Menikahi Seorang Putra Raja

Menikahi Seorang Putra Raja
episode 24 Latihan


__ADS_3

Sesampainya di kampus, semua langsung gempar melihat betapa mesranya Rey dan Rhea. Tidak ada yang menyangka sang primadona kampus mereka, kini sudah ada yang punya. Sebagian besar, banyak yang tidak terima bila mahasiswa baru itulah yang dipilih Rhea menjadi kekasihnya. Apalagi tidak ada yang tahu seperti apa seluk beluk Rey sesungguhnya.


Namun, tak sedikit pula yang mendukung hubungan Rey dan Rhea karena keduanya terlihat sangat serasi. Rey yang tampan dan Rhea yang cantik, dua sejoli yang sangat cocok satu sama lain. Pagi ini pasangan Rey dan Rhea mendadak berubah jadi artis. Dimanapun keduanya berada, selalu sukses menjadi bahan perhatian dam pembicaraan dikalangan seluruh mahasiswa di kampus mereka.


"Para penggemarmu sepertinya tidak suka jika aku bersamamu seperti ini, Sayang." Rey menggenggam erat tangan Rhea menuju kelas mereka. Rey terlihat sangat santai begitu juga dengan Rhea.


Kedatangan keduanya disambut tatapan penuh makna oleh semua mahasiswa yang ada dikampus mereka. Dengan kata lain, Rey menjadi pusat perhatian penuh disepanjang mereka berjalan beriringan.


"Biarkan saja, bukankah hal sama juga terjadi padamu? Semua kaum hawa juga tidak suka aku berjalan beriringan denganmu apalagi kita bergandengan tangan seperti ini." Wajah Rhea semakin berseri.


"Kita tidak perlu menghiraukan mereka, fokus saja pada dunia kita sendiri. Aku bahagia sekarang karena bisa melalui hari-hari indah bersamamu." Rey menghentikan langkahnya dan berdiri menghadap Rhea.


"Apa rencanamu setelah pulang kuliah nanti?"


"Latihan, aku sudah tidak bisa bersantai lagi. Kurang 9 hari lagi."


"Aku akan menemanimu." Rey menempelkan dahinya di dahi Rhea. Mereka berdua tersenyum bahagia.


Sungguh pemandangan yang sukses bikin iri semua orang. Rey dan Rhea, lengket bagai perangko. Dimana ada Rhea, disitulah Rey berada. Kemanapun Rhea pergi, Rey selalu mengikuti. Sepertinya, Rey sengaja tidak memberikan celah bagi kaum Adam untuk mendekati Rhea lagi. Khusus hari ini, dua sejoli Rey dan Rhea jadi trending topik dikampusnya.

__ADS_1


***


Sepulang kuliah, Rey membawa Rhea pergi menuju sebuah danau kecil yang ada dibalik bukit. Danau ini belum banyak diketahui oleh orang lain kecuali orang-orang yang sudah biasa naik gunung. Selain itu, pemandangan disini benar-benar menakjubkan. Sangat cocok bila digunakan refreshing untuk melepas pengat dan lelah.


"Bagaiamana kau bisa tahu tempat ini, Rey? Tempat ini indah sekali." Rhea terkagum-kagum melihat pemandangan indah disekitarnya.


"Aku selalu tahu setiap tempat indah yang ada di dunia ini, Sayang. Aku akan mengajakmu pergi ke tempat-tempat indah itu jika kita berdua sudah menikah nanti."


Rhea hanya tersenyum. Hatinya benar-benar tenang melihat pemandangan menakjubkan ini. Tanpa membuang waktu, Rhea meletakkan tasnya dan melepas kedua sepatunya. Ia bertelanjang kaki berjalan menuju tepian danau untuk merasakan airnya yang ternyata sangat menyegarkan.


"Wauw, segar sekali!" Rhea terkejut. Meski terletak diperbukitan, air danau ini tidak terlalu dingin sedingin es. Airnya terasa menyegarkan kulit yang menyentuhnya sehingga membuat Rhea jadi ingin segera masuk kedalam air danau ini.


"Kau suka tempat ini, Sayang?" tanya Rey yang memeluk tubuh Rhea dari belakang.


"Aku akan memulai latihanku. Kau tunggu disini." Rhea menoleh pada Rey yang sejak tadi mengamatinya.


"Apa kau ingin aku menemanimu menyelam disana? aku janji tidak akan mengganggumu."


"Tidak, jika kau ikut aku kalah tidak bisa berkonsentrasi. Tetaplah disini, dan tunggu saja aku. Kau harus percaya padaku, sebab hanya itu yang aku butuhkan saat ini."

__ADS_1


"Ehm, aku tidak akan kemana-mana. Berhati-hatilah, Sayang. Semoga berhasil, aku percaya sepenuhnya padamu." Rey mengecup kening Rhea dan berjalan mundur. ia juga menatap sekelilingnya untuk menjaga tempat ini serta melindungi Rhea agar tidak ada yang mengganggunya selama kekasihnya itu berlatih.


Seperti yang biasa Rhea lakukan, gadis itu mengatupkan kedua tangannya di depan dada sambil membaca kalimat yang diajarkan Fey padanya. Setelah itu, pelan-pelan Rhea melangkahkan kakinya masuk ke dalam danau. Semakin lama, tubuh Rhea pun akhirnya mulai tenggelam.


Tepat saat ditengah danau, tubuh Rhea sudah tenggelam seutuhnya. Awalnya Rey merasa khawatir, tapi ia sudah janji untuk menunggu dan tidak ingin mengganggu latihan kekasihnya.


20 menit sudah berlalu, Rey masih menatap tajam permukaan danau dengan harap-harap cemas. Tanpa terasa, Rey bejalan kesana-kemari karena terlalu mengkhawatirkan keadaan dan kondisi Rhea. Ingin sekali ia melompat ke danau dan mencari keberadaan Rhea tapi hatinya masih bergelut tak karuan. Akhirnya, Rey menunggu hingga batas waktu pencapaian maksimal yang harus dicapai Rhea untuk menyelesaikan ritualnya, yaitu 30 menit.


"Semoga kau berhasil dan baik-baik saja di dalam sana, Sayang," gumam Rey dengan kecemasan yang amat sangat.


Sementara di dalam air, Rhea akhirnya berhasil mencapai target yang ia inginkan, yaitu 30 menit. Kini, ia mulai hampir kehabisan napas dan iapun bergegas naik ke permukaan karena Rey pasti sedang menunggunya dengan sangat cemas.


Namun, nasib sial kali ini dialami Rhea. Tanpa sengaja kakinya terlilit dedaunan rumput-rumput liar lumayan panjang yang ada didasar danau. Berkali-kali Rhea mencoba melepas lilitan itu, tapi bukannya lepas, lilitan semak-semak itu malah semakin menguat. Rhea tidak bisa naik kepermukaan padahal ia sudah kehabisan napas. Ia juga tidak tahu bagaimana cara untuk meminta tolong karena Rey sudah berjanji tidak akan mengganggunya sebelum ia naik sendiri ke permainan.


Bagaimana ini? Rey! Kau bisa mendengarku? Cepat tolong aku. Aku tidak mau berakhir seperti ini. Aku ingin terus hidup bersamamu. Dan aku harus bisa menyelesaikan ritualku agar kedua orang tua kita bisa kembali bersama kita lagi. Rey ...


Rhea hanya bisa berbicara dalam hati berharap Rey bisa mendengar suara hatinya yang menjerit meminta bantuannya. Namun sekarang, sepertinya tidak ada jalan keluar lain selain menunggu keajaiban. Kesadaran Rhea mulai berkurang karena ia sudah tidak kuat lagi.


Disaat-saat terakhir sebelum Rhea pingsan, samar-samar ia melihat seseorang dari atas permukaan datang berenang menghampirinya. Rhea tidak tahu siapakah orang itu? Yang jelas ia berharap orang itu bisa menolongnya tepat waktu.

__ADS_1


BERSAMBUNG


**""


__ADS_2