
Refald mengernyitkan alisnya mendengar jawaban penolakan atas rencana pernikahan keponakannya sendiri. Sudah jelas terlihat dimata Yeon kalau cowok itu sudah mulai jatuh cinta pada tunangannya meskipun Yeon masih ada sedikit ragu dengan perasaannya sendiri. Namun, Refald tak bisa memaksakan kehendaknya karena yang bisa mengetahui sepertia apa perasaan Yeon adalah Yeon sendiri. Bukan Refald atau siapapun.
“Kenapa, Yeon? Bukankah kau sendiri yang bilang begitu Rey menikah, kaupun juga ingin segera menyusulnya?” Tanya Refald untuk mengurangi rasa penasarannya walau ia tahu akhir dari kisah keponakan kesayangannya.
“Aku mau menikah asalkan Paman dan ayah tidak membuat drama ikan terbang untukku seperti yang Paman lakukan pada si Voldemort itu.” Raut wajah Yeon terlihat serius saat berbicara dengan pamannya.
Refald sendiri hanya diam sambil tersenyum simpul penuh arti. “Kali ini berbeda, Yeon! Bukan aku atau ayahmu yang membuat drama ikan terbang untukmu. Tapi … takdir kalianlah yang membuatnya. Jadi, kau siap-siap saja. Kau punya kisah cinta indah terlepas dari sandiwara yang kau lakukan.” Refald terus tersenyum penuh makna dan itu membuat Yeon mengernyitkan alisnya.
“Apa maksud, Paman ….”
“Belum juga Yeon menyelesaikan kalimatnya, Refald sudah menjetikkan jarinya dan Yeon langsung menghilang begitu saja seperti halnya Leo dan Shena. Rupanya, Refald sudah mengirim Yeon bertemu tunangannya yang ada di desa tempat kelahiran ibunya sendiri. (part ini ada dinovel sendiri khusus kisah Yeon dan Yonna, tapi belum aku rilis. Tunggu saja.)
“Kenapa kau berkata seperti itu, Refald? Apa yang akan terjadi pada, Yeon?” tanya Fey yang juga penasaran dengan pernyataan Refald barusan.
“Yeon akan menuai apa yang dia tanam, Honey. Siapa suruh dia bersandiwara. Hehe ….” jawaban Refald sangat menggantung dan itu semakin membuat Fey tidak mengerti. Terdengar aneh memang, tapi Refald tampak bahagia, artinya meski Yeon mendapat masalah dari ulahnya, kisah cintanya akan tetap berakhir bahagia.
“Oey, Paman … bagaimana dengan keponakanmu yang tampan ini?” teriak Bima dari kejauhan setelah sempat shock melihat semua orang tiba-tiba saja menghilang dengan pasangan mereka masing-masing. “Sial! Kenapa cuma aku yang tidak punya pasangan disini?” gerutu Bima kesal.
“Oh, Honey … aku lupa kalau masih punya keponakan satu lagi. Anak nakal itu sebaiknya kita lempar kemana, ya? Dia Bengal sekali soalnya.”
“Terserah kau saja, kau kan yang lebih tahu dari aku.” Fey tersenyum, tapi sepertinya ia punya ide untuk keponakannya yang mendapat julukan si preman kampus itu. “Refald, carikan dia seseorang untuk menjinakkan Bima.”
“Tentu, permintaanmu dikabulkan, Honey. Aku akan lempar dia ke suatu tempat yang tidak pernah ia duga!” Refald terkekeh. Dan seketika Bima pun ikut menghilang dari padangan raja dan ratu dedemit. “Beres Honey. Kisah Bima dan Yeon, akan segera dimulai.” Refald menatap wajah semringah Fey. “Sekarang … hanya tinggal kita berdua saja.” Refald langsung mencium mesra istrinya sehingga membuat Fey terkejut karena tiba-tiba dicium Refald seperti itu.
“Apa yang kau lakukan?” sentak Fey, suaminya itu benar-benar mesum sekali.
__ADS_1
“Menciummu, Honey? Mau lagi?” goda Refald. Tanpa peringatan Refald langsung memeluk istrinya dan menghilang dari tempat ini.
Ternyata, Refald membawa Fey masuk ke dalam dunia cinta Fey dan Refald dimana hanya dua insan itu saja yang bisa memasuki dunia alam lain ciptaan raja dedemit itu sendiri. Meski ini bukan pertama kali Refald bersikap sok romantis, tapi tetap saja Fey kaget juga. Sudah lama, istri Refald itu merindukan tempat ini. Sebenarnya, Fey bisa saja datang kemari seorang diri meski tanpa suaminya. Namun, hal itu akan semakin membuat Fey merindukan Refald bila suami supernya itu tak ada disisinya.
“Aku merindukanmu, Honey.” Refald memeluk Fey dari belakang yang sedang bergelut dengan hatinya sembari menikmati susana rindang dialam lain ini. Refald menciptakan dunia ini sedemikan indah sampai Fey tak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata.
“Aku juga merindukanmu, Refald. Dan merindukan tempat ini, disinilah kita sering menghabiskan waktu bersama dan memadu kasih. Sayangnya, selama 3 tahun lamanya, aku sudah tak bisa lagi kemari tanpa dirimu meskipun aku menginginkannya.”
“Kenapa?” Tanya Refald meski ia sudah tahu jawabannya.
“Tempat ini adalah tempat teromantis yang khusus kau ciptakan hanya untukku. Kisah cinta kita … juga dimulai dari sini. Sampai kita punya Rey dan putra kita itu kini punya kehidupannya sendiri. Namun rasa cintaku padamu, tak pernah berubah. Bagaimana bisa aku sanggup menahan rasa rindu yang begitu berat dengan datang kemari seorang diri bila tanpamu disisiku?” mata Fey mulai berkaca-kaca saat mengungkapkan perasaan cintanya pada Refald.
“Kata-katamu menyentuh relung hatiku yang terdalam, Honey.” Refald selangkah lebih dekat sambil memegang kedua pipi istrinya. “Kau tahu, Honey? Aku selalu menantikan saat-saat indah seperti ini disetiap hembusan napasku. Namun, aku mencoba bertahan dan terus membayangkan momen syahdu kita berdua terjadi. Sekarang, harapanku untuk kembali memadu kasih bersamamu telah terwujud. Mulai hari ini, kehidupan kita hanya akan dihiasi dengan cinta, selamanya … bahkan setelah kita tiadapun, cinta kita berdua … akan abadi selamanya disepanjang waktu. Aku mencintaimu, Honey. Kau adalah permasuri hatiku yang sangat berharga melebihi nyawaku sendiri. Kita berdua, takkan bisa terpisahkan lagi. Kau dan aku … akan terus bersama-sama selamanya.” Tanpa ragu, Refald mencium mesra Fey ditengah hembusan angin yang menerpa tubuh dua sejoli pasangan teromantis ini.
***
Bila Refald dan Fey sedang melakukan ritual maju mundur cantik mereka di dunia lain, Shena dan Leopun juga tak mau ketinggalan. Refald sengaja melempar adiknya ke sebuah tempat dimana tempat ini, merupakan tempat paling bersejarah dimulainya kisah cinta Leo dan Shena.
“Kita ada dimana? Kenapa dingin sekali disini? Sudah malam pula?” Tanya Shena setelah ia dan suaminya tiba-tiba saja sudah berada ditempat yang tidak asing lagi bagi keduanya.
Shena menelungkupkan kedua tangannya didepan dada karena mulai menggigil. Ditambah, tiupan angina disini lumayan kencang juga. Sedangkan Leo, hanya tersenyum sambil menundukan kepalanya.
“Dasar biksu Tong, dia selalu saja tahu apa yang harus aku lakukan,” gumam Leo dan Shena langsung menatapnya.
“Kenapa kau tersenyum Leo, ayo pergi darisini, aku kedinginan.” Shena mengusap-ngusap kedua tangannya. Bibirnya juga mulai bergetar.
__ADS_1
Leo menanggalkan jaketnya dan memakaikannya pada Shena sambil menatap lurus mata wanita yang dari dulu amat sangat dicintainya. “Kau lupa tempat ini, Sayang?” Tanya Leo dengan suaranya yang menggoda.
Shena kembali mengamati tempat ini sekali lagi. “Entahlah Leo, aku merasa … tempat ini sudah tidak asing lagi. Memangnya kau tahu kita ada dimana sekarang?”
“Mana mungkin aku melupakan tempat ini, Sayang. Disinilah sejarah kisah cinta kita berdua dimulai.” Leo mencium mesra bibir Shena tanpa peringatan sama seperti yang dilakuakn Refald pada Fey. Tentu saja Shena yang mendapat ciuman dadakan itu hanya bisa terkejut.
Senyuman dan seringai nakal Leo mengingatkan Shena akan sesuatu yang ada hubungannay dengan tempat ini. Sekilas, Shena teringat saat pertama kali ia bicara pada Leo dengan amarah yang meluap-luap. Rasa benci itu, kemarahan yang besar itu … kini, telah berubah menjadi rasa cinta yang dalam dan tak terkira.
“Mungkinkah … tempat ini ….”
“Tempat dimana aku memaksamu menjadi kekasihku.” Leo meneruskan kalimat istrinya yang terputus sambil memamerkan senyumnya sehingga membuat Shena tak berdaya melihatnya.
Tidak salah lagi, ini adalah loteng dari salah satu gedung teknik di universitas Leo dan Shena dulu kuliah.
BERSAMBUNG
***
Maaf kalau upnya telat.
Mohon sabar untuk semua karya-karya baruku ya … sebab, aku masih fokus pada naskah Leo dan Shena season 1 yang mau terbit. Ada beberapa nama yang aku ubah dan juga aku perbaiki lagi kata-katanya supaya enak dibaca. Juga ada tambahan part spesial mereka berdua. Doakan semoga semua lancar dan novelnya banyak yang minat.
Beberapa part lagi, novel MSPR ini akan tamat. Tapi jangan sedih. Baik Leo, Rey ataupun Refald, tetap akan muncul disemua karya baruku. Tunggu saja ya …
Terimakasih untuk kak Ariju Ari yang bersedia memberikan hatinya. Dan juga kalian semua yang mau memberikan dukungan kopi dan mawarnya. Pokonya terimakasih, love you all …
__ADS_1