Menikahi Seorang Putra Raja

Menikahi Seorang Putra Raja
episode 33 Pemilik Sebenarnya


__ADS_3

Rey dan Rhea sampai dihalaman parkir sebuah restoran yang paling ramai di tempat ini. Pengunjung restoran serba ada ini tak hanya dari kalangan muda mudi saja, tapi juga semua kalangan dari yang muda hingga yang tua. Mereka yang datang kemari sangat menyukai makanan di restoran ini. Selain masakannya yang terbilang enak, suasananya juga nyaman karena menyuguhkan ruangan indoor dan outdoor serta panorama pemandangan alam yang menyejukkan setiap mata semua orang.


Begitu juga yang terjadi pada Rhea, ia langsung takjub melihat panorama alam pegunungan yang membentang luas dibelakang restoran ini.


"Ada dimana kita sekarang? Aku baru tahu ada restoran seramai ini. Pemandangannya juga indah sekali, cocok banget buat ngadem disini," ujar Rhea saat Rey selesai memarkirkan mobil barunya.


"Perbatasan, ini satu-satunya restoran terenak dikota yang berbatasan langsung dengan kota lainnya. Kau coba saja, pasti kau suka dengan menunya. Aku dan ibu, sering datang ke tempat ini. Ibu bilang restoran ini juga menyimpan kenangan indahnya dengan ayah." Rey tersenyum manis sambil membantu melepas sabuk pengaman Rhea tanpa peduli bahwa diluar sana, sedang heboh menantikan Rey dan Rhea keluar dari dalam mobil.


"Kenapa, aku merasa semua orang sedang memerhatikan kita, ya? Apa ini hanya perasaanku saja? Ataukah memang sedang ada artis papan atas yang datang?" tanya Rhea dan Rey langsung tertawa.


"Kita berdualah yang jadi artis dadakan pusat perhatian mereka, Sayang. Apa kau tidak sadar? Mobil baruku inilah penyebabnya."


"Tuh kan benar, mobilmu memang mencolok sekali."


"Mau bagaimana lagi, sudahlah. Jangan hiraukan mereka. Kau tunggu disini, akan ku bukakan pintu untukmu." Lagi-lagi Rey tersenyum dan keluar dari dalam mobilnya.


Tentu saja semua orang langsung kepo tingkat dewa setelah melihat Rey keluar dari dalam mobil dan membukakan pintu mobil untuk Rhea. Semakin hebohlah semua orang yang ada di restoran ini. Suara hingar bingar mulai terdengar dimana-mana melihat betapa mesranya Rey dan Rhea.


"Apa kau tidak terlalu berlebihan? Semua orang memerhatikan kita," protes Rhea saat Rey memeluk pinggangnya dan mengajaknya berjalan bersama-sama.

__ADS_1


"Biarkan saja, aku hanya menunjukkan pada mereka semua bahwa kita adalah pasangan. Kau milikku dan aku milikmu." Rey sengaja mencium kening Rhea semesra mungkin sehingga semua penonton langsung histeris dan hanya bisa gigit jari.


Cewek mana coba yang nggak kelepek-kelepek punya kekasih tampan, keren, cool, kekar, tajir melintir, anak sultan, punya kekuatan super pula? Siapapun yang jadi kekasih Rey, merupakan wanita paling beruntung di dunia. Dan wanita itu, tidak lain dan tidak bukan adalah Rhea. Gadis manis yang rendah hati dan apa adanya. Sekali lihat saja, semua orang pasti setuju kalau mereka berdua adalah pasangan paling serasi. Rey yang tampan dan Rhea yang cantik. Ditambah lagi, Rey terus saja tersenyum pada Rhea sehingga membuat para kaum hawa jadi iri melihatnya.


Memasuki pintu masuk restoran, senyum Rhea memudar dan ia langsung tertegun mendapati ibu mertuanya duduk satu meja dengan kakak angkatnya, yaitu Rara. Tanpa sadar, langkah kakinya pun terhenti seketika. Mendadak, Rhea menjadi was-was, dan yang lebih membuatnya gugup adalah tatapan mata Rara penuh dengan api kebencian tertuju langsung ke arahnya.


Sepertinya, sedang ada ketegangan besar disana. Rhea merasakan firasat yang buruk soal situasi yang terjadi disini. Namun, terlepas dari rasa cemas yang menyelimuti Rhea, Rey menggenggam erat tangan wanita yang amat dicintainya sebagai tanda bahwa semuanya bakal baik-baik saja.


Seakan tahu apa yang yang terjadi pada Rhea, Rey berusaha menenangkannya. "Jangan khawatirkan apapun, Sayang. Ada aku dan ibu disisimu. Rara, sudah melewati batas kesabaran kami semua. Percayalah, ini yang terbaik untukmu dan untuk kita."


Rhea tidak menyahut, ia mulai mengerti apa yang menyebabkan kakak angkatnya, jadi semarah itu padanya. "Padahal, aku berencana memberitahu semua nya tepat setelah aku menyelesaikan ritual terakhirku."


"Jika ayah dan mertua sampai tahu, akibatnya akan lebih fatal Sayang. Aku selalu percaya pada setiap keputusan yang ibu ambil. Sebab ibuku tidak akan membiarkan semua orang yang disayanginya terluka. Apa kau meragukannya?" tanya Rey.


"Kau sungguh ingin tahu siapa pemilik sebenarnya dari pabrik yang dikelola Riska dan keluarganya?" tanya Fey pada Rara. Namun tidak ada sahutan dari Rara karena ia masih belum sadar dari rasa shocknya. "Dialah pemilik pabrik sebenarnya, Rhea Sasikirana Fahrezi. Adik angkatmu sendiri," lanjut Fey sambil menikmati wajah Rara yang bagai mayat hidup itu.


"Tidak, kalian pasti sedang mengerjaiku. Ini tidak mungkin. Kalian berdua ... ini tidak mungkin. Katakan padaku Rhea, bahwa apa yang dikatakan wanita ini, bohong. Mana mungkin kau pemilik pabrik itu. Sandiwara apa yang sedang kalian mainkan ini, ha?" Rara malah masih bisa tersenyum mengejek Rhea dan Rey yang sudah berdiri dihadapannya.


Rey sendiri sudah hendak mengomel tapi ditahan oleh Rhea. Sebagai gantinya, Rhea maju selangkah mendekat ke arah kakaknya. "Jangan pernah kau bersikap kasar pada orang yang paling aku hormati di dunia ini, Kak. Aku masih bisa terima kau menghina dan menginjak-nginjak harga diriku. Aku juga bisa terima perlakuan kasarmu padaku, tapi aku ... tidak akan pernah bisa terima, jika kau bersikap tak pantas pada ibu mertuaku." Rhea menatap tajam mata Rara untuk pertama kalinya. Kata-kata Rara yang seolah merendahkan Fey selaku ibu mertua Rhea telah membuat hati gadis itu tidak bisa memaafkan perangai kakak angkatnya yang sudah melewati batas.

__ADS_1


"Apa? Ka-kau bilang apa barusan? Mertua? Dia? Wanita itu ... huh, jadi nenek sihir ini mertuamu?" mata Rara memelototi Rhea dan sebuah tamparan keras langsung mendarat mulus di pipi Rara.


"Aku tidak pernah main-main dengan ucapanku, Kak. Sudah aku bilang, bersikap baiklah pada ibu mertuaku. Apa kau tidak bisa dengar itu?" bentak Rhea dengan emosi.


Mata Rara langsung menyala merah karena marah setelah ditampar adik angkatnya sendiri. Ia pun mengangkat satu tangannya dan hendak melayangkannya pada Rhea. Sayangnya, tangan itu langsung dihalau kuat oleh Fey langsung memelintirnya.


"Berani kau menyentuh menantuku akan aku buat kau patah tulang tangan dan kaki supaya kau bisa merasakan bagaimana rasanya hidup menderita sebagai orang cacat!" ancam Fey dan semakin menguatkan pelintirannya sehingga Rara mengerang kesakitan."


"Aaarrghh! Lapaskan aku! Kalian menantu dan mertua sama-sama menyebalkan," erang Rara sehingga ia menjadi pusat perhatian banyak orang.


BERSAMBUNG


***


aku kasih bonus 1 episode hari ini karena kemarin ada yang ngasih aku hadiah piala. Hehe ...


sekalian visual Rhea


__ADS_1


sama visual Rey



__ADS_2