
Kedua kakak beradik itu hanya bisa tertegun melihat ada seekor naga hitam besar menuju kearah mereka dan tanpa peringatan apapun, kedua putra Leo langsung mendapat serangan dadakan dari sang naga yang tidak lain adalah ulah paman mereka sendiri. Kejadian itu begitu cepat, sehingga untuk shock saja mereka tidak sempat. Refald, memang sengaja menyerang kedua keponakannya hingga mereka berdua pingsan lalu mengambil alih tubuh Rhea masuk kedalam mulut sang naga.
Karena sosok naga hitam ini adalah jiwa pak Po, maka tubuhnya hanya tembus pandang saat menabrak mobil Lamborghini milik Yeon sehingga tak menimbulkan kerusakan apapun saat penyerangan berlangsung.
“Hentikan Refald! Kau bisa melukai mereka!” seru Fey yang tidak tega melihat kedua keponakannya terkapar tak berdaya akibat serangan yang dilakukan suaminya.
“Itulah yang aku inginkan, Honey. Meski ini hanyalah akting, tetap saja harus terlihat real. Aku akan menyembuhkan Bima nanti,” jawab Refald santai setelah berhasil membawa tubuh Rhea bersamanya. Saat ini, yang berada didalam mulut naga hitam alias pak Po, tidak hanya Refald dan Fey saja, tetapi ada Rhea yang masih tak sadarkan diri.
“Bima? Lalu … bagaimana dengan Yeon?” Fey merasa aneh karena suaminya hanya bilang akan menyembuhkan Bima saja, tapi tidak menyebut nama Yeon. Padahal jelas-jelas serangan tadi ditujukan pada mereka berdua.
“Yeon tidak mempan dengan seranganku. Dia hanya terkejut saja. Sebentar lagi juga dia akan sadar begitu Leo dan Shena tiba disini,” terang Refald sambil mengarahkan pak Po pergi ketempat yang aman agar tak terlihat oleh siapapun.
Fey mengerutkan alisnya mendengar penjelaan suaminya. “Kenapa bisa begitu? Lalu bagaimana dengan Bima? Apa … dia baik-baik saja?” Tanya Fey mulai mencemaskan keponakannya.
“Aku lupa memberitahumu Honey, saat Yeon masih bayi, ia sempat diculik oleh beberapa penjahat, dan ia hampir celaka jika aku tidak datang tepat waktu menolongnya. Secara tidak sengaja, aku memasukkan sedikit energiku padanya supaya Yeon tetap hidup meski ia terjatuh dari ketinggian. Kejadian itu hanya aku dan Leo saja yang tahu. Selain kami, tidak ada yang mengetahui peristiwa itu. Bahkan Yeon sendiri tidak sadar kalau ia punya sedikit kekuatanku, itulah kenapa fisiknya sangat kuat dan suka sekali hiking, sama sepertiku.”
“Lalu Bima?”
__ADS_1
“Terpaksa kita korbankan satu keponakan kita itu, Honey. Dia kritis, tapi aku akan segera menyembuhkannya. Kau tenang saja oke, selama ada aku … semua pasti baik-baik saja. tidak ada yang perlu kau cemaskan. Kita harus meletakkan Rhea dulu ditempatnya sambil menunggu Leo dan Rey datang.”
Fey terdiam, ada banyak sekali hal yang dipikirkan ibu satu anak ini. Begitu sempurnanya drama ikan terbang yang diciptakan Refald sampai ia tidak bisa berkata apa-apa. Siapa yang menyangka kalau kajadian luar biasa ini hanyalah sandiwara belaka yang sengaja diciptakan untuk Rey dan Rhea. Dalam mimpipun, Fey tak pernah membayangkannya.
***
Adegan selanjutnya adalah serangan badai topan yang sengaja Refald ciptakan untuk menyerang Leo dan seluruh keluarganya sehingga suasana kian tegang dan mencekam. Hal itu untuk memancing kedatangan Rey agar bertindak cepat menolong Leo beserta keluarganya dari serangan yang berasal dari Refald sendiri. Semuanya sudah direncanakan Refald dengan baik, tanpa ada yang terlewat.
Sesuai dengan perdiksi sang raja dedemit, Rey dan Yeon memisahkan diri dari Leo, Shena dan Bima. Hal itu semakin mempermudah Refald untuk menculik Leo dan keluarganya lalu menyembuhkan Bima secepatnya tanpa mereka tahu bahwa naga hitam yang menyerang mereka waktu itu adalah Refald sendiri. Baru setelah itu, Refald juga menculik Yeon dan sengaja memancing amarah Rey untuk mengikutinya menuju kesuatu tempat yang sudah disiapkan pak Po berserta pasukan dedemitnya yang lain, yaitu goa larva.
“Tempat apa ini, Refald?” tanya Fey saat mereka memasuki goa yang amat sangat besar dan dibawahnya mengalir sungai larva pijar yang amat sangat panas. Melihatnya saja sudah, bikin tubuh merinding disko, apalagi jika sampai masuk kedalamnya.
“Kenapa kau memasukkan mereka kedalam gelembung itu?” Fey semakin tidak mengerti, apalagi yang dilakukan suaminya terhadap keluarganya ini.
“Gelembung itu akan melindungi mereka dari panasnya larva pijar, Honey. Meski aku melempar mereka kedalam sungai larva yang mengalir dibawah sana, mereka tidak akan kepanasan. Itu adalah gelembung pelindung yang khusus aku ciptakan agar mereka semua tetap aman. Sungai larva itu hanya mengalir dipermukaan saja, dibawah panasnya larva itu adalah air sungai biasa yang hangat dan menyegarkan. Kalau kau tidak percaya, ayo kita masuk kesana.” Refald mengulurkan tangannya.
“Tidak! Aku percaya padamu.” Fey langsung menolak, sambil tersenyum manis yang dibuat-buat. Orang gila mana yang mau terjun kedalam sungai larva mengerikan itu. Meskipun segala hal yang tidak mungkin bisa jadi mungkin bila bersama Refald, tetap saja Fey tidak mau. Rasa terkejutnya saja masih belum hilang hingga sekarang, mana berani ia nambah lagi. Fey tidak ingin kena serangan jantung dadakan.
__ADS_1
“Kau tidak ingin tahu apa yang ada dibawah aliran sungai larwa itu?” tanya Refald. Ia sangat memahami isi hati wanita yang dicintainya.
“Memangnya, ada apa dibawah sana?” Fey balik bertanya.
“Dibawah sanalah seluruh pasukanku berada untuk membantu Yeon dan Bima keuar dari gelembung saat aku menggunakan mereka sebagai bentuk ancamanku pada Rey supaya ia mau menuruti kemauanku.”
“Apa maksudmu mengancam?”
Refald tersenyum dan mendekat kearah istrinya lalu menyentuh kedua pipi lembut Fey dengan mesra. “Putra kita itu, tak mudah dibodohi Honey. Dia sangat pintar dan juga sangat percaya pada kita berdua. Untuk menjadikan drama ini bukan drama kaleng-kaleng, aku harus melempar tubuh Bima yang menurut Rey masih sekarat kedalam larva itu seolah sepupunya sudah mati, begitupula dengan Yeon. Dua orang itu adalah orang yang berharga bagi Rey, Honey. Sama seperti Leo bagiku.
"Tapi kau jangan khawatir, begitu Yeon dan Bima masuk kedalam larva itu, mereka baik-baik saja. Pasukanku akan membantu mereka keluar dari gelembung pelindungku dan menjelaskan semuanya. Mereka berdua juga harus kembali berakting lagi mengawal Rey sebagai sosok hitam marsmello untuk melakukan ritual pernikahan putra kita sendiri dan bertemu dengan Rhea. Itulah puncak dari drama ikan terbang ini.” Refald mencium kening Fey yang menatap takjub padanya.
“Daebak! Kau habis nonton drama apa sehingga bisa menciptakan drama ikan terbang segila ini, ha?” mulut Fey menganga menatap wajah tampan suaminya. Sungguh ia tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan Rey, jika ia dihadapkan dalam situasi sesulit itu. Bahkan dirinyapun tak sanggup melaluinya.
“Drama percintaan kita berdua.” Refald langsung mencium mesra Fey yang tertegun mendengar jawaban nyeleneh Refald.
BERSAMBUNG
__ADS_1
***
Maaf upnya telat karena lagi sibuk banget, terus dukung semua karyaku ya … setelah ini bakal kembali ke Rey yang lagi ngamuk dan bagaimana cara Rhea meredamnya. Simak terus kisah mereka. Terimakasih juga sudah mendukung semuanya … love you all.