Menikahi Seorang Putra Raja

Menikahi Seorang Putra Raja
episode 148


__ADS_3

Tak hanya Rey saja yang terkejut atas apa yang dilakuan Yeon dan Bima. Rhea dan juga yang lainnya tidak menyangka kalau putra dari Leo dan Shena juga terjebak di dalam pusaran Medan magnet ini. Awalnya Rhea sangat senang kalau kedua adik iparnya itu baik-baik saja. Namun, ia sangat terkejut melihat Yeon dan Bima malah menyerang kakaknya sendiri.


Ada yang berbeda dari kedua laki-laki tampan itu, mata mereka merah menyala terang seolah ada yang merasuki tubuh keduanya. Tak ada kata-kata yang keluar dari mulut Bima ataupun Yeon. Keduanya berdiri tegap seakan siap menunggu perintah selanjutnya. Sepertinya, Irene sengaja mengendalikan anak-anak Leo dan Shena.


"Suamiku, Yeon dan Bima ... mereka ...." seru Rhea tak bisa berkata-kata saat ia mendekat kearah suaminya.


"Ada yang merasuki tubuh mereka berdua. Kita tak bisa melukainya." Rey bantu bicara.


"Lalu kita harus bagaimana? Mereka berdua pasti diperintahkan untuk menghabisi kita, dan si Mak lampir itu tahu kalau kita tak mungkin melawan adik-adikmu."


Yang dikatakan Rhea benar. Rey tak mungkin menyakiti Bima dan Yeon karena ia sangat menyayangi kedua adiknya itu. Rey tak tahu apa yang harus ia lakukan. Situasi ini membuat Rey bimbang. Dalam hati, ia merutuki orang yang berani memanfaatkan Yeon dan Bima demi melawannya.


"Awas saja kau Irene. Kau akan menyesali semua ini!" gumam Rey sambil terus mengepalkan kedua tangannya menahan amarah.


"Keluarkan saja iblis jahat itu dari tubuh anak-anak tuan muda Leo," ujar pak Po asal bicara. Entah sejak kapan, ia sudah berdiri di samping Rey.


"Bagaimana caranya, Ayah? Kita tak punya kekuatan apapun," ucap Rey.


Pak Po terlihat sok serius tanpa menoleh pada menantunya. Ia maju selangkah mendekat ke arah Yeon dan Bima dengan PeDenya.


"Heh! Iblis jahat! Keluar kau dari tubuh anak-anak itu dan hadapi aku kalau berani." Pak Po berkacak pinggang. Ia sengaja memancing emosi iblis yang bersemayam di dalam tubuh Yeon dan Bima. "Setan macam apa kau? Beraninya cuma jadi inang di tubuh manusia! Dasar setan Abal-abal! Atau jangan-jangan, kalian itu setan jadi-jadian, makanya mau saja disuruh ngerasuki tubuh manusia," ledek pak Po. Sebagai sesama setan, ia merasa malu sendiri bila dimanfaatkan manusia untuk melakukan hal-hal yang tidak boleh dilakukan.

__ADS_1


Sungguh, kata-kata ayah Rhea ini langsung membuat Rhea dan ibunya menganga. Bisa-bisanya si pak Po meledek satu spesiesnya sendiri. Yang namanya setan, mana mempan diledek, dasar pak Po itu ada-ada saja tingkahnya.


"Kenapa Ayah malah memperkeruh suasana?" tanya Rhea bingung pada suaminya. Ia tak berani berkata lantang karena takut ayahnya marah.


"Entahlah, aku juga bingung," jawab Rey jujur.


Tanpa di duga, perkataan pak Po malah memicu emosi para iblis yang merasuki tubuh Yeon dan Bima. Mereka berdua menyerang pak Po bersamaan. Melihat hal itu, Rey bergerak cepat untuk membantu ayah mertuanya menangkis serangan Yeon. Sedangkan serangan Bima ditangkis oleh Pak Po.


Keempat pria itu saling berkelahi menggunakan kekuatan fisik mereka masing-masing. Karena semua terlihat masih muda, perkelahian itu jadi seperti anak-anak remaja yang sedang tawuran. Tendangan dan pukulan saling dilayangkan satu sama lain. Mereka semua saling bertahan dan menyerang. Keempatnya sama-sama keren dan juga unggul.


Namun, jika mereka terus dibiarkan seperti itu, mereka semua bisa mati kelelahan. Sebab, kekuatan mereka semua jadi seimbang. Sama-sama kuat dan pantang menyerah.


"Ibu, bagaimana ini? Kita tidak bisa membiarkan mereka terus-terusan seperti itu," ujar Rhea telihat sangat cemas.


"Raja, ratu ... apa yang akan kalian lakukan jika kalian ada dalam posisiku? Apa yang harus aku lakukan? Jika kalian berdua mendengarku, katakan padaku. Apa yang harus aku lakukan?" gumam Divani.


Raut wajahnya penuh dengan kekhawatiran tingkat tinggi. Bahkan ia tidak sadar kalau sejak tadi, Divani menggigiti jari-jarinya sendiri mengamati perkelahian keempat pria yang masih satu keluarga itu.


****


Sementara di dunia istana sentris, Refald sedang mengamati sinar bulan yang hampir berbentuk purnama, nyaman bertengger dilangit malam penuh bertabur bintang-bintang. Matanya tak henti-hentinya menatap sinar bulan yang indah itu seolah mengajaknya bicara.

__ADS_1


"Yang mulia, persiapannya sudah hampir selesai. Maafkan saya jika meminta anda untuk menjaga jarak dengan putri Candra Kirana sampai ritualnya berakhir," ujar Biku Gandasari yang tiba-tiba saja berdiri di samping Refald.


"Aku mengerti Biku, aku tahu peraturannya. Tolong jaga istriku dan juga calon anak kami selama aku melakukan ritualnya nanti. Dia sedang mengandung buah hati kedua kami." Refald memercayakan Fey pada Biku Gandasari.


"Tentu, bukan hanya saya saja yang akan menjaga mereka, Yang mulia, tapi seluruh alam semesta ini, juga ikut menjaganya. Hanya saja, saat ritual ini berlangsung, semua alam akan menyatu dengan tubuh anda, saya khawatir, ada banyak sekali iblis-iblis jahat akan memanfaatkan kesempatan ini."


"Kau tenang saja Biku, aku ... takkan pernah membiarkan siapapun menyakiti orang-orang yang kusayangi. Siapapun itu?" Refald kembali menatap sinar bulan purnama seolah memikirkan sesuatu.


Dari kejauhan, Fey mengamati Refald yang tak lain adalah suaminya sendiri sengaja menjauh dari keramaian dan lebih sering menyendiri. Ia dilarang bertanya apapun pada Bikunya sendiri dan tak boleh bicara pada Refald sampai ritual yang akan dijalankan suaminya itu selesai dilakukan.


"Kakak, makanlah ini." Shena memberikan ikan bakar besar pada Fey. "Ini adalah hasil tangkapan Leo. Seharian tadi kami menangkap banyak ikan di sungai. Bukan mancing karena tidak ada alat pancing di sini." Shena tetap menjelaskan, meskipun pandangan mata Fey terus tertuju pada Refald.


"Pantas saja, kalian berdua menghilang sepagian dan pulang-pulang dalam keadaan basah kuyub, rupanya ini yang kalian lakukan?"


"Tak hanya itu, aku juga membawakan buah apel segar yang kupetik sendiri dari hutan. Buah ini sangat bagus untuk kehamilanmu. Meskipun di dunia ini." Shena mendekat dan duduk disamping Fey. Istri Leo itu mendekatkan kepalanya di perut Fey.


"Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Fey terkejut.


"Sssst, aku sedang mendengar detak jantung keponakanku," jawab Shena senang. "Hey adiknya Yeon, baik-baik di dalam sana, ya. Kau harus tetap kuat sampai kita kembali ke dunia nyata. Aku pasti akan menyambut kehadiranmu kedunia nanti, oke!" ujar Shena dan tiba-tiba saja ada pergerakan kecil di dalam perut Fey.


Sontak hal itu membuat Fey terkejut bukan kepalang. "Bergerak! Ada sesuatu yang bergerak diperutku!" seru Fey antara percaya dan tidak percaya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


****


__ADS_2