Menikahi Seorang Putra Raja

Menikahi Seorang Putra Raja
episode 80 Kalap


__ADS_3

Mata merah Rey langsung menyala terang begitu ia terjaga. Ditambah lagi ia juga tidak bisa merasakan hawa keberadaan Rhea. Secepat kilat pria itu bangun dari tidurnya dan mengamati sekeliling ruangan. Rey sudah tidak mendapati Rhea dimanapun. Tentu saja hal itu membuat Rey kembali naik pitam. Amarah yang tadinya sudah mereda, kini kembali meledak.


Dengan kekuatan yang Rey punya, ia menghancurkan pintu kamar dengan mudah menjadi butiran debu. Rey melesat cepat menuju tempat dimana keluarganya kini sudah berkumpul untuk menyambut kedatangannya.


“Bersiap-siaplah kalian semua, Rey akan segera datang.” Refald memperingatkan seluruh keluarganya sembari menikmati teh hangat. Cuaca tiba-tiba menjadi sangat dingin karena hari sudah berganti malam.


“Refald, apa tidak apa-apa kau membiarkan Rey mengamuk disini?” Tanya Fey yang duduk disamping suaminya. Hatinya serasa was-was melihat seperti apa kemarahan putranya sekarang.


“Tidak apa-apa, Honey. Tenang saja, inilah yang aku tunggu-tunggu sejak lama. Aku ingin bertarung dengan putraku sendiri. Sekaligus mengukur seberapa kuat dia sekarang.” Refald tersenyum dan Fey mulai memahami maksud suaminya.


“Aku tidak ingin melihat pertarungan kalian, aku ingin menemui Rhea saja.” Fey bangun berdiri tapi tangannya dicekal oleh Refald.


“Kau tidak ingin menyemangatiku, Honey?” tanya Refald pura-pura tidak tahu bagaimana perasaan Fey saat ini.


“Aku tidak bisa memilih siapakah yang harus aku dukung, bagiku kalian berdua sama-sama berharga. Jangan paksa aku melihat hal yang tidak ingin aku lihat, Refald” cetus Fey.


Bagaimana mungkin Fey tega melihat putranya bertarung dengan suaminya sendiri. Walau mereka ayah dan anak, pertarungan tetaplah pertarungan. Dalam pertarungan pasti ada yang kalah dan yang menang, dan Fey sangat tahu, siapakah yang akan keluar sebagai pemenangnya.


Refald menarik tubuh Fey hingga istrinya itu terduduk dipangkuannya. Tentu saja Refald langsung mencium mesra Fey sebelum membiarkan istrinya pergi menemui menantunya dan diikuti Divani dari belakang.


Pemandangan itu membuat Shena sedikit terkejut karena ternyata idolanya yang sekaligus menjadi kakak iparnya itu tak jauh beda dengan suaminya. Pantas saja mereka bisa saudaraan, ternyata sifat mereka sama. Sama-sama nggak ada akhlak! Batin Shena.


“Aku bisa mendengar pikiranmu Shena,” ujar Refald sambil tersenyum. “Leo itu adikku, wajar kalau dia mirip denganku walau pada dasarnya kami berbeda.”


Ucapan Refald langsung membuat Leo menoleh pada Shena. “Memangnya, apa yang kau pikirkan Sayang? Kenapa biksu Tong itu bicara seperti itu?” Tanya Leo penasaran.


“Aku hanya bilang kalau kalian itu mirip, sama-sama nggak ada akhlak,” bisik Shena ditelinga Leo yang sejak tadi berdiri disampingnya. Leo bahkan tak pernah melepas genggaman tangannya dari Shena. “Aku lupa kalau kak Refald bisa membaca pikiran.” Shena bersembunyi dibalik punggung suminya karena tidak enak hati dengan Refald.


“Oh, itu … dia belajar banyak dariku,” ujar Leo bangga.


“Kau yang belajar dariku.” Refald tidak terima, secara dia jauh lebih tua dari Leo.


“Aku sudah nggak ada akhlak dari dulu, bahkan jauh sebelum aku bertemu dengan istriku. Sedangka kau baru menunjukkan belangmu setelah menemukan kakak ipar.” Leo tak mau kalah dari kakaknya soal siapakah yang paling nggak ada akhlak. Padahal keduanya sama saja.

__ADS_1


“Terserah kau saja! Aku sedang malas berdebat denganmu.” Refald kembali menikmati minumannya dan menatap lurus pintu masuk dimana Rey sebentar lagi akan datang.


“Apa yang akan keponakanmu lakukan. Leo?” tanya Shena mengalihkan pembicaraan agar Suasananya tidak menjadi tegang melihat perdebatan konyol dua kakak beradik nggak ada akhlak ini.


“Apalagi, Rey pasti ngamuklah? Seperti yang aku lakukan dulu.” Leo tertawa dan menatap lurus pintu masuk ruangan.


“Siapakah yang akan Rey serang duluan, Kau … ataukah kak Refald selaku ayahnya yang sudah membuatkan sandiwara ikan terbang ini?” tanya Shena lagi.


“Rey sama sepertiku, bukan aku ataupun ayahnya yang akan ia serang duluan. Tapi orang yang bekerjasama dengan ayahnya. Merekalah yang jadi sasaran utama Rey sekarang. Hal itulah yang aku lakukan pada kakakku si biksu Tong itu, dulu. Aku melemparkan semua benda yang ada didekatku pada Refald saking marahnya aku karena sudah dikerjai oleh keluargaku. Dan si biksu Tong itu bukannya membantuku, malah memperkeruh keadaan. Aku bahkan membuat penghulu yang akan menikahkan kita ketakutan sampai seluruh tubuhnya gemetar.” jawab Leo sambil tersenyum senang mengingat masa-masa menyebalkan, tapi berakhir indah.


Shena ikut tersenyum, tapi ia mulai menyadari sesuatu. “Mereka?” Shena mencoba menebak-nebak siapakah ‘mereka’ yang dimaksud Leo. Dan akhirnya Shenapun tahu. “Oh tidak!” seru Shena dan langsung mencari-cari keberadaan kedua putranya.


Sayangnya sudah terlambat. Rey muncul dengan kecepatan melebihi kecepatan cahaya dan langsung menyerang Yeon dan Bima yang baru saja datang setelah mengantar Rhea keruangannya. Rey langsung mencekik leher kedua adiknya dan mendorongnya kuat hingga ketiganya melayang diudara dan baru bisa berhenti setelah Yeon dan Bima membentur dinding goa dengan keras.


“Kakak, lepaskan?” teriak Yeon dan Bima bersamaan.


“Bagaimana bisa kalian melakukan semua ini padaku, ha? Apa kalian senang melihatku seperti itu? Huh, aku akan mencincang kalian berdua sampai puas, baru kusembuhkan lagi luka-luka kalian nanti!” teriak Rey dan langsung melempar kedua sepupunya kembali melayang diudara.


“Huaaaa! Dasar Voldemort!” teriak Yeon dan Bima kompak lagi.


“Pergilah ketempat ayah dan ibu kalian, dan jangan keluar dari lingkaran yang sudah aku buat. Rey bukan tandingan kalian lagi sekarang,” ujar Refald pada 2 keponakannya.


“Baik, Paman.” Untuk kesekian kalinya, Rey dan Bima menjawab bersamaan. Mereka berdua langsung berlari kepelukan Shena yang sudah harap-harap cemas karena telah menjadi sasaran pertama amukan Rey.


“Kalian tidak apa-apa?” tanya Shena sambil mengusap kedua kepala putranya.


“Tidak, apa-apa Ibu. Paman Refald langsung menyembuhkan luka kami,” ujar Yeon, bukannya takut, ia malah tertawa.


“Sekarang pasti seru. Paman, sang raja dedemit yang tak terkalahkan, melawan putranya sendiri si pangeran dedemit,” ujar Bima antusias.


Putra kedua Leo itu bahkan sampai duduk bersila saking senangnya dan tidak sabar melihat adegan life streaming peperangan spektakuler yang tidak akan pernah ada terjadi didunia nyata. Mereka semua tidak sabar melihat seperti apa pergulatan antara ayah dan anak.


Begitu pula dengan Leo dan Shena. Pasangan suami istri itu, tidak bisa ikut campur urusan keluarga Refald. Sebab, Refald memang punya alasan sendiri kenapa ia harus membuat sandiwara ikan terbang ini tepat disaat hari pernikahan Rey dan Rhea.

__ADS_1


“Kenapa kau lampiaskan kemarahanmu pada adik-adikmu. Kau tahu kalau mereka hanya menuruti perintahku.” Refald mulai berbicara dengan Rey. Mereka berdua sama-sama melayang diudara.


“Karena mereka … lebih memihak ayah dibandingkan denganku.” Rey langsung menyerang ayahnya tapi serangannya itu berhasil ditangkis oleh Refald dengan mudah.


“Kalau kau ingin melawan mereka? Harusnya kau tidak menggunakan kekuatanmu. Lawan mereka sebagai manusia biasa!” Refald melayang memutari tubuh putranya.


“Pasti, akan aku lakukan itu nanti.” Rey terlihat sangat marah.


Lagi-lagi, ia terus menyerang ayahnya tanpa henti. Rey benar-benar kalap dan Refald malah dengan senang hati meladeni amukan putranya.


Para penonton yang terdiri dari keluarga Leo dan para pasukan dedemit Refald hanya bisa menyaksikan dalam diam pertarungan sengit antara ayah dan anak layaknya pertarungan seri dalam permainan game online mobile legend.


“Wauww, daebak!” itulah kata-kata yang keluar dari mulut mereka semua yang menyaksikan bagaimana Rey dan Refald bertarung.


BERSAMBUNG


***



Rey



Rhea



Refald



Fey

__ADS_1



Shena dan Leo hehe ...


__ADS_2