
Shena hanya bisa mengamati dengan saksama apa yang dilakukan kakak iparnya saat istri Refald itu memejamkan mata. Meski ini bukan yang pertama kali Shena mengalami hal magis seperti ini, tetap saja ia merasa was-was dan jantungnya berdetak dengan kencang. Shena yakin, saat ini yang bakal ia hadapi bukanlah manusia atau mafia seperti musuh-musuh suaminya.
Sebab, kalau sudah berhubungan dengan Fey ataupun Refald, yang sering muncul adalah makhluk astral tak kasat mata. Dan Shena, mau tidak mau juga mulai terbiasa. Sejak mengenal Refald dan Fey, Shena bahkan tidak takut lagi dengan makhluk yang namanya dedemit hantu fenomenal yang ada di negara ini saking seringnya mengalami hal mistis.
Mendadak bulu kuduk Shena mulai berdiri dan ia merasakan hawa yang dingin meskipun tidak ada angin yang bertiup. Semerbak harumnya bunga kantil bercampur melati begitu menyengat hidung Shena.
Yah, tidak salah lagi. Semua hal yang dialami Shena, berhubungan dengan kedatangan makhluk astral tak kasat mata. Siapa lagi kalau bukan salah satu pasukan dedemit Refald yang paling fenomenal, si mbak Kun dan suaminya, iblis pecinta Drakor, Arka.
Hadirnya dua makhluk pasangan fenomenal mbak Kun dan Arka ini tentu saja untuk memenuhi panggilan Fey yang memanggil mereka berdua datang kemari.
"Anda memangil saya Ratu?" tanya mbak Kun sambil menundukkan kepalanya dihadapan Fey sebagai bentuk tanda hormat pada Ratunya.
Fey membuka mata dan menatap senang sosok yang sudah lama tak dijumpainya. "Maaf kalau aku mengganggu waktu bulan madu kalian berdua. Tapi ... aku sedang terdesak sehingga membutuhkan bantuan kalian disini." Fey menatap mbak Kun yang masih menundukkan kepalanya.
Untuk sesaat, suasana menjadi hening dan tidak ada sahutan lagi dari mbak Kun. Hal itu membuat Fey bingung sekaligus penasaran atas apa yang terjadi pada salah satu pasukan dedemit suaminya ini.
Sedangkan Shena, jangan ditanya. Walau ia tak bisa melihat sosok yang diajak bicara oleh Fey. Shena tetap bisa merasakan hawa keberatan makhluk astral tak kasat mata itu dan memilih untuk tetap diam saja. Ia tidak ingin ikut campur urusan Fey dan pasukan dedemitnya.
"Mbak Kun ... apa yang sedang kau lakukan? Angkat kepalamu? Dan tatap aku!"
"Maaf Ratu, saya merasakan ada aura yang begitu kuat. Aura itu membuat saya harus terus menundukkan kepala saya, Ratu."
__ADS_1
"Aku tahu, mbak Kun. Refald dan adiknya sedang terjebak disuatu tempat. Aku tidak tahu tempat apa itu, yang jelas aku tidak bisa melangkah lebih jauh dari sini. Aku merasakan hawa keberadaan suamiku disekitarku. Hanya saja aku tak bisa melihatnya. Bisakah kau memberitahuku? Tempat apa ini?"
"Hamba baru saja tahu, Ratu. Raja sedang terjabak di pusaran medan magnet bumi yang lokasinya berada 100 meter dari tempat kita berdiri sekarang. Jika anda melangkah maju kesana, tak menuntut kemungkinan anda juga akan terjebak didalamnya."
"Medan magnet? Apa itu? Apa itu semacam medan geomagnetik seperti yang ada di mata pelajaran IPA atau ilmu alam lainnya? Semacam itukah?" mata Fey terus menatap sosok dedemit itu.
"Benar putri, bumi memiliki magnet yang membentang luas dari bagian dalam bumi hingga luar angkasa. Dan memiliki ujung yang kita kenal sebagai kutub Utara dan kutub selatan. Letak dan kekuatan medan magnet bumi ini selalu berubah-ubah Ratu, dan tidak ada yang tahu kapan medan magnet itu bergeser dari satu tempat ke tempat lain," terang mbak Kun masih sambil menundukkan kepalanya. Ia sama sekali tidak berani mengangkatnya entah kenapa.
"Maksudmu, Refald dan Leo sedang terjebak dalam pusaran medan magnet tersebut? Lalu apakah mereka bisa keluar dari medan itu?" Fey terus bertanya tanpa jeda. Sebab, ia memang membutuhkan banyak informasi agar bisa menyusun rencana dan menyelamatkan suaminya.
"Itulah masalahnya, Ratu. Siapapun yang terjebak dalam pusaran medan magnet tersebut, mereka tidak akan pernah bisa keluar kecuali medan ini bergeser dan berpindah tempat. Sialnya, itu baru bisa terjadi, minimal 3 tahun sekali dan maksimum 300 juta tahun sekali."
"Apa?" teriak Fey dan langsung membuat Shena kaget serta bingung. Itu karena Shena tak bisa melihat ataupun mendengarkan percakapan Fey dan pasukannya.
"Benar, Ratu. Itulah yang kami tahu. Lebih buruknya lagi adalah medan magnet itu telah menetralisir semua makhluk yang memiliki kekuatan alam seperti kekuatan kami semua."
"Apa maksudmu mbak Kun? Aku tidak mengerti sama sekali." Fey semakin menatap tajam mbak Kun.
"Kami tak bisa menggunakan kekuatan kami jika masuk ke dalam pusaran medan magnet tersebut, Ratu. Dengan kata lain. Kekuatan raja, tak dapat digunakan didalam sana."
"Apa?" Fey langsung terhuyung mundur, mulutnya menganga lebar saking shocknya. "Inikah sebabnya ia tak bisa berkomunikasi lagi dengan Refald melalui telepati?" gumam Fey. "Apa rekan-rekanmu yang lainnya juga mengalami hal serupa?"
__ADS_1
"Benar, Ratu. Saya sudah mencoba untuk menghubungi semuanya tapi tak satupun dari mereka menjawab panggilan saya."
Fey terdiam memikirkan fakta yang begitu mengejutkan ini. Ia tidak pernah menyangka kalau masalahnya jadi semakin sulit tanpa Refald dan kekuatannya.
"Tidak mungkin, ini benar-benar tidak mungkin!" Fey memegang kepalanya dengan kedua tangan. Dalam situasi seperti ini, Fey tidak boleh terbawa emosi. Ia harus segera mencari cara untuk mengeluarkan suaminya dari dalam sana meskipun ia tak bisa menyelesaikan rasa keterkejutannya.
Fey ingin bertanya sesuatu lagi kepada mbak Kun tapi ia baru sadar kalau sosok makhluk astral ini masih belum bergeming dari tempatnya dan tetap menundukkan kepalanya.
"Apa yang kau lakukan mbak Kun, cepat angkat kepalamu. Kenapa kau sejak tadi terus saja menunduk?" Rasa shock Fey belum hilang, kini ditambah dengan aksi mbak Kun yang jadi aneh dan tak biasanya seperti itu.
"Hamba tidak bisa Ratu. Ada aura dengan kekuatan besar membuat saya harus terus menundukkan kepala saya."
"Refald tidak akan keberatan kalau kau mengangkat kepalamu sekarang," ujar Fey.
"Bukan raja yang saya maksud, Ratu. Aura yang saya rasakan , kekuatannya jauh lebih besar daripada kekuatan Raja."
Kata-kata mbak Kun lebih membuat Fey pusing lagi. "Mbak Kun, bicaralah yang jelas, jangan setengah-setengah begitu? Selama ini tak ada yang bisa menandingi kekuatan Refald. Bagaimana bisa kau bicara seperti itu? Apa maksudmu?"
"Beberapa Minggu yang lalu mungkin benar, Ratu. Raja memang tak tertandingi. Tapi sekarang, ada yang bisa menandinginya. Saya rasa, Raja sudah memberitahu anda sebelumnya." ucapan mbak Kun terlihat sangat serius sehingga membuat Fey jadi berpikir dan mengingat-ingat setiap kata yang pernah diucapkan Refald padanya.
BERSAMBUNG
__ADS_1
***