Menikahi Seorang Putra Raja

Menikahi Seorang Putra Raja
episode 63


__ADS_3

Malam harinya, Jakson benar-benar menikahi Rara. Pernikahan mereka sengaja digelar apa adanya dan terkesan sederhana. Sebab, bisa dikatakan ini termasuk pernikahan dadakan yang diadakan secara mendadak tanpa melalui persiapan yang matang.


Hal itu dilakukan Jakson karena ia tidak ingin menunda lagi pernikahannya. Ia ingin segera meresmikan hubungannya dengan Rara yang lambat laun, perut Rara semakin lama semakin membesar. Mereka berdua sepakat baru akan mengadakan resepsi pernikahan setelah semuanya siap.


Rey dan Rhea menghadiri acara sakral sebuah pernikahan yang dilakuan Rara dan Jakson sebagai bentuk pengikat cinta suci mereka. Pernikahan keduanya disaksikan beberapa penduduk kota yang dikenal dekat dengan keluarga Jakson.


Acara itupun berjalan dengan lancar dan khidmad. Kini, Rara sah menjadi istri Jakson dan mulai sekarang, Rara juga tinggal dikediaman suaminya.


Rhea turut bahagia melihat kakaknya tersenyum dihari paling spesial dalam hidupnya. Rona kebahagiaan terpancar jelas di wajah Rara. Rhea cuma bisa berharap, Rara terus bahagia bersama dengan orang yang dicintainya.


Tidak seperti pria yang berdiri di sebelah Rhea. Sejak tadi, pria yang tidak lain adalah Rey, terus saja memasang wajah cemberut layaknya benang kusut. Rhea sama sekali tidak tahu apa yang dipikirkan suami ghaibnya ini. Disaat semua ikut bahagia melihat pasangan pengantin baru ala Rara dan Jakson, cuma Rey saja yang berwajah manyun. Sang pangeran itu tidak bersuara atau berucap sepatah katapun, tapi ekspresinya terlihat nelangsa.


"Tersenyumlah, Rey. Masa dipernikahan kakak iparmu kau cemberut begitu? Orang akan mengira kau cemburu dan patah hati akut melihat pernikahan ini," goda Rhea sambil menyenggol bahu Rey dengan bahunya.


"Harusnya yang menikah adalah kau dan aku. Kenapa jadi kakakmu?" Rey masih memasang wajah jutek. Ngambeknya mirip seperti anak kecil.


"Jakson mengambil langkah yang tepat, kakakku sedang hamil sekarang. Akan lebih baik kalau mereka mempercepat pernikahannya tanpa harus ditunda lagi."


"Lalu bagaimana dengan kita? Aku juga mau mengambil langkah paling tepat dengan segera meresmikan hubungannya kita."

__ADS_1


"Kenapa buru-buru, kita masih punya banyak waktu untuk menyiapkan pernikahan yang terjadi dalam sekali seumuran hidup ini."


"Kalau begitu, ayo!" Rey menarik tangan Rhea.


"Kemana? Aku mau mengucapkan selamat dulu pada kakakku!" sergah Rhea.


"Kita bikin anak sekarang, supaya kita juga cepat dinikahkan."


"Hah? Kau gila apa? Lepaskan tanganku!" Rhea memaksakan diri melepas tangannya dari genggaman Rey.


"Iya aku gila!" Rey enggan melepaskan genggaman tangannya. "Dimana para orang tua kita, sekarang? Kenapa tidak muncul juga? Padahal jelas-jelas mereka tahu, sudah waktunya kita menikah." Kini wajah Rey berubah sedikit emosi.


"Apa ... kau tidak ingin menikah denganku?" tanya Rey tiba-tiba. Matanya, menatap tajam manik mata Rhea.


"Tentu saja aku ingin, tapi aku juga harus mempersiapkan diri menjadi nyonya Reyshinhard Refey Dilagara. Bagimu, mungkin itu hanya sebuah nama belakang yang wajib kusandang sebagai istrimu, tapi bagiku itu adalah kehormatan yang harus aku jaga dan aku lindungi dengan nyawaku. Butuh banyak hal untuk menata hati dan jiwaku saat aku menyandang nama belakang suamiku, karena aku juga harus menjaga kehormatannya. Kau mengerti maksudku, kan?" tanya Rhea.


"Tidak, aku tidak mengerti maksud ucapanmu," jawab Rey jujur.


"Sebagai istrimu, aku harus bersikap selayaknya seorang istri. Segala hal yang aku lakukan harus atas izin darimu. Bahkan setiap tutur kata yang kuucapkan kaupun harus tahu. Karena kau bukan manusia biasa Suamiku, kau seorang pangeran. Menjadi istri dari pangeran tidaklah mudah, sedikit kesalahan, bisa berdampak juga pada nama baikmu. Itulah maksudku. Setidaknya, aku harus menunjukkan bahwa aku pantas menjadi pendamping hidup dari pewaris tahta kerajaan Mirza Banta, yang nantinya bakal dipimpin olehmu. Aku harus siap menghadapi segala hal seperti yang dilakukan ibu. Kau tidak tahu, betapa sulitnya itu bagiku, tapi aku mencoba berusaha mengimbangimu, karena aku adalah istrimu." Rhea tersenyum karena Rey menyimak penjelasannya.

__ADS_1


Rey manggut-manggut, tak pernah terpikir dibenaknya hal semacam itu. Tapi Rhea, ternyata ia memikirkan banyak hal yang berhubungan dengan nama baiknya sebagai seorang pangeran. Banyak yang bilang kesuksesan seorang pria, dibaliknya pasti ada wanita yang hebat. Dan Rey baru menyadari itu hari ini. Ayahnya semakin bertambah kuat karena ada ibunya yang selalu ada untuk Refald.


Begitu pula dengan yang dilakukan Rhea sekarang. Rey bahkan tidak pernah memikirkan pernikahan seperti apa yang diinginkan istrinya ini. Selama ini, Rey hanya memikirkan kebahagian yang bakal ia jalani bersama Rhea. Sama sekali tak pernah terpikir bagaimana perasaan Rhea yang ternyata, wanita pujaan hatinya itu bakal menanggung beban besar saat menjadi istrinya.


"Maaf, Sayang. Kau benar, aku terlalu egois dan hanya mementingkan kebahagiaanku sendiri tanpa peduli pada perasaan yang kau rasakan." Rey mencium kedua punggung tangan Rhea.


"Tidak apa-apa, aku tahu kau terlalu mencintaiku. Karena itulah kau ingin segera meresmikan hubungan kita. Percayalah, aku juga sangat menginginkan pernikahan ini. Wanita mana yang tidak ingin menjadi istri dari seorang pangeran Mirza Anta. Pangeran tampan dan seorang anak sultan, semua wanita pasti menginginkannya termasuk juga aku. Masalahnya, ada banyak hal yang harus disiapkan sebelum kita benar-benar menjadi pasangan suami istri. Karena itu bersabarlah, semua pasti akan indah pada waktunya."


Rey langsung menyapu bersih bibir ranum Rhea, sambil tersenyum bahagia. "Kau benar, Sayang. Aku lupa kalau aku seorang pangeran. Aku akan menjadikan hari pernikahan kita menjadi hari yang takkan pernah kau lupakan sepanjang hidup kita karena cinta, telah menyatukan jiwa raga kita berdua.


"Aku mencintaimu, Pangeranku." Rhea merebahkan kepalanya di dada bidang Rey.


"Aku juga mencintaimu, Permaisuriku." Rey mengecup mesra kening Rhea.


Pasangan Rey dan Rhea terlihat begitu serasi di acara pernikahan Rara dan Jakson. Mereka tidak sadar, kalau para orang tua mereka sudah menyiapkan kejutan pernikahan untuk keduanya. Itulah alasan kenapa Refald dan yang lainnya menghilang tanpa kabar dan belum muncul hingga sekarang.


BERSAMBUNG


***

__ADS_1


__ADS_2