Menikahi Seorang Putra Raja

Menikahi Seorang Putra Raja
episode 76


__ADS_3

Dua sosok hitam berkepala marshmello datang kearah Rey dan berdiri dibelakangnya. Namun, Rey menoleh kearah sosok tersebut dan melarang mereka supaya tidak melangkah lebih dekat lagi.


“Aku akan melakukannya. Tetaplah disitu dan jangan coba-coba mendekat,” geram Rey sambil menyeka air matanya. Ia kembali menatap wajah cantik Rhea yang begitu mengkhawatirkannya. “Aku … merindukanmu, Sayang. Dan aku … juga sangat mencintaimu.” Rey meraih kedua pipi Rhea dengan kedua tangannya.


“Aku tahu, tapi kenapa ….” Belum juga Rhea melanjutkan kalimatnya, tiba-tiba saja Rey mencium Rhea dengan mesra sehingga membuat Rhea terkejut karena dicium Rey seperti itu.


Rey memejamkan mata dan menyerahkan seluruh jiwa dan raganya untuk Rhea. Ia melakukan apa yang diperintahkan naga hitam itu walau ia tidak tahu apakah ia berhasil atau tidak. Lama juga Rey mencium Rhea sampai keduanya kehabisan napas. Rhea sendiri ingin memisahkan diri, tapi Rey tetap mencium Rhea sampai dua sosok dibelakangnya memberi aba-aba kapan Rey harus mengakhiri ciuman pelepas segelnya.


“Sudah, cukup!” ujar salah satu sosok hitam berkepala marshmello dan Reypun langsung menyudahi ciumannya.


Rhea bingung dengan semua yang dilakukan Rey padanya. Ia yakin, ciuman tadi bukanlah ciuman biasa. Pasti ada sesuatu tapi ia tidak tahu apa itu. “Apa ini?” Tanya Rhea mulai menyadari ada yang tidak beres dengan Rey.


“Maafkan aku, Sayang. Aku … terpaksa melakukannya,” ujar Rey lirih tanpa ekspresi. Ia menundukkan kepalanya didepan Rhea.


“Apa maksudmu?” tanya Rhea bingung.


Reypun menjelaskan apa yang terjadi saat sebelum ia datang kemari lengkap dengan ritual pernikahan yang sudah ia jalani serta alasan kenapa ia harus mencium Rhea seperti tadi. Seakan kejatuhan batu yang amat besar, hati Rhea berasa hancur lebur mendengar penjelasan suaminya. Airmatanya mengalir deras tanpa henti bahkan saat Rey sudah selesai menjelaskan semuanya.


Gadis itu langsung menangis sesenggukan membayangkan apa yang sudah terjadi diluar sana. Sungguh Rhea tidak ingin memercayai semua ini. Namun, melihat betapa hancurnya Rey sekarang, rasanya tidak mungkin kalau ini tidak nyata. Walau hatinya patah menjadi potongan debu. Rhea masih bisa merasakan betapa besarnya cinta Rey untuknya. Rhea tidak bisa membayangkan betapa sulitnya Rey menghadapi semua ini demi dirinnya. Bagaimanapun juga, kejadian ini, serta apa yang dialami Rey, disebabkan olehnya. Dialah penyebab kekacauan ini sehingga semua orang termasuk pria yang amat dicintainya ini harus menderita karenanya.


Rhea manangis, tapi ia berusaha kuat dan tegar terutama didepan Rey. Semuanya sudah terlanjur terjadi. Kenyataan bahwa orang yang dicintainya ini sudah bukan suaminya lagi memang sangat menyakitkan hati, tapi Rhea harus bisa menerimanya walau ia tidak rela. Orang yang ada dihadapannya ini sudah bukan siapa-siapannya. Mereka berdua, sudah bukan pasangan kekasih lagi.

__ADS_1


Kini, Rhea tidak tahu harus bagaimana, parasaannya campur aduk tak karuan. Tiba-tiba saja, Rhea merasa canggung berada didekat Rey. Mati-matian Rhea mencoba menguatkan hati agar tetap tegar dan berusaha keras mengiklaskan semua ini walau ia tidak yakin apakah ia bisa. Namun tidak ada pilihan lain bagi Rhea. Dengan hati yang berat, ia harus rela melepaskan Rey bagaimanapun caranya.


“Pergilah Rey. Sudah saatnya kau pergi,” ujar Rhea lirih tapi air matanya masih saja mengalir. Padahal ia sudah menahannya tetapi tetap saja tidak bisa. Air mata itu terus memaksa keluar.


“Rhea,” seru Rey yang juga ikut menangis. Ingin sekali ia memeluk gadis itu tapi ia sudah tidak bisa melakukannya lagi. Semakin remuklah hati Rey saat ini.


“Meski kita sudah tidak bisa bersama lagi,” isak Rhea. “Aku … tetap akan mencintaimu seumur hidupku, Rey. Kau jangan khawatir, aku bisa hidup dengan baik walau kau tidak ada lagi disisiku. Tapi sebagai gantinya … kau juga harus hidup dengan baik demi aku.” Rhea manangis sambil terus menyeka air matanya.


“Rhea ….” Rey terus memanggil nama pujaan hatinya.


“Aku tidak akan pernah melupakanmu sampai kapanpun karena kaulah satu-satunya orang yang aku cintai di dunia ini. Semoga kau bahagia, Rey. Dan terimaksih untuk semuanya. Maafkan aku juga … maaf untuk segala-galanya. Maafkan aku, karena kau kehilangan keluargamu gara-gara aku. Maafkan aku Rey … aku hanya berharap yang terbaik untukmu. Aku … aku … mencintaimu.” Rhea sudah tak kuasa berbicara lagi, dan ia langsung pergi meninggalkan Rey dengan berlari kencang ke segala arah.


Hati Rhea hancur sehancur-hancurnya. Ia berlari sambil terus menekan dadanya yang serasa sesak. Sungguh Rhea tidak bisa membayangkan pria yang selama ini menjadi suaminya, kini sudah menjadi milik orang lain.


Sementara ditempat tadi, Rey yang tersadar bahwa kekasihnya telah pergi, langsung berteriak memanggil-manggil nama Rhea.


“Rhea!” panggil Rey yang sedari tadi juga menangis tanpa bisa berkata-kata saat mendengar ucapan Rhea. Ia hendak menyusul Rhea pergi, tapi langkahnya dihadang oleh sosok hitam berkepala marshmello yang sejak tadi ada dibelakang Rey.


“Kau harus cepat kembali, gadis itu biar aku yang urus,” ujar salah satu sosok hitam tersebut.


“Apa yang akan kau lakukan padanya?” bentak Rey dengan lantang, bodo amat dengan kekuatan yang ia punya ini mau hilang atau tidak. Rey sudah tidak bisa menahan lagi amarahnya. Ia benar-benar marah kali ini.

__ADS_1


“Tentu saja mengembalikan dia ke tempat asalnya, bukankah kau sudah menepati janjimu? Naga hitam itu juga akan menepati janjinya,” terang sosok hitam itu dan langsung pergi menyusul Rhea.


Sementara sosok hitam satunya, mengawal Rey untuk segera kembali menghadap naga yang sedang menunggunya. Rey berjalan gontai seperti mayat hidup. Jiwanya serasa mati seiring dengan kepergian Rhea dari kehidupannya. Naga yang melihat kondisi Reypun jadi tidak suka.


“Sepertinya, kau butuh istirahat, Pangeran. Pergilah ke kemarmu, dan temui pengantinmu. Aku yakin, kau tidak akan menyesal. Karena istrimu yang sekarang, jauh lebih cantik dari Rhea.”


Rey tidak menjawab, entah ia bisa mendengar ucapan naga itu atau tidak. Pangeran yang sedang patah hati itu lebih mirip robot berjalan ketimbang manusia. Jiwa dan pikikrannya kosong entah kemana.


Sosok hitam tadi tetap setia mengawal Rey menuju ruang peristirahatannya dimana sudah ada seseorang yang menunggunya. Begitu pintu ruang terbuka, Rey masuk dengan kepala tertunduk lesu dan tidak ada semangat untuk hidup. Sosok hitam itu menutup pintu dan membiarkan Rey berdua saja dengan seseorang yang tidak lain adalah istri Rey yang sekarang.


Untuk beberapa saat, suasana memang hening. Rey juga tetap standby ditempatnya dan sama sekali tidak tertarik melihat ruang pengantinnya. Namun, ada yang aneh saat ia melihat sosok tubuh wanita terbaring lemah diatas tempat tidur dan sama sekali tidak bergerak sedikitpun.


Awalnya Rey mencoba tidak peduli karena ia tidak kenal dengan wanita itu, tapi hatinya terus meminta supaya Rey memeriksa keadaannya. Lama juga Rey berperang dengan hatinya dan ia pun akhirnya mencoba menuruti suara hati Rey untuk memeriksa apakah wanita itu baik-baik saja atau tidak. Sebab ini sudah satu jam lamanya tapi wanita itu tetap tidak bergerak.


Perlahan Rey mendekat dan menyibak rambut wanita yang menutupi wajahnya, dan betapa terkejutnya Rey setelah tahu siapakah wanita yang terbaring lemah tak berdaya diatas tempat tidur pengantinnya.


“Rhea! Astaga ... apa yang terjadi denganmu?” Rey langsung duduk di samping wanita yang ternyata adalah Rhea. Rey menepuk pelan wajah wanita pujaan hatinya ini dengan ekspresi yang amat sangat cemas.


BERSAMBUNG


***

__ADS_1


Puaskan .. hayoo .. siapa yang tadi nangis? Hehe ....


__ADS_2