Menikahi Seorang Putra Raja

Menikahi Seorang Putra Raja
episode 135


__ADS_3

Malampun tiba, Shena mengendap-endap menuju ruang penjara dimana suaminya di tahan oleh pengawal kerajaan istana tempat Fey alias Candra kirana yang menyamar bersemayam sekarang. Shena memakai pakaian serba hitam ala khas kerajaan di zaman dahulu yang diberikan oleh Kuda Perwira padanya. Untuk menutupi tubuhnya, Shena menggunakan tudung hitam panjang dan lebar hingga menutupi seluruh bagian tubuhnya agar mudah menyamarkan diri dimalam hari bila ia ketahuan.


Sesampainya di depan pagar, Shena membuka tudungnya dan mengamati keadaan sekitar yang kebetulan sepi. Dari kejauhan, Shena bisa melihat Leo berjalan mondar mandir kesana kemari dengan gelisah di dalam sel nya. Tak jauh dari penjara kayu itu, ada seorang penjaga yang sedang tidur. Ini kesempatan emas bagi Shena agar ia bisa bicara dengan suaminya. Syukur-syukur kalau dewi fortuna memihaknya, Shena ingin membebaskan Leo dan mengeluarkannya dari sini.


Belum juga niatnya itu kesampaian, tiba-tiba saja, seorang dayang melewati Shena dari arah belakang sambil membawa nampan berisi makanan. Sepertinya makanan itu sengaja diberikan pada penjaga yang bertugas dalam penjara. Buru-buru Shena berlari kearah dayang itu dan menghentikan langkahnya.


“Nyisanak, tunggu!” ujar Shena menghadang jalan dayang yang menatapnya heran. Dayang itu bertanya-tanya bagaimana bisa Shena masuk kemari.


“Ada apa, Nyi?” tanya dayang tersebut tanpa curiga sedikitpun. Bahkan ia langsung mengenal Shena. Padahal istri Leo itu sudah menutupi wajah dan tubuhnya dengan tudung hitam tapi tetap saja ia mudah dikenali.


“Kok Nyai tahu saya perempuan?” tanya Shena heran. Ia khawatir kalau dirinya sekarang ketahuan menyelinap diam-diam kemari.


“Tak banyak penghuni wanita diistana ini, Nyi. Tentu saja saya langsung tahu.”


Shena terdiam, dayang ini tidak sadar kalau raja dan pengawalnya adalah wanita yang menyamar sebagai pria. Semua itu sudah tertulis didalam cerita. Istana megah ini takkan bisa bertahan lama karena sang raja yang tak lain adalah Candra Kirana akan meninggalkan istana ini begitu tunangannya, Raden Inu Kartapati menikahi adik tirinya. Yang menjadi pertanyaan dalam benak Shena adalah apakah Raden Inu Kartapati itu Refald atau bukan? Teka teki ini belum bisa dipecahkan oleh Shena karena ia belum bertemu dengan Refald.


“Biar saya yang membantu membawakan makanan untuk kisanak-kisanak itu, pekerjaan Nyai kan banyak sekali, izinkan saya membantu sedikit,” tawar Shena.

__ADS_1


“Ohalah, bilang saja kalau Nyai sedang ingin bertemu sama aden ganteng yang ada dalam penjara itu. Semua dayang di istana berebut ingin mengantarkan makanan ini ke penjara, tapi Raja Panji menyuruh sayalah yang mengantarkannya karena tak menemukan Nyai dimana-mana.”


“Hah? Apa maksud, Nyai?” tanya Shena heran. Kenapa Raja Panji alias kakak iparnya menginginkan Shena yang mengantar makanan ini.


“Iya Nyi, Raja Panji sedang mencari Nyai sejak tadi, tapi beliau tak menemukan Nyai dimanapun, makanya beliau meminta saya menggantikan Nyai mengantarkan makanan karena kekasih saya juga sedang bertugas disitu.” Dayang itu tersenyum sambil menunjuk penjaga yang ternyata merupakan kekasih dari dayang ini.


Shena mengikuti petunjuk dayang itu dan betapa terkejutnya ia setelah melihat wajah penjaga penjara Leo dengan jelas. “Astaga, itu kan Roy?” gumam Shena shock, ia langsung memutar balik tubuhnya kembali menghadap si dayang yang ternyata sangat mirip sekali dengan Laura. “La-Laura?” ujar Shena semakin terkejut.


Karena rambut dayang yang mirip Laura itu disanggul, wajah blasteran Jepang Laura sama sekali tak terlihat, apalagi ini malam dan hanya ditemani cahaya lilin yang menempel di dinding. Sama sekali tak ada listrik di dunia ini sehingga Shena tak mengenali betul wajah sahabatnya yang ternyata di dunia ini adalah seorang dayang.


Setelah diamati dengan seksama, maka jelas bahwa wanita cantik nan anggun ini memang mirip sekali dengan sahabatnya, yaitu Laura di zaman modern. “Ada apa dengan dunia ini?” gumam Shena lagi. Ia benar-benar sangat shock setelah tahu Laura dan Roy ada di dunia ini juga meskipun sebenarnya mereka berdua adalah orang asing bagi Shena.


Kedua wanita cantik itu berjalan bersama menuju ke tempat penjaga penjara dan Leo berada. Penjaga yang merupakan kekasih dayang ini terkejut melihat Shena datang bersama dengan wanita pujaan hatinya. Shena sendiri semakin terkejut melihat betapa miripnya Roy dengan penjaga penjara ini. Hanya pakaian mereka saja yang berbeda.


“Diajeng Laksmi? Apa yang kau lakukan? Kenapa Diajeng membawa wanita itu kemari?” tanya penjaga yang mirip Roy pada dayang yang mirip dengan Laura.


Sungguh tawa Shena serasa ingin pecah mendengar panggilan penjaga itu kepada dayang cantik ini. Apa jadinya jika Roy yang ada di zaman modern menerapkan panggilan ‘Diajeng’ pada Laura? Shena tak bisa membayangkannya, pasti terdengar lucu sekali.

__ADS_1


“Kang Raynar,” ujar Laura dan semakin tak tahanlah Shena untuk tidak tertawa. Nama merekapun bahkan hampir sama, Roy-Raynar dan Laura-Laksmi. Namun mati-matian Shena menahan diri agar tawanya tidak pecah.“ Akang, dengar dulu penjelasan Laksmi. Raja Panjilah yang mengizinkan nyai ini bertemu dengan kisanak itu. Makanya Laksmi ajak kemari. Sekarang biarkan mereka bicara. Akang makan dulu saja, pasti Akang lapar, kan?” bujuk dayang cantik itu untuk mengalihkan perhatian.


Melihat betapa lembutnya suara Laura, Shena jadi terharu. Laura yang disini, sangat bertolak belakang dengan Laura yang ada di dunia modern. Begitupula dengan Roy. Namun mereka berdua tetap sama-sama sweet banget. Shena yang sudah bisa mengontrol diri mengabaikan mereka berdua dan mendekat ke tempat suaminya berada.


Awalnya Leo cuek karena tidak mengenali penampilan Shena yang sekarang. Namun, Shena terus saja memanggil nama Leo sehingga suaminya itu maju mendekat ke arah Shena berdiri. “Leo … ini aku,” kau dengar aku?” tanya Shena dari balik sel kayu yang menghalangi dirinya dan Leo.


“Shena, kaukah itu?” tanya Leo. Ia menggengam erat tangan Shena yang menempel di kayu penjara. Keduanya saling berhadapan satu sama lain.


“Iya, ini aku. Bagaimana keadaanmu?” tanya Shena senang karena akhirnya bisa bertemu kembali dengan suaminya.


“Aku baik, hanya saja aku bingung, mereka semua tiba-tiba saja menangkapku tanpa alasan yang jelas dan membawaku kemari. Ada apa ini? Kita ada dimana? Kenapa kak Fey tak mengenaliku? Malah aku dimasukkan kemari? Kandang apa ini? Memangnya aku macan apa? Dan kenapa bahasa serta pakaian mereka berbeda dengan kita? Dan kau? Kenapa kau pakai pakaian seperti itu? Lekukan tubuhmu jadi terlihat. Ganti baju sana! Aku tidak ingin ada laki-laki lain melihatmu seperti ini.” Ini pertama kalinya Shena melihat suami gengsternya jadi secerewet itu.


Shena langsung memukul pelan dada Leo yang terus saja bertanya ini itu tanpa henti sehingga Shena jadi bingung, mana dulu yang harus ia jawab. “Kau ini! Satu-satu dong tanyanya. Sekarang bukan saatnya mencemaskan pakaian apa yang kukenakan. Tapi kita harus mencari cara agar bisa secepatnya keluar dari dimensi ini.”


“Dimensi? Apa maksudmu?” tanya Leo semakin bingung.


BERSAMBUNG

__ADS_1


****


__ADS_2