
Rhea tidak mengerti dengan perubahan sikap Rey yang jadi serius seakan ia sedang mengalami kebimbangan yang besar. "Kenapa diam saja?" tanya Rhea dan iapun langsung mengamati raut wajah Rey yang tak langsung meresponsnya. "Ada apa, Rey? Apa kau menyembunyikan sesuatu dariku?" Entah perasaan Rhea ini benar atau tidak, Rhea merasa, pria yan dicintainya ini menyembunyikan sesuatu darinya
"Sayang, untuk sementara ini, kau tidak bisa bertemu dengan nenek," jawab Rey lirih. Ia tidak ingin menatap Rhea dan lebih memilih fokus menyetir.
"Kenapa? Memang kenapa dengan nenek? Apa yang terjadi padanya? Kenapa aku tidak boleh menemuinya?" Rhea jadi bingung dan juga penasaran apa alasan Rey berkata seperti itu.
"Ritual terakhirmu ini sangat berbahaya, Sayang. Ini bukanlah ritual biasa. Sedikit kesalahan, maka nyawamu taruhannya. Kita tidak pernah tahu apa yang bakal terjadi nanti. Mungkin ibu pernah memberitahumu bahwa ia pun juga pernah hampir gagal saat menjalankan ritualnya, tapi ayah bisa menyelamatkannya berkat bantuan ayahmu.
Kali ini, hal serupa pun juga bisa saja terjadi dan aku tidak punya cukup kekuatan bila harus menghadapi bahaya besar yang menimpamu tanpa kehadiran ayah dan ibuku. Karena itulah, untuk mencegah segala kemungkinan terburuk, nenek Haida harus memusatkan segalanya dalam mempersiapkan ritual yang 4 hari lagi harus kau jalani. Salah satunya adalah, nenek tidak boleh bertemu atau berinteraksi denganmu sampai hari H tiba. Alasannya apa, aku tidak bisa memberitahumu sekarang." Rey melirik Rhea yang sejak tadi tidak berpaling menatapnya.
Apa jadinya, jika Rhea tahu yang sebenarnya. Batin Rey. Ia sendiri tidak bisa membayangkan reaksi Rhea, tapi ia juga sudah janji pada nenek Haida untuk merahasiakan semua ini sampai Rhea selesai menyelesaikan ritualnya.
Sedangkan Rhea juga langsung tertegun mendengar penjelasan panjang dari Rey. Matanya mulai berkaca-kaca mengingat pengorbanan besar yang dilakukan nenek Haida terhadapnya sejak pertama kehadirannya di kota kecil ini. Dibandingkan dengan apa yang sudah nenek Haida lakukan untuknya, pengorbanan Rara saat menyelamatkannya sama sekali tidak ada apa-apanya.
Sungguh Rhea tidak tahu bagaimana cara membalas budi atas semua hal yang sudah nenek Haida lakukan untuknya. Sebab, hati Rhea terasa sesak seolah ia tahu ada sesuatu yang buruk terjadi pada nenek itu.
Rey sendiri sebenarnya tahu seperti apa perasaan kekasihnya saat ini. Namun ia sendiri tidak sanggup jika harus memberitahu fakta menyakitkan yang pastinya bakal menguras emosi Rhea. Yang terpenting saat ini adalah Rhea harus memantapkan hati agar bisa menghadapi ritualnya. Sampai hati itu tiba, Rhea tidak boleh emosional karena bisa mempengaruhi kestabilan ritualnya.
"Kau baik-baik saja, Sayang?" tanya Rey mengkhawatirkan kondisi Rhea.
"Aku baik-baik saja," jawab Rhea lirih.
__ADS_1
"Semoga saja, ritualmu berjalan dengan lancar Sayang. Aku juga akan mengerahkan semua hal yang aku bisa lakukan untuk membantu dan melindungimu. Meski aku tak sehebat ayah dan ibuku, akan kupertaruhkan nyawaku untukmu."
Seketika, air mata Rhea mulai jatuh dan ia berpaling menghadap jendela. Ia tidak ingin Rey melihatnya menangis dalam diam.
"Aku tidak akan melarangmu menangis Sayang. Seandainya aku bisa, pasti aku juga akan menangis bersamamu. Kau harus tetap kuat. Apapun yang terjadi, kita akan terus bersama selamanya." Rey mengulurkan tangannya dan menggenggam erat tangan Rhea. Gadis itu sudah tidak bisa lagi menahan perasaannya. Rhea menyandarkan kepalanya di bahu Rey dan tangisnyapun langsung pecah. Rey menepikan mobilnya dan setia menunggui Rhea menumpahkan seluruh isi hatinya. Dengan sabar, Rey memeluk Rhea dengan erat sambil menepuk pelan punggungnya agar gadis itu merasa tenang.
Pelukan Rey memang ampuh meredakan amarah yang menghiasi hati kekasihnya saat sedang kalut. Banyak hal sudah menimpa Rhea termasuk beban yang harus diembannya sekarang.
"Maaf, tiba-tiba saja aku menangis seperti ini." Rhea berusaha menyeka air mata yang membasahi pipinya.
Rey langsung mencium mesra kepala Rhea. "Tidak apa-apa, Sayang. Aku senang kau menjadikanku sandaranmu. Kau tidak perlu minta maaf ataupun berterima kasih padaku. Jika kau melakukannya, maka aku akan menikahimu sekarang juga." Rey sengaja mengajak Rhea bercanda supaya istri ghaibnya ini tak sedih lagi.
"Apa hanya itu yang bisa kau ancamkan padaku?" Rhea menghargai usaha Rey menghiburnya.
"Apa?"
"Aku mau buat anak denganmu, yang banyak melebihi anak-anak paman Leo."
Seketika Rhea melepas pelukannya dari Rey dan menjauhkan diri. "Hah? Kau ini bicara apa? Menikah saja belum kenapa kau membicarakan anak?"
"Apa salahnya berencana, pokoknya kita harus punya banyak anak nanti." Rey tersenyum senang sambil menyalakan kembali mesin mobilnya dan keduanya melesat pergi menuju rumah Rey.
__ADS_1
Syukurlah, Rhea masih bisa tersenyum setelah apa yang terjadi meski ia masih merasa sedih.
***
Setelah satu jam perjalanan, akhirnya Rey dan Rhea tiba dirumahnya. Tidak ada siapa-siapa dirumah ini saat keduanya masuk kedalam. Sepertinya, Fey juga belum pulang, padahal ini sudah hampir larut malam.
"Kemana perginya, ibu?" tanya Rhea. Ia jadi aneh kalau berada dirumah sebesar ini hanya berdua saja dengan. Rey.
"Mungkin urusannya belum selesai. Masuklah dulu ke kamarku, akan aku ambilkan bantal dan selimut baru untukmu." Rey langsung melesat cepat masuk ke sebuah ruangan sebelum Rhea mengeluarkan pendapat nya.
"Tung ... bagaimana ini, masa aku harus satu kamar dengannya? Dirumah ini?" gumam Rhea sambil melihat sekeliling. Meski ini bukan pertama kalinya Rhea datang ke tempat ini, tetap ia takjub dengan interior bangunan rumah milik keluarga calon suaminya. Terlihat cantik dan elegan dengan nuansa klasik modern. Sangat menunjukkan ciri khas keluarga bangsawan.
Tanpa sadar, Rhea tersenyum manis melihat hiasan dinding berupa lukisan foto ayah dan ibu mertuanya saat menggendong bayi Rey yang terlihat imut dan sangat menggemaskan.
"Rey lucu sekali," gumam Rhea senang sekaligus kagum pada masa kecil calon suaminya yang sangat tampan ini.
Mendadak, dari arah belakang ada seseorang dari arah belakang melesat cepat sambil membawa pisau dan siap menikam Rhea tepat disaat gadis menghadap kearahnya. Betapa terkejutnya Rhea setelah melihat ada banyak sekali darah menetes deras dilantai dan yang membuatnya shock berat adalah Rhea tahu siapa orang yang berusaha menikamnya.
BERSAMBUNG
***
__ADS_1
Siapa ya? Rhea selamat gak ya?