Menikahi Seorang Putra Raja

Menikahi Seorang Putra Raja
episode 69 Bayangan Hitam


__ADS_3

“Kalau begitu, ayo kita berangkat sekarang, jangan buang waktu lagi!” ujar Yeon penuh semangat. Dan itu membuat Rey jadi tersenyum melihat adiknya lebih bersemangat dibandingkan dirinya.


“Semoga kalian berdua berhasil!” Leo memeluk Rey dengan erat. “Kau sudah jauh lebih kuat dari yang kuduga, Rey. Aku yakin kekuatanmu akan semakin bertambah dan terus bertambah bahkan bisa melebihi kekuatan ayahmu sendiri. Kau harus percaya itu.” Leo mencoba menyemangati keponakan kesayangannya.


“Terimakasih, Paman. Kami pergi dulu.” Rey tersenyum dan beralih memeluk Shena.


“Hati-hati Rey, doaku bersamamu.” Shena mengusap lembut kepala Rey. Istri Leo itu berharap Rey bisa menyelamatkan semuanya. Shena sungguh sangat mengkhawatirkan kakak iparnya Fey.


“Jangan khawatir, Bibi. Ibu adalah wanita yang kuat, meski ia dalam bahaya, ibuku pasti bisa mengatasinya. Dia pasti baik-baik saja sampai aku datang menyelamatkannya. Aku rasa Bibi jauh lebih tahu seperti apa ibuku dibandingkan aku,” ujar Rey seolah mengerti kegalauan Shena.


“Ehm, kau benar Rey. Ibumu memang wanita paling tangguh yang pernah aku temui, karena itulah aku selalu menjadi fansnya.” Shena berusaha tersenyum dan menyembunyikan kecemasannya.


Kini, giliran Leo memeluk putranya. “Kau juga, Yeon. Meski kau sering membuatku marah dan menaikkan tensi darahku, aku tetap menyayangimu. Kembalilah dalam keadaan selamat dan juga ... cepat nikahi Yonna. Tidak baik bila kau terus menerus menggantung hubungan kalian. Bagaimanapun juga, kalian berdua sudah bertunangan.” Leo menepuk pelan bahu putranya.


“Kenapa disaat seperti ini Ayah malah membicarakan Yonna? Sedikit lagi Ayah, tunggu sebentar lagi. Jika gadis pilihan ayah itu benar-benar mencintaiku, maka dia akan menungguku. Ayah jangan khawatir, aku pasti akan kembali, dan saat aku kembali, siapkan pernikahanku dengan Yonna semegah dan semeriah mungkin.” Yeon terkekeh.


“Benarkah?” tanya Leo senang. “Ibumu sangat mencemaskan keadaan tunanganmu, kau tahu sendiri seperti apa dia disana.”


“Dia harus bersabar, Ayah. Habis gelap terbitlah terang. Gadis itu akan bahagia bila sudah waktunya. Aku setuju menikah dengannya setelah ini semua berakhir.”

__ADS_1


“Apa kau serius dengan ucapanmu?” tanya Leo sekali lagi.


“Serius, Ayah. Paman Refaldlah yang menyuruhku untuk segera menikah dengannya.”


“Kau benar-benar anak bengal. Disaat aku memintamu menikah, kau menentangku kala itu, tapi disaat pamanmu yang memintamu, kau langsung menyetujuinya tanpa syarat. Aku tidak tahu apa yang dikatakan biksu Tong itu padamu. Yang jelas, aku senang dengan keputusan yang kau ambil ini. Segera akhiri sandiwaramu dan akan aku nihkahkan kalian berdua begitu pernikahan Rey dan Rhea selesai digelar nanti.”


“Tidak Ayah, sandiwaraku harus terus berjalan sampai aku yakin Yonna tulus mencintaiku, bukan karena aku anak Ayah atau karena aku tampan. Tapi karena akulah orang yang dicintainya. Ayah mengerti maksudku, kan?” mata Yeon terlihat serius saat mengatakan kalimat itu pada Leo. Baru kali ini Leo merasa bangga pada putranya sendiri setelah sekian lama dibuat darah tinggi gara-gara ulah sableng Yeon.


“Baiklah, terserah kau saja kalau begitu. Kau sudah dewasa, sekarang. Kau tahu apa yang terbaik untukmu, aku hanya bisa bilang kalau aku ... sangat bangga padamu, Yeon!” sekali lagi Leo memeluk Yeon dengan erat dan senyum mengembang. “Pergilah, selamatkan paman dan bibimu serta yang lainnya. Kalian berdua harus kembali dalam keadaan selamat bagaimanapun caranya.”


“Pasti, kami pamit Ayah,” ujar Yeon sambil melambaikan tangan. Yeon berjalan pelan lalu memeluk Shena dengan erat. Yeon juga mengusap lembut kepala adiknya yang masih belum sadarkan diri. “Jaga diri baik-baik Ibu, aku mencintaimu.” Yeon mengecup kedua pipi ibunya.


Rasanya baru kemarin Yeon berada dalam gendongannya, tapi sekarang putra pertamanya ini sudah dewasa dan juga tampan. Bahkan sebentar lagi dia juga akan menikah dengan wanita yang sudah dipilihkan Leo dan Shena untuknya.


“Baik Ibu, sampai ketemu lagi.” Yeon buru-buru pergi sebelum ibunya benar-benar menangis. Kalau sudah begitu, Yeon jadi rapuh dan tidak bersemangat lagi jika melihat air mata Shena. Sebengal apapun Yeon, ia tetap tidak bisa melihat ibunya menangis.


Putra sulung Leo itu menghampiri kakak sepupunya dan keduanya langsung pergi bersama mengendarai mobil Rey. Tujuan mereka adalah mencari tempat dimana naga itu bersemayam. Sementara Leo dan Shena langsung membawa pergi Bima ke rumah sakit terbesar milik keluarganya sendiri agar putra keduanya ini segera mendapat perawatan terbaik.


Leo melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh. Sedangkan Shena memegangi tubuh Bima dalam pangkuannya. Sebagai orangtua, baik Shena maupun Leo, sangat mencemaskan anak-anak mereka. Dan sebagai kepala keluarga, Leo akan selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk keluarganya, melindungi dan menjaga orang-orang yang dicintainya, seperti yang Leo lakukan sekarang. Ia tidak akan pernah membiarkan Bima kenapa-napa.

__ADS_1


“Pegangan yang kuat, Sayang. Aku akan menambah kecepatanku. Kita harus segera sampai di rumah sakit secepatnya.” Leo berbicara pada Shena sambil terus fokus menatap jalan lurus yang ada dihadapannya.


“Ehm, lakukan yang terbaik untuk kami Suamiku, Bima aman dalam dekapanku. Aku juga tidak akan membiarkan Bima terluka, karena aku adalah ibunya.” Shena memeluk erat tubuh putranya sementara Leo mempercepat laju mobilnya.


Melihat istrinya yang begitu serius, Leo tersenyum penuh cinta pada Shena. Tak terasa, perjalanan cintanya bersama Shena sudah memasuki usia puluhan tahun lamanya. Dan rasa cinta Leo untuk Shena sama sekali tidak berkurang. Walau badai terus menghadang dan datang silih berganti, mereka berdua selalu bisa bersama, tetap saling mencintai satu sama lain. Bahkan mereka juga semakin kompak dalam menjaga dan melindungi putra putri mereka.


Tidak ada seorangpun tahu apa yang akan terjadi dan mnimpa manusia saat menghadapi perjalanan hidup di dunia yang fana ini. Seperti apa yang akan menimpa Leo dan Shena. Disaat Leo mengira ia bisa melaksakan tugasnya dengan baik membawa Bima kerumah sakit, tiba-tiba saja ada bayangan hitam melaju kencang datang dari arah belakang mobil Leo. Bayangan hitam tersebut sepertinya sengaja terus mengejar Leo dan keluarganya. Shena yang menyadari hal itu mencoba menoleh kebelakang untuk mencari tahu bayangan hitam apa itu. Dan Shena langsung terbujur kaku setelah melihat bayangan hitam tersebut.


“Oh, tidak ... Leo ... i-itu ....” mata Shena terbelalak saat menatap apa yang sedang mengikutinya dibelakang mobil suaminya. Berkali-kali ia menelan salivanya berharap bahwa apa yang ia lihat itu tidak nyata.


“Ada apa, Sayang? Kenapa wajahmu jadi pucat begitu?” tanya Leo masih sambil fokus menyetir. Ia pun juga merasa aneh dengan adanya bayangan hitam yang mengikuti mobilnya.


“Lihatlah, itu Leo ....” Shena tidak hanya terlihat pucat, tapi juga panik dan sangat ketakutan, tapi ia berusaha mengontrol diri agar tubuh Bima tetap aman dalam dekapannya.


Leo mencoba memerhatikan bayangan hitam itu melalui kaca spion mobilnya dan ia pun juga terkejut setelah tahu betapa mengerikannya bayangan hitam yang kini sudah berada tepat diatasnya. “Gawat!” gumam, Leo.


BERSAMBUNG


***

__ADS_1


Apa yang terjdi? Tunggu diepisode selanjutnya.


__ADS_2