
Kedua kakak beradik somplak itu malah sibuk berdebat satu sama lain dan membuat bingung orang-orang yang ada disekitar mereka. Sebab keduanya bertengkar menggunakan bahasa yang sama sekali tak bisa dimengerti oleh semua orang yang ada di dunia ini.
Satu-satunya hal yang mereka pahami dari bahasa Leo dan Refald adalah saat keduanya saling menyebutkan nama-nama binatang seperti siamang, buaya darat, koala, anoa, biawak dan juga nama binatang buas lainnya. Orang-orang desa ini pikir, Leo dan Refald sedang mendaftar nama-nama binatang buas yang ada di dalam hutan ini. Padahal nama binatang yang disebutkan dua orang somplak itu adalah bentuk umpatan yang dilemparkan terhadap satu sama lain.
Sementara Shena, jangan ditanya. Ia hanya tepok jidat melihat kelakuan konyol suami dan kakak iparnya. Dalam keadaan genting begini, dua orang somplak bersaudara itu malah sibuk berdebat nggak jelas dan saling mengumpat.
"Aku kira di tengah hutan belantara seperti ini memang banyak trollnya, kadal. Nggak ada salahnya aku menakut-nakuti mereka dengan mengatakan kalau ada troll sedang menuju kemari." Leo tetap saja membela diri. Padahal jelas-jelas ia tahu kalau hal semacam itu tidak ada di dunia ini.
"Dasar buaya buntung! Siapa yang kau bilang kadal, ha?Tak sadar diri!" umpat Refald semakin kesal.
"Dasar biksu Tong! Sudah ditolong malah ngatain orang!" sengal Leo.
"Kau dulu yang mulai! Kalau kau bukan adikku, aku pasti sudah menggilasmu dengan traktor!"
"Mana ada? Di sini tak ada alat apapun. Lampu dan listrik saja tidak ada, apalagi traktor!" Leo terus saja mendebat Refald dan keduanya terus saja saling adu mulut sehingga semua orang yang melihat mereka mulai risih sendiri.
Beberapa orang diatara orang yang mengepung Leo dan Refald mulai geram dan memutuskan untuk menyerang dua bersaudara yang berseteru itu. Refald tahu hal itu dan langsung menarik tangan Leo maju kearahnya. Dengan gerakan tak kalah cepat dari musuh, ia menghalau pukulan orang yang hendak menyerang Leo dari belakang. Suami Fey itu berkelahi dengan tangan kosong dan memberikan bogem mentah serta tendangan maut pada orang-orang yang menyerangnya.
Begitupula dengan Leo, ia meninju ulu hati orang yang hendak memukulnya dengan kesal. "Kenapa kau tidak menggunakan kekuatanmu?" tanya Leo disela aktivitasnya menghajar orang. Meskipun dua bersaudara somplak itu suka bertengkar, mereka tetap saling melindungi satu sama lain.
__ADS_1
"Di dunia ini, aku tak punya kekuatan apapun. Leluhurku, belum mati. Otomatis kekuatan yang kudapat belum bisa ku terima di dunia ini," terang Refald sambil menunduk menghindari serangan orang tak dikenal.
"Sial!" ujar Leo dan iapun meninju wajah orang yang mencoba memukulnya.
Orang-orang itu sangat kuat dan juga lincah. Tenaga dalam mereka juga luar biasa. Sangat berbeda dengan orang-orang yang ada di zaman mereka. Ilmu Kanuragan penduduk sini sangat hebat meskipun mereka hanyalah warga desa biasa.
Selagi Leo dan Refald sibuk berkelahi, Shena memanfaatkan kesempatan itu untuk menyelinap masuk ke dalam sebuah gubuk kecil yang diberitahukan Leo tadi. Shena akui, kekonyolan Leo memang berhasil menarik perhatian orang-orang yang ada di sini sehingga mereka semua lengah.
Begitu istri Leo itu berhasil masuk ke dalam, Shena bergegas menuju Fey yang didudukkan dilantai. Mulutnya disumpal dengan kain, kedua tangannya diikat di belakang begitupula dengan kedua kakinya sehingga kakak ipar Shena ini tak bisa bergerak ataupun bersuara.
Shena yang melihat Fey seperti itu menjadi geram, sedih, kesal dan juga marah. Ia sungguh tidak terima jika kakaknya diperlakukan seperti penjahat. Padahal di dunia ini, Fey adakah seorang putri sekaligus raja yang menyamar. Beraninya orang-orang itu memperlakukan raja seperti ini.
"Ayo kita pergi, Kak!" ujar Shena masih dengan suara serak kerena menangis tanpa suara. Mungkin ia tidak sadar karena telah memanggil Fey yang saat ini masih menjadi putri galuh Candra Kirana dengan sebutan 'Kak'.
Meski demikian, entah mengapa, Fey sama sekali tak keberatan bila Shena memanggilnya seperti itu. Sebab, baginya ... ia seperti menemukan saudara perempuan pemberani seperti Shena dan mulai timbul rasa sayang terhadapnya.
Dua wanita cantik itu menyelinap keluar saat ada keributan yang disebabkan Leo dan Refald. Shena membawa lari Fey dan bersembunyi di semak-semak untuk menunggu perintah Leo selanjutnya. Shena terus mengamati gerak-gerik suaminya dan Refald yang terus saja sibuk berkelahi.
Kali ini, mereka agak lama karena lawan mereka memiliki fisik yang kuat. Walaupun keduanya tak terkalahkan, tapi tenaga mereka cukup terkuras. Apalagi Refald tak bisa menggunakan kekuatannya di dunia ini. Jadi, perkelahian mereka murni dari perjuangan mereka sendiri.
__ADS_1
"Nyi Shena ... sebenarnya, dia itu siapa?" tanya Candra Kirana alias Fey. Matanya tertuju pada Refald yang sedang bertarung dengan sangat keren dan cool. Kegigihannya membuat hati Fey serasa bergetar hebat.
Shena menatap arah pandang mata Fey yang tertuju pada kakak iparnya yang tak lain adalah suaminya sendiri. Dari sini, Shena sedikit mengerti, bahwa perasaan tak bisa dibohongi. Meskipun Fey masih belum ingat tentang siapa Refald sebenarnya, cintanya pada Refald ... tak pernah berubah meskipun terkikis oleh perbedaan zaman.
"Dia ... pria yang berkelahi bersama dengan suamiku. Adalah suami kakak dimasa depan. Dia adalah pangeranmu dan kau ... adalah istrinya." Shena memutuskan untuk mengatakan yang sebenarnya pada Fey. Ia tidak tahu apakah hal ini bisa mengubah sejarah atau tidak. Istri Leo itu hanya yakin pada suara hatinya yang mengatakan bahwa sudah saatnya Fey tahu kebenarannya.
"Benarkah itu? Pria tampan itu ... adalah pendamping hidupku?" Mata Fey tak pernah lepas dari sosok Refald yang tak lain adalah suaminya sendiri. "Tapi ... kenapa aku tak ingat apapun?" ujar Fey mulai bingung.
Untuk pertanyaan Fey yang satu ini, Shena sendiri juga tidak tahu apa jawabannya. Yang jelas, dalam cerita ini ... pemeran utamanya adalah Fey sendiri. Sedangkan dirinya, Leo dan juga Refald hanyalah pemeran figuran yang tak ada dalam cerita bahkan dalam sejarahpun juga tidak ada.
"Aku tidak tahu kenapa bisa begitu, Kak. Alasan kenapa aku memanggilmu 'kakak' karena aku menikah dengan adik iparmu. Suamiku itu adalah adik dari suamimu. Jad ... kita semua adalah keluarga."
"Jangan bergerak! Atau kalian berdua akan mati!" ujar seseorang dari belakang sambil menodongkan tombak runcing pada Shena dan Fey.
Baik Fey atupun Shena langsung terkejut karena mereka berdua tak menyangka bakal ketahuan secepat ini. Tak ada yang bisa Shena dan Fey lakukan sekarang, sebab mereka sudah tertangkap basah.
BERSAMBUNG
***
__ADS_1