
Leo tertegun melihat kedatangan orang yang ia yakini sebagai Refald, tiba-tiba saja muncul di balik semak-semak dan sedang berlari kencang kearahnya. Menyadari ada bahaya yang mengancam, dengan gerakan segesit tupai, Leo meraih tubuh Shena yang baru saja menjadi pengantinnya dan menggendongnya pergi dari panggung pernikahan. Padahal ia dan Shena baru saja menikah tapi langsung dikejutkan dengan kedatangan Refald yang tak terduga.
Sedangkan Fey alias Panji Semirang hanya bisa tertegun menatap kedatangan Refald. Alih-alih menyingkir seperti yang dilakukan Leo, Fey malah tetap berdiri ditempatnya dan mengagumi ketampanan Refald yang sejak tadi meneriakinya agar segera pergi dari hadapan Refald.
"Oey! Minggir dari situ! Aku tak bisa mengendalikan laju lariku! Kau dengar aku tidak? Woy! Mister!" teriak Refald yang masih belum sadar bahwa orang yang diteriakinya dan sedang berdiri dihadapannya adalah Fey. Istrinya sendiri. "Sial!" umpat Refald karena Fey sama sekali tak bergeming dari tempatnya.
Karena orang yang diteriaki tak mengindahkan peringatannya, maka Refald terpaksa harus mengubah haluan laju larinya. Sebab, Refald tak bisa menghentikan dirinya sendiri karena terlalu kencang berlari.
Sekuat tenaga Refald menekan kakinya sendiri agar bisa berhenti supaya tak jadi menabrak Fey yang terbujur kaku karena terpesona oleh ketampanan orang yang tak lain dan tak bukan adalah suaminya sendiri. Namun, usahanya tak membuahkan hasil. Entah kenapa kaki Refald tak bisa dihentikan.
Dan lebih apesnya lagi adalah, kaki Refald tersandung baki bekas acara upacara pernikahan Leo dan Shena sehingga ia terjatuh dan tak sengaja mendorong tubuh Fey yang berdiri tepat dihadapannya. Secara otomatis Fey kehilangan keseimbangan dan tubuhnya terdorong kebelakang.
Anehnya, ia tak terdorong sendiri, tangan kiri Fey sempat meraih tangan kanan Refald sehingga suaminya itu ikut terseret bersamanya dan akhirnya keduanya terjatuh dari atas panggung dengan posisi Fey ada dibawah dan Refald ada atas. Seketika Keduanya jadi salah tingkah dan segera bangun berdiri karena malu diperhatikan banyak orang.
"Si biksu Tong itu merusak acara pernikahanku saja, tidak bisakah dia datang setelah upacaranya selesai?" gerutu Leo dan langsung disambut tawa kecil Shena. "Jangan tertawa Sayang, aku sedang kesal melihat mereka berdua."
"Siapa yang tertawa? Aku terkejut. Mereka berdua tetap saja sweet," kilah Shena.
Shena tidak bohong, awalnya ia memang terkejut dengan kedatangan kakak iparnya yang mendadak muncul dari balik semak-semak. Namun ia akhirnya lega karena Refald telah disini dan mereka semua sudah berkumpul bersama.
Namun, kesialan yang dialami Refald tak bisa berhenti sampai disini saja. Alasan Refald berlari kencang hingga sampai kemari adalah karena dirinya sedang dikejar-kejar kawanan banteng hutan. Dan kawanan binatang bertanduk itupun ikut muncul dari balik semak-semak dan mulai mengejar Refald lagi.
Mata semua orang terbelalak karena shock Melia banyaknya banteng yang datang kearah mereka semua, dan didetik berikutnya mereka semua langsung berhamburan kesana kemari sambil berteriak sekencang-kencangnya karena banteng-banteng tersebut mulai mengejar mereka juga.
Refleks tangan Refald meraih tangan Fey yang ada di dekatnya dan mengajaknya berlari menjauh dari kejaran para banteng. Leopun sigap menurunkan tubuh Shena dan mengajaknya berlari bersama seperti yang dilakukan Refald dan Fey. Keempat orang itu tanpa sadar telah berlari jauh kedalam hutan dan meninggalkan istana kerajaan.
__ADS_1
"Oey, Kakak! Kita mau pergi kemana?" tanya Leo pada Refald yang berlari bersama Fey didepannya setelah mereka ada di tenang hutan belantara.
"Tidak tahu, pokoknya kita lari saja. Entah kenapa aku parno sekali dengan para kawanan banteng itu, ya?" Ujar Refald dan tiba-tiba saja ia berhenti berlari setelah menyadari sesuatu.
Leo dan Shena juga ikutan berhenti berlari, syukurlah kawanan banteng tadi tidak mengejar mereka lagi. Pasangan suami istri yang baru saja menikah itu mencoba mengatur kembali napas mereka yang ngos-ngosan.
"Ada apa? Kenapa tiba-tiba saja berhenti?" tanya Leo.
Bukannya menjawab pertanyaan Leo, Refald menatap tajam orang yang ia kira sebagai pria dan terus saja menggenggam erat tangannya seolah enggan dilepaskannya.
"Sampai kapan kau akan memegang tanganku seperti itu, Mister? Aku pria normal dan sudah beristri. Berhenti menatapku seperti itu? Aku tidak mau kau jatuh cinta padaku," ujar Refald pada Fey yang memang menyamar sebagai laki-laki sehingga Refald tidak mengenalinya.
Seketika Fey melepas genggaman tangannya dan jadi salah tingkah sendiri. Ia sama sekali tidak mengerti kenapa ia bertingkah seperti ini. Namun, ia tak bisa membohongi perasaannya bahwa Fey terpikat oleh pesona Refald.
"Maaf Kisanak, saya tidak bermaksud begitu. Ini sungguh diluar dugaan saya." Fey menundukkan kepalanya karena malu sendiri dan juga bingung.
"Kakak, apa kau tidak tahu siapa wanita ini?" tanya Shena gugup, karena takut salah ucap.
"Kau jangan bercanda Shena? Siapa yang kau sebut wanita?" Refald tertawa karena merasa lucu dengan ucapan Shena.
"Dan siapa yang kau sebut Mister, ha?" Sengal Leo membela Shena. "Apa kau tak bisa mengenalinya?" tanya Leo pada Refald.
"Memangnya siapa dia? Sudahlah, aku senang akhirnya bisa bertemu dengan kalian berdua. Ayo kita pergi dan mencari istriku?" Refald balik badan dan hendak pergi.
Fey ingin sekali mencegah kepergian Refald tapi niatnya ia urungkan karena ia tak punya alasan apapun untuk menahan Refald agar tetap berada didekatnya. Akhirnya, Fey hanya bisa menatap sedih kepergian pria asing yang telah berhasil memikat hatinya.
__ADS_1
Langkah Refald terhenti setelah beberapa langkah berjalan karena ia merasa hanya derap kakinya saja yang terdengar, sedangkan Shena dan Leo tetap berada ditempatnya, yaitu berdiri disebelah Fey. Mereka berdua memang sengaja tak ingin pergi mengikuti Refald.
"Apa yang kalian berdua lakukan?" tanya Refald setelah menatap heran Leo dan Shena. "Kita harus cepat mencari Fey supaya kita bisa kembali ke dunia nyata kita. Aku khawatir dengan keadaan Rey dan Rhea serta Yeon dan Bima."
"Kenapa harus repot-repot mencari kakak ipar, kalau orang yang kita cari ada disini," seru Leo.
"Apa? Fey ... ada disini? Di mana?" Refald mengerutkan alisnya dan mulai menatap kesana kemari mencari-cari keberadaan istrinya. Namun tak ada siapa-siapa di hutan ini selain mereka berempat.
Mata Refald tertuju pada tangan Shena dan Leo yang menunjuk tubuh seseorang yang tak lain adalah Panji Semirang. Seseorang yang disangka Refald seorang pria dan tidak disangka kalau orang itu adalah Fey. Melihat hal itu, buukannya terkejut, Refald malah tertawa.
"Maksud kalian, Mister itu adalah Fey?" tanya Refald dan pasangan suami istri itu mengangguk bersamaan tanda mengiyakan dengan ekspresi serius menandakan kalau mereka tidak bohong.
Senyum Refald langsung menghilang dan menatap tajam wajah Fey lekat-lekat. Tentu saja yang ditatap Refald jadi salting sendiri. Leo berjalan mendekat kearah Refald dan menceritakan semua yang pernah diceritakan Shena padanya. Mata Refald semakin terbelalak menatap orang yang ternyata adalah istrinya sendiri.
Begitu Leo selesai menjelaskan, Refald langsung tertegun. Ia bahkan tak bisa percaya pada apa yang ia lihat sekarang.
"Tidak mungkin," gumam Refald lirih.
Suasana mendadak berubah tegang seiring dengan fakta-fakta yang mengejutkan Refald soal Fey. Bersamaan dengan itu, terdengar suara langkah kaki binatang buas lain mulai dekat disekitar tempat Leo cs berdiri yang artinya, posisi mereka semua belum aman. Terpaksa Leo dan Shena harus kembali berlari sebelum binatang buas menemukan keberadaan mereka.
Refald berjalan pelan mendekat ke arah Fey yang masih belum mengingat siapa Refald sebenarnya. Namun, tanpa ragu iapun menerima uluran tangan Refald untuk mengajaknya lari bersama.
"Ayo kita pergi, Honey!" ujar Refald dan langsung sukses membuat Fey tertegun.
BERSAMBUNG
__ADS_1
***