. Makanya ia melakukan perbuatan keji seperti itu. Itulah alasan kenapa putri meninggalkan istana dan hidup sendiri di tengah hutan ini serta mendirikan kerajaan sendiri. Saya tahu semuanya, bukan Ken Bayan dan Ken Sangit yang memberitahu saya, tapi saya tahu semua itu dari buku yang pernah saya baca.
"Bahkan saya juga tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Hanya saja saya tidak ingin mengubah sejarah dengan memberitahu anda sekarang." Tak ada kebohongan di mata Shena saat ia menceritakan sepenggal kisah duka yang dihadapi seorang putri dari kerajaan Daha hingga harus berakhir ditengah hutan.
Tubuh Fey langsung lemah lunglai mendengar apa yang dikatakan Shena padanya. Tanpa sadar, ia pun jatuh dan Refald langsung menangkap tubuh istrinya sebelum sampai menyentuh tanah.
Shena sendiri langsung menangis mengenang apa yang sudah banyak dilewati leluhurnya sebelum akhirnya sang Putri Candra Kirana hidup bahagia bersama pangeran Inu Kartapati.
"Benarkah kisah cinta leluhur Fey sedramatis itu?" tanya Refald sambil terus memeluk Fey.
"Lebih dari itu, Kak." Shena menghapus air matanya. "Paduka Liku, selir raja. Adalah orang yang telah membunuh permaisuri, ia juga memaksa menikahkan Galuh Ajeng dengan tunangan putri Candra Kirana. Dalam cerita, harusnya kakak ipar datang dan merusak pesta pernikahan mereka berdua dan pergi ke gunung Wilis untuk menemui bibinya.
"Entah firasatku benar atau tidak, sepertinya ... dikerajaan Daha, sekarang sedang berlangsung acara pernikahan yang kuberitahukan tadi. Artinya, kak Fey harus datang kesana dan mengacaukan pesta itu. Jika kita harus menyelesaikan alur cerita dari kisah ini, maka dia harus pergi sekarang. Jika tidak ... alur ceritanya akan berubah dan kita bakal terjebak selamanya dalam dunia ini."
"Tapi Sayang, bagaimana kau tahu kalau akan ada pesta dikerajaan tempat asal kakak ipar?" tanya Leo heran.
__ADS_1
"Selendang pelangi," ujar Shena dan semakin bingung lah Leo dan Refald karena diantara mereka semua tak ada yang memakai selendang pelangi.
"Apa maksudmu, Sayang."
"Harusnya, kak Fey punya selendang pelangi yang selalu ia bawa kemana-mana. Namun, selendang itu Tak dan lagi dipinggangya. Artinya, pangeran Inu Kartapati meminta selendang itu sebagai hadiah kenang-kenangan saat pangeran Inu datang ke kerajaan kakak yang menyamar sebagai Raja Panji Semirang. Putri Chandra Kirana tak pernah sekalipun melepas selendang pelanginya. Jika sekarang tidak ada, maka sudah dipastikan selendangnya ada pada tunangannya. Itulah yang tertulis dalam cerita."
Refald terpaku. Ia mulai teringat ritual pernikahannya yang ia lakukan bersama Fey dulu. Ritual itu juga memperlihatkan bahwa leluhur Fey memberikan selendang pelanginya pada Fey yang juga pernah dipinjamkannya pada Shena. Kini, jelas sudah kenapa selendang pelangi itu sangat berarti bagi leluhur istrinya ini.
"Jika yang kau katakan ini benar, kak Fey harus bergegas menghancurkan pesta pernikahan itu tepat waktu, tapi masalahnya, ia sedang kurang sehat sekarang. Tidak mungkin dia datang kesana?" Leo jadi panik sendiri.
"Hanya ada satu cara jika Fey tak bisa datang ke pesta pernikahan pertunangan leluhurnya." Refald beralih menatap wajah Shena lekat-lekat. "Kaulah yang harus menghancurkan pesta pernikahan itu, Shena. Kau juga keturunan Putri Candra Kirana. Alur takkan berubah jika kau menghancurkan pestanya menggantikan Fey yang kurang sehat ini," tandas Refald.
Deg!
Shena tertegun seketika, tapi yang dikatakan Refald memang benar adanya. Jika mereka ingin segera keluar dari dunia ini. Shena harus melakukan apa yang seharusnya ia lakukan.
"Aku akan menemanimu, Sayang. Kau jangan takut." Leo pun ikut mendukung keputusan kakaknya.
BERSAMBUNG
***
Ini hanya murni dunia halu loh ya ... yang nggak suka boleh skip kok. hehe ....
__ADS_1