Menikahi Seorang Putra Raja

Menikahi Seorang Putra Raja
episide 46


__ADS_3

Persiapan upacara ritual yang dilakukan nenek Haida sudah selesai. Secara ajaib, sebuah lilin kecil muncul tepat dihadapannya dan dengan hati-hati, sang nenek mengambil lilin tersebut untuk diberikan pada Rhea yang berlutut memejamkan mata sambil mengatupkan kedua tangannya.


"Buka matamu Rhea, dan terimalah lilin ini," ujar nenek Haida.


Perlahan, Rhea membuka matanya dan pandangannya langsung tertuju pada lilin yang ada didepannya. Entah kenapa pancaran sinar lilin itu seakan merasuk ke dalam tubuh dan jiwanya tanpa ada peringatan.


Dengan sendirinya, Rhea mengambil alih lilin kecil itu dari tangan nenek Haida dan mulai berjalan pelan menuju pinggiran air danau. Tubuh Rhea tiba-tiba saja bergerak sendiri saat memasuki air seolah ada yang mengendalikan tubuhnya. Ia juga tak bisa memandang ke arah lain selain lilin yang ada dikedua telapak tangan Rhea.


Sudah dimulai, batin Rhea. Ia bersikap sangat tenang setenang permukaan air danau yang terbentang luas dihadapannya.


Dari kejauhan, Rey memerhatikan apa yang sedang dilakukan kekasihnya. Ia pun juga mulai bersiap siaga karena para iblis jahat lainnya tidak akan pernah membiarkan upacara kembalinya Refald beserta seluruh pasukannya kembali ke dunia ini berjalan dengan lancar sesuai yang ia harapan. Mereka semua pasti akan berusaha menggagalkan ritual ini dengan berbagai macam cara.


Namun, ada satu hal yang tidak diketahui oleh para musuh Refald lainnya. Meski ayah Rey itu tidak ada di dunia ini, sebelum pergi, Refald sudah mengatur segala hal yang diperlukan untuk melindungi Rhea dan seluruh keluarganya terutama pada saat ritual terakhir yang dijalankan Rhea sekarang. Alasan kenpa Rhea tak terluka dan baik-baik saja hingga sekarang serta Arka yang tak pernah muncul sampai detik ini, semua itu sudah diatur oleh Refald.


Sedangkan Rey yang terhubung dengan kekuatan ayahnya, sedikit banyak bisa merasakan bahwa kekuatan ayahnya sungguh ada disekitar mereka. Namun, meski begitu Rey tetap waspada dan berjaga-jaga untuk melindungi Rhea dalam keadaan apapun.

__ADS_1


***


Sementara di tempat Rara dan Jakson, Rara tetap kukuh tidak mau menikah dengan Jakson. Namun, Fey dan Riska memaksanya demi kebaikan janin yang dikandung Rara. Setidaknya, anak Rara kelak, bisa mendapatkan akte kelahiran dan masa depan yabg cerah. Hal itu membuat Rara tak punya pilihan lain, selain menerima pernikahan ini.


Sayangnya, tepat disaat upacara pengucapan ijab kabul, hati Rara kembali bergejolak kuat dan memutuskan pergi dari rumah Jakson. Ia berlari pulang kerumahnya. Agar tidak dilihat banyak orang, Rara mengambil jalan pintas melewati pinggiran danau yang terhubung langsung ke rumahnya.


Rara menangis, ia tahu pernikahannya bukanlah pernikahan cinta, tapi pernikahan paksa. Sesuatu hal yang dipaksakan, tidak akan sesuai dengan apa yang diharapkan. Untuk itulah, Rara tidak ingin terluka lagi. Sebab, lukanya yang ini saja sangat sulit disembuhkan. Ia tidak mungkin sanggup jika harus mendapat luka-luka yang lain dari perlakuan Jakson padanya kelak jika ia tetap menikah dengan ayah dari anak yang dikandungnya. Lebih baik hidup sendiri, daripada terluka lagi. Itulah yang dipikirkan Rara saat ini.


Angin mulai berhembus kencang dan Fey mulai merasakan sesuatu hal buruk akan terjadi. Ia ikut berlari keluar dan mencari keberadaan Rara. Namun, Fey sudah tidak bisa menemukan Rara dimanapun. Fey kembali kerumah Riska dan langsung meminta Jakson membatu mencari Rara.


"Cepat cari dimana Rara sekarang! Aku merasakan dia ... sedang dalam bahaya besar. Aku serahkan Rara padamu. Aku harus segera pergi ke danau." Fey terlihat sangat cemas. Ia sampai mengepal-ngepalkan tangannya sendiri.


"Rhea, aku harus kesana. Aku merasakan ada sesuatu yang buruk sedang terjadi disana. Kau dan Jakson harus bisa menemukan Rara bagaimanapun caranya. Kita akan diskusikan kembali masalah ini begitu semuanya berkumpul lagi," ujar Fey panik. Hati Fey benar-benar tidak tenang sekarang.


"Baik, nyonya Refald. Kami akan pergi. Ayo, Jack! Kita harus mencari keberadaan Rara." Riska langsung menggamit lengan putranya dan menyeretnya keluar.

__ADS_1


***


Sementara di danau, tubuh Rhea perlahan-lahan mulai tenggelam dan masuk kedalam air danau. Hal itu membuat siapapun yang melihat Rhea menjadi was-was dan tegang sendiri. Bahkan sampai ada yang menutup wajah mereka dengan tangan karena saking paniknya. Mereka tidak bisa menebak apa yang akan terjadi begitu Rhea masuk ke dalam air danau yang juga lumayan dalam itu.


Awalnya, tidak ada masalah dengan lilin yang dibawa Rhea saat ia berjalan di dasar danau. Sebab, lilin itu masih menyala terang meski Rhea sudah ada di dalam air.


Gadis itu tersenyum melihat sinar cahaya lilin tersebut. Ia pun terus melangkah maju menuju seberang danau dimana sudah ada Rey yang menanti dirinya disana.


10 menit sudah berlalu dan Rhea sudah hampir sampai ke pinggir danau. Lilin yang ia bawa juga masih terus menyala sampai akhirnya Rhea tak sengaja melihat sekelebat tubuh seseorang melintas dihadapannya. Awalnya, Rhea tak bereaksi dan masih memusatkan penglihatannya pada lilin yang dibawanya, tapi ia sungguh sangat terkejut setelah menyadari wajah siapa yang ia lihat barusan. Seketika ia menoleh ke arah tubuh yang terbawa arus dan tanpa pikir panjang lagi, Rhea langsung mengejarnya.


Tidak! Kakak! teriak Rhea dalam hati.


Ajaibnya, lilin di tangan Rhea masih bisa menyala terang walau gadis itu sudah keluar dari jalur ritualnya. Ia berenang dan bergegas meraih tubuh Rara yang terhanyut. Syukurlah Rhea bisa cepat meraih tubuh Rara dan seketika lilin yang ia bawapun padam.


Rhea panik, tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Secepatnya, ia harus segera membawa Rara kepermukaan sebelum semuanya terlambat.

__ADS_1


***


Masih ada 1 episode lagi ...


__ADS_2