Menikahi Seorang Putra Raja

Menikahi Seorang Putra Raja
episode 27 Takjub


__ADS_3

Rey sangat bahagia mendapat hadiah ciuman manis dari Rhea. Sangat mudah membuat wanitanya ini merasa senang terlepas dari semua hal yang menimpanya. Rey tidak bisa mencegah ataupun melarang apapun yang dilakukan kekasihnya selama ia tinggal disini. Sebab, itu adalah urusan pribadi Rhea sendiri.


Yang bisa Rey lakukan adalah menjaga, melindungi dan membantu Rhea bila dibutuhkan seperti saat ini. Rhea takjub dengan keajaiban yang diberikan Rey padanya tepat ketika dirinya dilanda lelah yang amat sangat. Rey berubah jadi penyihir yang bisa menyulap rumahnya menjadi bersih dalam satu kedipan mata.


Entah bagaimana caranya Rey bisa melakukan semua itu, yang jelas dunia sihir Harry Potter saja kalah dengan pria pujaan hati Rhea. Kekuatan Rey masih misteri bagi wanita muda itu karena suami ghaibnya jarang sekali menunjukkan kekuatan yang dia punya sehingga Rhea tidak tahu, seberapa kuat Rey sekarang.


"Sudah cukup mesra-mesraannya. Nanti kita lanjutkan lagi. Tidak enak dilihat tetangga," sindir Rey.


"Aku tidak punya tetangga," cetus Rhea langsung. Bisa-bisannya Rey berkata seperti itu. "Kalaupun aku punya, kau mungkin sudah diusir oleh mereka karena berani masuk ke dalam rumah seorang wanita muda tanpa izin disaat keluarganya tidak ada dirumah."


Rey tersenyum sambil melepas pelukannya. "Aku akan bilang sama mereka kalau aku adalah suamimu. Dengan begitu mereka tidak akan mungkin mengusirku sekalipun aku tidur satu kamar denganmu."


"Mereka tidak akan percaya kalau kita sudah menikah. Sebab pernikahan kita tidak terjadi di dunia ini, melainkan di dunia lain."


"Ada buktinya." Rey mengangkat tangan kanannya dan meraih tangan kiri Rhea. Ada gelang hitam dikedua tangan mereka. Gelang tersenyum merupakan simbol cinta mereka yang sudah terikat dalam pernikahan meski bukan terjadi di dunia ini. "Kau lihat gelang ini?" Rey menunjukkan gelangnya.


"Ehm, ini gelang yang diberikan leluhurmu tepat dihari pernikahan kita."


Rey menatap Rhea sambil membelai lembut pipinya. "Tidak akan ada siapapun yang bisa melarangku untuk menemuimu kapanpun aku mau. Karena kau sudah menikah denganku. Hanya tinggal tunggu waktu saja, kapan pernikahan nyata kita dilangsungkan. Jika aku mau, aku bisa menikahimu sekarang juga. Namun, pernikahan kita ini adalah pernikahan sekali seumur hidup dan kau ingin dihari bahagia kita, kedua orang kita hadir ditengahnya. Sebab itulah, aku menahan diriku untuk menuruti semua keinginanmu dengan bersabar menunggu sampai kau benar-benar siap menikah denganku." Rey mencium mesra Rhea.


"Terimakasih Rey, kau sungguh pengertian sekali." Rhea merebahkan kepalanya di dada Rey. Tiba-tiba saja air matanya mengalir membasahi kemeja suaminya.


"Kau menangis?" Rey mencoba melihat wajah Rhea tapi gadis itu menolak. Ia menyembunyikan mukanya Didada Rey dan menangis sekencang-kencangnya. Rhea berusaha melepaskan semua rasa kesedihan yang selama ini terpendam dihatinya.

__ADS_1


"Aku sangat merindukan ayah dan ibuku, Rey. Selama 3 tahun terakhir aku kehilangan ingatanku. Namun, tetap saja hatiku terasa hampa seolah aku kehilangan sesuatu yang besar. Begitu ingatanku kembali, rasa sesak didada kembali terasa saat mengingat kenangan masa laluku bersama dengan kedua orangtuaku. Aku sangat merindukan mereka tetapi tidak tahu apa yang harus aku lakukan," Isak Rhea dalam pelukan Rey.


"Aku mengerti, Sayang. Aku sangat mengerti seperti apa penderitaan yang kau alami demi kami semua. 5 hari lagi, setelah itu, semuanya akan berakhir. Kau tak perlu lagi mendapat hinaan dan perlakuan buruk dari kakak angkatmu. Kau dan aku akan berkumpul bersama dengan orangtua kita selamanya. Sampai hari itu tiba, aku akan selalu ada untukmu. Jangan menangis lagi, oke. Air matamu membuat kemejaku basah. Apa kata ibu nanti, ia pasti mengira yang bukan-bukan tentang kita," canda Rey.


Rhea pun berhenti menangis dan mulai mau mengangkat kepalanya. Wajahnya jadi sembab karena terlalu banyak mengeluarkan air mata.


"Maaf, aku terbawa emosi dan jadi curhat padamu." Rhea mengusap sisa air matanya tapi masih malu menatap wajah Rey karena Rhea telah menunjukkan sisi lemahnya.


"Tidak apa-apa, Sayang. Kau tetap cantik meski habis menangis. Kau boleh berkeluh kesah padaku. Aku bersedia meminjamkan tubuhku bila kau membutuhkannya."


"Kau mulai mesum lagi." Rhea cemberut, tapi juga mulai tersenyum.


"Kau yang mesum, Sayang. Maksudku, kau bisa bersandar padaku jika ingin mencurahkan semua perasaanmu." Sekali lagi Rey memeluk erat Rhea. "Seperti ini contohnya. Aku harap aku bisa menenangkan hatimu."


"Terimakasihnya nanti saja. Ayo, kita harus segera pergi dari sini. Ibu mungkin sudah lama menunggu kita." Rey langsung membawa Rhea ketempat Fey sedang menunggu kedatangan mereka.


***


Tadinya, Rhea pikir Rey bakal membawanya kerumah Rey seperti biasanya. Namun, ternyata Rey malah mengajak kekaksihnya ke tempat yang Rhea kira sebuah showroom besar dimana terdapat banyak sekali mobil-mobil mewah didalamnya. Tak tanggung-tanggung, mobil-mobil mewah itu berharga fantastis bahkan beberapa diantaranya baru saja diluncurkan.


"Kenapa kau malah mengajakku ke showroom? Kau mau beli mobil? Bukankah kau bisa berteleportasi lebih cepat dari mobil-mobil ini?" tanya Rhea.


"Ini bukan showroom, Sayang. Ini adalah garasi pribadi keluarga besar kami, Yeonlah yang mengurus semuanya. Ibu menyuruhku kemari untuk menyampaikan pesan pada Yeon."

__ADS_1


"Yeon? Siapa dia? Pesan apa yang ibu sampaikan untuknya." Rhea penasaran, tapi entah kenapa ia tidak asing lagi mendengar nama itu.


"Yeon adalah adik sepupuku. Putra sulung paman Leo dan bibi Shena. Aku rasa kau pernah mendengarnya karena orangtuamu juga tahu siapa mereka."


"Aku masih belum bisa mengingat semuanya."


"Nanti pasti kau akan ingat. Kau tunggu disini, aku akan menemui Yeon dulu."


Rhea menggangguk pelan, dan gadis itu memutuskan untuk berkeliling mengitari tempat ini sambil melihat-lihat mobil-mobil mewah yang terpajang rapi ditempatnya. Rhea sungguh tidak mengenali semua jenis mobil digedung yang entah berapa hektar luasnya. Yang jelas bentuk mobil yang ada disini sungguh unik dan menarik. Bahkan ada yang bentuknya perpaduan antara mobil klasik dan modern. Dan juga model-model baru lainnya. Namun, kebanyakan mobil mahal ini hanya muat untuk 2 orang saja. Bahkan malah ada yang muat cuma untuk satu orang. Hampir semua semua mobil disini adalah mobil sport supercar berharga fantastis.


"Kalau cm muat 1 atau 2 orang, apa bedanya dengan motor?" Celetuk Rhea. Ia terus mengamati semua mobil yang ada disekelilingnya.


"Iran?" Seru seseorang dari jauh. "Kau Iran, kan? Si gadis penjaga goa hantu?" Sorang laki-laki muda langsung berlari menuju arah Rhea dan hendak memeluknya kalau saja Rey tidak datang tepat waktu dan mendorong kuat tubuh pria muda itu sampai membentur dinding sebelum bisa menyentuh Rhea.


"Berani menyentuhnya, akan kubuat kau jadi daging panggang!" ancam Rey dengan kilatan api kemarahan.


BERSAMBUNG


***


Kisah Yeon anaknya Leo nanti ada sendiri. Ditunggu aja ya ...


Terimakasih atas semua dukungannya selama ini.

__ADS_1


__ADS_2