Menikahi Seorang Putra Raja

Menikahi Seorang Putra Raja
episode 101 Siap


__ADS_3

Karena musuh yang dihadapi Refald kali ini berbeda dengan musuh-musuh sebelumnya, maka pelindung yang Refald gunakan untuk melindungi orang-orang disekeliling Refald juga berbeda. Setiap orang yang terdiri dari keluarga besar Refald mendapat lapisan pelindung sesuai dengan postur tubuh mereka masing-masing dimulai dari atas hingga bawah mirip seperti pakaian APD, bedanya pakaian ini melekat dengan sendirinya di tubuh orang yang mendapat perlindungan dari pelindung Refald.


Tentu saja, yang bisa melihat lapisan pelindung tersebut hanyalah Refald dan Fey serta seluruh pasukan dedemit Refald saja, yang lainnya tak bisa melihatnya. Dengan pelindung itu, musuh yang tidak lain terdiri dari monster penghisap darah takkan pernah bisa menyentuh tubuh seluruh anggota keluarga Refald kecuali orang-orang yang dilindungi Refald keluar sendiri dari pelindung yang sudah dibuat sang raja dedemit.


“Aku tidak pernah tahu kalau ada pelindung model begini? Apa ini tren baru? Kau punya kekuatan baru lagi, Suamiku? Rasanya seperti memakai jaket saja,” ujar Fey takjub dengan pelindung yang digunakan Refald untuk melindungi seluruh anggotanya beserta dirinya.


“Bukan Honey, ini pelindung sama seperti sebelumnya. Hanya saja, aku membaginya sesuai dengan bentuk tubuh orang-orang yang ada diruangan ini. Itulah kenapa aku tak mengizinkan anak dibawah usia 20 tahun menghadiri acara pesta. Sebab pesta ini, khusus orang dewasa dengan segala roman eksotis mereka.” Refald tersenyum penuh makna dan itu membuat Fey jadi tidak mengerti. Ia menduga kalau ada hal yang disembunyikan Refald darinya.


“Kenapa aku merasa ada yang aneh dengan ucapanmu itu, roman eksotis?” Fey mengulang ucapan suaminya dengan dahi berkerut.


“Honey, monster itu bukan sembarang monster. Mereka punya kekuatan yang tak bisa kuhentikan. Kali ini, bukan cuma aku, kau dan seluruh pasukanku saja yang akan berperang menghadapi mereka, tetapi … kita semua yang ada di sini, juga ikut andil. Para monster itu, punya urusan dengan semua orang yang memiliki pasangan, termasuk kau dan aku.”


“Apa maksudmu, Refald? Aku sama sekali tak mengerti satupun kalimat yang kau ucapkan?”


“Anggap saja, kita semua yang ada disini, akan menghadapi ujian cinta Honey. Jika semua pasangan yang ada disini saling mencintai … maka mereka semua akan selamat dari maut. Sebaliknya, jika cinta setiap pasangan yang ada disini tidak tulus, maka mereka semua akan menghadapi kematian yang tak pernah bisa mereka bayangkan.” Refald menatap tajam seluruh pasukan monster bertopeng yang sudah berdiri berkelompok dihadapannya. Mereka semua terlihat sudah siap berperang dengan Refald.


Sedangkan Fey, hanya bisa menganga mendengar penjelasan suaminya antara tak mengerti dan tak percaya, tapi setiap kata yang keluar dari bibir suaminya, itulah kenyataannya. “Segawat itukah situasi yang ada di sini?” nada suara Fey jadi gemetar membayangkan hal berbahaya yang bakal ia dan Refald hadapi. “Tidak bisakah kau menghentikan mereka hanya dengan sekali tebas? Kau kan raja, kau bisa melakukan apapun yang kau suka.” Fey menatap wajah serius suaminya.

__ADS_1


“Aku memang raja, dan aku memang bisa melakukan apa saja yang aku inginkan. Bahkan jika aku mau, para monster itu bisa saja kubuat tak pernah dapat menginjakkan kakinya di dalam istana ini, tapi Honey …,” Refald beralih menatap wajah cemas istrinya. “Itu namanya menyalahi takdir. Kejadian ini sudah ditakdirkan akan terjadi sejak kau mengandung putra pertama kita. Artinya, mau tidak mau, kau dan aku harus menghadapinya, bukan menentang takdir yang sudah digariskan untuk kita. Kau paham makasudku kan, Honey?


“Dan sekali lagi aku tegaskan padamu mengenai siapa suamimu ini. Aku adalah raja, tapi aku bukan dewa. Aku hanya manusia biasa yang diberkahi dengan kekuatan luar biasa dari leluhurku yang bisa kugunakan untuk menghadapi takdir dimana sudah ditakdirkan untukku ketika bersamamu. Tenta saja, suami tampanmu ini takkan semudah itu dikalahkan walaupun musuh dihadapan kita ini sangat kuat. Jadi, tak ada yang perlu kau khawatirkan Honey. Selama aku masih bernapas, kau dan yang lainnya, akan baik-baik saja.”


Fey terpaku mendengar kata-kata yang entah mengapa membuat jiwa dalam hati Fey bergetar. Ia memang sangat mencintai suami supranaturalnya ini, tapi kali ini … Fey merasa cintanya pada Refald semakin tumbuh pesat dan berkembang. Ingin rasanya ia memeluk tubuh suaminya namun ia segera sadar kalau ini bukanlah saat yang tepat untuk bermesraan.


Tanpa sadar, Fey mengelus perut ratanya dimana kini ada janin yang sedang bekembang didalamnya. Yah … janin ini adalah buah cinta keduanya bersama Refald yang kini sudah mulai tumbuh dan Fey bisa merasakannya.


Anak ini, adalah putra keduaku dengan Refald. Aku sudah bisa merasakannya, batin Fey senang. Rasa malu yang sebelumnya menghantui perasaan Fey, kini sirna seketika dan terganti dengan semangat gelora tinggi untuk menanti buah hati keduanya. Fey sungguh tidak sabar menanti hari lahir putra keduanya ini.


Dengan suara lantang, Refald berteriak memberi aba-aba pada seluruh orang yang ada dibelakangnya. “Kalian semua yang memiliki pasangan, dengarkan aku baik-baik. Pegang erat tangan pasangan kalian masing-masing dan jangan pernah dilepaskan. Jika terlepas, kalian akan celaka.”


Perintah Refald langsung diikuti oleh semua orang yang ada di sini tanpa banyak bertanya ataupun bersuara. Kata-kata Refald wajib dilaksanakan termasuk orangtua Refald sendiri. Bahkan Byon dan Biyancapun ikut melakukan interupsi dari Refald. Semuanya menggenggam erat tangan pasangan mereka masing-masing.


“Oey, Paman biksu Tong Sam Chong? Bagaimana dengan kami yang tergabung dalam IJS?” seru Bima dengan wajah dongkol akutnya. Disaat semua yang ada disini bergandengan tangan, cuma dirinya dan Yeon saja yang tak memiliki pasangan.


“Hei, bodoh! Siapa yang kau maksud dengan kami? Lagian apa itu IJS?” sergah Yeon tak terima. Berdasarkan fakta yang ada, Yeon memang sudah bertunangan, tapi ia sengaja tak mengajak tunangannya kemari karena situasi di sini berbahaya. Tak disangka, justri tempat ini malah dikhususkan untuk berpasang-pasangan. “Tahu gitu kuajak gadis itu,” gumam Yeon lirih dan sedikit menyesal.

__ADS_1


“Siapa yang kau bilang bodoh?” sengal Bima tak terima juga.


“Kau! Bodoh dan juga jomblo! Ah, aku tahu apa itu IJS, kaulah ketua dari IJS itu. Bimashena sang ketua Ikatan Jomblo Sejati.” Yeon tertawa meledek ekpresi muka Bima.


Keduanya hendak berkelahi tapi Refald mencoba mencegah aksi keduanya. Melihat tingkah Bima dan Yeon, Refald teringat Leo. Dua keponakannya itu sama seperti dirinya dan Leo


“Kenapa anak-anakku pada ngak ada akhlak semua?” gumam Leo lirih sambil menutup wajah dengan satu tangannya.


“Lah, bapaknya siapa?” tanya Shena sambil tertawa dan langsung mendapat lirikan tajam dari Leo. Ini pertama kalinya bagi Shena, walau dalam keadaan genting dan berbahaya, ia tak merasa takut sedikitpun.


Sebaliknya, Shena senang karena hal berbahaya ini tak ia lalui sendiri, tapi ia melaluinya bersama dengan seluruh keluarga besar Leo dan orang-orang yang ia sayangi. Kejadian ini mengingatkan Shena pada pesta resepsi pernikahannya dengan Leo dulu. Bedanya, disini masih ada unsur mistis dan fantasi yang pastinya tak dapat diterima oleh akal sehat manusia.


BERSAMBUNG


***


Kira-kira perang seperti apa ya? Tunggu diepisode selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2