
Rey hanya tersenyum melihat wajah terkejut mertuanya. Selama ini, ia memang jarang berkomunikasi dengan para pasukan ayahnya. Namun, Rey sangat menghormati para makhluk astral tak kasat mata itu sama seperti mereka menghormati Rey sebagai pangeran, putra dari raja dedemit Refald.
Bagi Rey, pasukan ayahnya adalah keluarga besarnya di dunia lain selain dunia nyata tentunya. Dan Rey sama sekali tak pernah bersikap seenaknya walau ia adalah seorang pangeran. Rey malah beranggapan bahwa dirinya adalah manusia biasa seperti yang lainnya. Hal itulah yang membuat para pasukan Refald termasuk pak Po sangat menghormati putra Refald dan Fey.
“Apa yang Ayah lakukan di sini? Kenapa tidak masuk ke dalam? Apa Ayah tidak mau menemuiku dan Rhea di hari bahagia kami?” tanya Rey to the point dan itu malah membuat pak Po semakin terisak sedih.
“Bukan begitu Pangeran, saya hanya tidak tahu apa yang harus saya katakan. Putriku … sudah menjadi milik anda seutuhnya sekarang. Dan saya tidak perlu khawatir lagi karena anda pasti akan membahagiakan Rhea lebih dari yang saya dan Divani lakukan.” Pak Po terus menunduk dihadapan Rey. Ia sadar bawa selama ini, Rhea tumbuh di keluarga yang abnormal dan berbeda dengan para manusia pada umumnya.
Namun, putrinya itu sama sekali tidak mengeluh dan cenderung menikmati hidupnya bahkan sampai mendapat julukan sebagai ‘gadis penjaga goa’. Rhea tidak merasa malu atau minder sedikitpun. Jika orang lain, mungkin ia tidak akan bisa menerima situasi aneh bin ajaib ini. Manusia mana yang mau tinggal di goa dengan berorangtuakan dedemit seperti pak Po dan Divani.
Orang normal biasa pasti akan menganggap semua ini gila dan tidak masuk akal. Namun hal itu tak terjadi pada Rhea. Gadis cantik itu malah bisa menerima takdir hidupnya tanpa memikirkan hiruk pikuknya duniawi. Sebab itulah Fey dan Refald memilih Rhea menjadi pendamping hidup Rey. Tentu saja karena Rhea memiliki ketulusan hati yang murni dan sangat cocok bersanding dengan Rey. Dan Rey sendiri, sangat mencintai gadis sederhana tapi luar biasa seperti Rhea. Bahkan hubungan keduanya kini sudah resmi dan bahagia selamanya.
“Ayah,” ujar Rey. “Di luar istana kerajaan ayahku. Ayah adalah mertuaku, orangtua dari istriku yang harus aku hormati sepanjang hidupku. Jangan sekalipun Ayah menundukkan kepala didepanku, karena harusnya akulah yang menudukkan kepalaku didepan Ayah. Hanya itu yang aku minta dari Ayah. Bisakah Ayah melakukannya?” tanya Rey sambil terus menatap tajam mertuanya.
Kata-kata Rey sukses membuat pak Po menjadi baper tingkat tinggi. Baru kali ini, ia mendapat perlakukan istimewa dari seorang pangeran yang harusnya ia layani sepenuh hati. Secara peraturan kerajaan dedemit, walau pak Po adalah mertua Rey, ia tetap wajib melayani Rey seperti ia melayani Refald dan Fey. Namun, Rey malah meminta sebaliknya. Sungguh Rey langsung berubah menjadi menantu idaman pak Po.
“Bolehkah saya memeluk anda, Pangeran?” air mata pak Po mengalir saking terharunya mempunyai menantu luar biasa seperti Rey.
Sebagai pangeran, Rey tak tinggi hati dan sangat bijaksana seperti Refald. Bedanya, Rey jauh berakhlak daripada ayahnya.
Rey sendiri langsung memeluk ayah mertuanya dengan erat lalu mengajaknya masuk ke dalam menemui Rhea dan Divani yang sudah berkaca-kaca sejak tadi. Satu keluarga itupun saling berpelukan untuk mencurahkan rasa bahagia mereka masing-masing.
Refald yang mengetahui semua itu, hanya tersenyum dari kejauhan sembari menyambut kedatangan para tamu undangan yang terdiri dari keluarga besarnya. Itulah alasan Refald pergi tadi, ia berharap pak Po dan Rey bisa leluasa melampiaskan perasaan mereka sebagai menantu dan mertua, bukan sebagai pangeran dan atasannya.
__ADS_1
“Mereka semua akhirnya bahagia. Aku senang,” ujar Fey dari balik punggung Refald.
“Ehm, begitupula dengan kita. Tidakkah kau lihat aku juga sangat bahagia, Honey?” Refald tersenyum dan memamerkan pesonanya. Tangannya terulur dipinggang Fey dan langsung memeluk tubuh istrinya.
“Kau selalu bahagia setiap kali bersamaku, Refald. Hal itu sudah tak perlu dipertanyakan lagi.” Fey menyandarkan kepalanya didada Refald sembari menikmati detak jantung suaminya yang berdetak kencang.
“Terimakasih sudah hadir dihidupku, Honey. Tak ada hari yang tak indah selain bersamamu. Terlebih lagi, aku sangat bahagia dengan kehamilan keduamu ini …”
Fey langsung membekap mulut Refald dengan tangannya sebelum suaminya itu menyelesaikan kalimatnya. “Jangan kencang-kncang, bagaimana kalau ada yang dengar. Aku malu!” bisik Fey geram.
“Apa salahnya? Cepat atau lambat mereka semua akan tahu. Percayalah padaku, Honey. Mereka semua ikut bahagia untuk kita.”
“Aku tidak yakin,” ujar Fey was-was.
“Yakinlah padaku, Honey.” Refald mencium mesra kening istrinya.
Semua anggota keluarga Refald yang terkenal sangat luar biasa di bidang mereka masing-masing sudah berkumpul jadi satu dalam suasana pesta yang megah dan meriah. Ini perkumpulan kesekian setelah yang terakhir pada saat pesta pernikahan Leo dan Shena. Dan itu sudah berlangsung puluhan tahun lalu. Dengan kata lain, setelah lebih dari satu dekade, akhirnya keluarga luar biasa dengan berbagai jenis profesi ini bisa berkumpul kembali. Berbagai acara pertunjukan, sengaja Refald hadirkan untuk mengisi pesta resepsi pernikahan Rey dan Rhea.
“Apa yang sedang kalian berdua lakukan? Yang menikah itu Rey? Kenapa jadi kalian yang berbulan madu disini, ha?” Leo mulai berkomentar melihat betapa mesranya Fey dan Refald.
“Bilang saja kalau kau iri?” kilah Refald dengan tetap memluk istrinya.
“Huh, aku tak perlu iri dengan kemesraan yang kalian berdua pamerkan, karena disini aku sudah punya Shena dan dua anak laki-laki yang sangat tampan sepertiku,” ujar Leo bangga sambil merangkul bahu istrinya.
__ADS_1
“Ayah mulai narsis,” bisik Bima pada Yeon. Keduanya berada dibalik punggung orangtuanya sambil mengamati pesta yang begitu meriah dan megah.
“Biarkan saja, yang penting dia senang,” Yeon balas berbisik.
Putra sulung Leo itu masih takjub karena ini pertama kalinya, ia melihat seluruh keluarga besarnya berkumpul jadi satu. Yeon baru tahu, keluarga besar ayah dan pamannya ini bisa dijadikan komunitas perkumpulan orang-orang penting dalam satu negara.
“Apa yang sedang kakak lihat? Cuci mata, ya? Sayangnya mereka semua adalah keluarga besar kita,” goda Bima.
“Bukan itu bodoh. tapi … keluarga besar kita benar-benar banyak sekali. Dan mereka semua adalah orang-orang hebat. Pantas saja kalau tak satupun penjahat diluar sana bisa mengalahkan keluarga kita, ternyata mereka semua … adalah oranng-orang besar tak terkalahkan.” Yeon terkagum-kagum menyaksikan seluruh anggota keluarganya dari berbagai belahan dunia berkumpul jadi satu dalam pesta megah ini.
“Kau benar, Kak. Kakek adalah salah satu mantan mafia paling ditakuti di dunia, Kakek Dilagara adalah orang penting di SWAT, paman Refald, merupakan raja dedemit tak terkalahkan, dan ayah kita sendiri adalah gengster terkuat di negara ini. Kita berdua berada ditengah-tengah keluarga yang, waauw!" seru Bima terkagum-kagum melihat orang-orang yang ia sebutkan barusan. "Katakan padaku, Kak? Kau mau mengikuti jejak siapa?” tanya Bima.
“Aku mau jadi diriku sendiri. Aku tidak mau jadi preman sepertimu!”
“Huh, kau jauh lebih parah dariku? Sudah berapa kali kau keluar masuk hotel prodeo akibat ulahmu yang suka bikin onar sana sini. Sekarang saja kau tobat karena paman Refald sudah kembali! Kalau tidak, paman pasti akan memasukkanmu ke dalam sungai larva sungguhan.”
“Diam kau!” sengal Yeon tiba-tiba.
“Apa? Aku benar, kan?” sengal Bima.
“Buka itu, bodoh! Lihat disana!” Yeon menatap kearah pintu masuk pesta.
Seperti yang sudah diprediksikan Refald sebelumnya, pesta resepsi pernikahan putranya memang tak selancar jalan tol. Secara dadakan, Refald kedatangan tamu tak diundang dan tentu saja sang raja dedemit ini sudah mengetaui semuanya. Suami Fey itu mulai bersiap untuk menyambut tamu tak diundang tersebut.
__ADS_1
BERSAMBUNG
***