
Fey tak pernah menyangka, suami mesumnya ini benar-benar membuatnya kesal. Bisa-bisanya disaat dirinya sedang hamil muda, Refald malah berencana membuat 99 anak lagi dengannya. Dasar raja dedemit nggak punya akhlak. Dia sama sekali tak jauh beda dengan adik sepupunya si gangster Leo itu.
“Dasar kau ini!” terika Fey penuh emosi. Ia terus saja memukuli suaminay dengan bantal sekencang mungkin. “Kau pikir hamil dan melahirkan itu gampang apa? Seenak jidatmu saja kau berkata seperti itu padaku seolah menciptakan seorang anak bagai membalikkan sebuah tangan bagimu! Kau pikir aku kodok apa? Sekali bertelur bisa keluar 100 kecebong!” benatak Fey marah.
“Kecebongku memang ada banyak, Honey. Sayang saja yang jadi cuma satu atau kalau beruntung dapat dua. Syukur-syukur kalau bisa 4 sekaligus! Jadi kau tidak perlu melahirkan 100 kali.” Tanpa dosa, Refald masih saja bisa bicara seenaknya dan itu membuat Fey semakin naik pitam. Lagi-lagi Fey memukul-mukul suaminya dengan kuat walau Refald menahan pukulan istrinya dengan satu tangannya.
“Diam kau raja dedemit mesum! Aku sangat benci padamu! Keluar kau!” bentak Fey sambil melempari Refald dengan bantal.
“Tidak mau! Ini kamarku! Ayolah Honey … jangan marah begitu. Nanti cantiknya hilang.” Refald mengedipkan salah satu matanya untuk menggoda istrinya yang sedang kebakaran jenggot gara-gara ucapan nggak ada akhlaknya Refald. Sayangnya, Fey yang sekarang tidak mudah termakan rayuan gombal pria yang sudah menjadi suaminya ini.
“Baik! Kalau kau tidak mau keluar, aku yang keluar! Jangan harap malam ini aku mau tidur denganmu!” Fey berdiri dengan kesal dan meninggalkan Refald begitu saja sambil membanting pintu kamarnya sampai terdengar bunyi, brak!
Refald hanya tersenyum, ia sengaja membuat Fey kesal agar ia bisa menyiapkan pesta pernikahan untuk Rey dan Rhea. “Maaf Honey, sementara ini aku biarkan kau sendiri, sebentar lagi akan ada tamu tak diundang datang. Jadi aku harus bersiap-siap dulu. Huh, padahal aku serius ingin punya 101 anak darimu biar mirip seperti kisah mahabarata.” Refald terkekeh sendiri dan langsung menghilang tanpa jejak.
***
Wajah Rey cemberut akut saat mengetahui kekuatan Rhea kembali, sejak keluar dari kamar mandi iapun tak banyak bicara. Berbeda dengan Rhea yang sangat girang bukan kepalang karena kekuatannya yang sudah lama hilang, tiba-tiba saja kembali seperti sedia kala. Ia juga bisa berkomunikasi dengan para binatang diseklilingnya. Kini, Rhea merasa telah kembali menjadi gadis penjaga goa lagi seperti dulu.
Namun, senyum merekah Rhea pudar ketika melihat wajah murung suaminya. Gadis itu berjalan mendekat kearah Rey dan duduk dihadapannya.
“Ada apa Suamiku? Kenapa kau murung? Apa kau tidak suka jika kekuatanku kembali?” Tanya Rhea tanpa basa-basi.
Rey menatap wajah bahagia Rhea dan mengusap lembut pipinya. “Tentu saja aku bahagia untukmu Sayang, tapi ….” Rey tidak meneruskan kalimatnya.
Rhea bangun dari posisinya dan merebahkan dirinya dipangkuan Rey sambil melingkarkan kedua tangannya di leher suaminya. “Sekarang gendong aku, aku ingin jalan-jalan,” ujar Rhea senang.
__ADS_1
“Tidak bisa, Sayang ....,” ujar Rey semakin sedih.
“Kenapa?” Rhea mulai khawatir, tapi juga kesal karena mengira Rey tidak suka bila kekuatannya kembali.
“Apa kau lupa Sayang, kekuatanku … menghilang. Aku manusia biasa sekarang,” ujar Rey lirih.
“Astaga!" Rhea terkejut sampai mengatupkan kedua tangan didepan mulutnya. "Maaf, Sayang. Aku lupa.” Rhea memeluk erat tubuh suaminya agar ia tak bersedih lagi. “Jangan khawatir, kekuatanmu akan kembali setelah sebulan dan kau bisa menggendongku lagi keliling dunia nanti, oke!"
"Oke," jawab Rey singkat. Keduanya saling melempar senyum dan berpelukan mesra.
"Ehm, Suamiku … boleh aku bertanya?” Rhea masih bergelandot manja dipelukan Rey.
“Ehm, tanyakan apa yang ingin kau tanyakan, Sayang.” Rey semakin mengeratkan pelukannya.
“Kenapa kekuatanku bisa muncul kembali setelah sekian lama menghilang. Aku sudah melakukan berbagai macam cara dan upaya untuk mengembalikan kekuatanku, tapi tetap saja hasilnya nihil. Namun sekarang, kenapa tiba-tiba saja kekuatanku kembali tanpa sebab? Apa yang terjadi?”
“Benarkah begitu? Tapi … malah kekuatanmu yang hilang,” ujar Rhea sedih.
“Bukankah ayah memang sudah memberitahu kita kalau aku memang akan kehilangan kekuatanku selama sebulan karena aku melanggar peraturan seorang pangeran. Ayah juga bilang, dulu ia juga sering kehilangan kekuatannya salama menjadi pangeran. Bahkan lebih dari satu kali. Pertama melanggar, ayah kehilangan kekuatannya selama sebulan, dua kali melanggar, ayah kehilangan kekuatannya selama 2 bulan, 3 kali melanggar, ayah kehilangan kekuatannya selama 3 bulan. Intinya, semakin banyak jumlah pelanggaran, semakin banyak pula hukuman yang didapat.”
“Wauwww, semoga setelah ini kau tiak melanggar lagi jika kekuatanmu sudah kembali.” Rhea memberi kecupan manis di pipi Rey.
“Semoga saja.” Reypun membalas kecupan istrinya dengan mencium mesra bibir ranum Rhea.
“Ayo kita pergi, kali ini … akulah yang akan melindungi suamiku. Jangan jauh-jauh dariku supaya mereka tidak menculikmu. Kenapa aku jadi parno sendiri? Semoga saja keluarga kita tidak memainkan adegan drama ikan terbang lagi.” Rhea kembali menjadi cemas dan takut kalau acara pestanya nanti akan diselingi drama ikan terbang seperti sebelumnya.
__ADS_1
Rey tersenyum melihat wajah cemas istrinya. “Kalaupun mereka bermain drama ikan terbang, aku takkan terkecoh lagi.” Rey menggenggam erat tangan istrinya seolah enggan dilepaskan.
Keduanya berdiri dan berjalan bersama menuju ruang pesta resepsi yang sudah disiapkan oleh Refald dan pasukan dedemitnya.
****
Sementara itu, Fey masih berusaha menenangkan diri karena kekesalannya pada Refald tanpa ia tahu kalau suaminya itu telah pergi meninggalkannya karena sesuatu hal. Tak terasa, Fey sudah berjalan jauh dari lokasi tempat tinggalnya dengan Refald tadi. istri Refald itu berhenti berjalan dan mengamati tempat sekelilingnya yang ternyata, kini ia ada disebuah hutan. Tak jauh dari tempat Fey berdiri, terdapat air terjun indah mengalir deras disana.
“Bagus, sekarang aku tidak tahu ada dimana aku sekarang, tapi … tempat ini indah sekali.” Fey memandang takjub pelangi yang muncul diarea sekitar air terjun tersebut. “Yah … setidaknya, disini tidak ada si tukang resek itu lagi disini.”
Baru juga Fey bermain-main dengan air menyegarkan dibawah derasnya air yang mengalir, tiba-tiba saja Fey dikejutkan dengan datangnya banyak kupu-kupu langka berwarna warni terbang mengelilingi area sekitar air terjun ini.
“Wuah … daebak! Indah sekali ….” Fey tersenyum senang memandangi pemandangan indah dihadapannya. Ia menjulurkan tangannya agar kupu-kupu itu mau hinggap ditelapak tangan mungilnya. “Ayo … kemarilah!” gumam Fey dengan perasaan senang, tapi juga was-was.
Lama juga Fey menanti, tapi tak satupun dari kupu-kupu tersebut mau hinggap ditangannya, sampai akhirnya ia dikejutkan oleh tangan seseorang yang terulur dari belakang dan berada dibawah tangan Fey. Ia menoleh kearah pemilk tangan itu dan sudah melihat Refald bersandar dibahunya.
“Refald!” seru Fey terkejut melihat suaminya, kini sedang memeluk erat pinggangnya dengan satu tangan sementara tangannya yang lain ikut terulur bersama dengan tangan Fey.
“Iya, Honey. Aku disini, untukmu. Lihatlah kupu-kupu itu? Kau suka?” Refald mengecup mesra bibir Fey saat menoleh kearahnya.
Fey terkejut lagi, tapi juga takjub setelah melihat ditelapak tangannya, hinggap sepasang kupu-kupu cantik yang saling bermesraan, sama seperti dirinya dan Refald sekarang.
BERSAMBUNG
***
__ADS_1
So sweet … yang punya pasangan, boleh dipraktekkan. yang belum punya, boleh direncanakan, hehe ... just kidding