Menikahi Seorang Putra Raja

Menikahi Seorang Putra Raja
episode 109 Pertanyaan


__ADS_3

Bima benar-benar kesal pada Yeon yang sengaja mengerjainya dengan membawanya ke tempat yang tak sesuai dengan dugaannya. Yaitu sebuah tempat terindah yang ada di istana megah milik Refald. Padahal apa salahnya jika Bima ikut berbahagia menyaksikan seluruh keluarga mereka juga bahagia bersama dengan pasangan mereka masing-masing walau putra kedua Leo itu belum memiliki pasangan.


Memang tak dapat dipungkiri, pemandangan di sini memang indah, tapi tetap saja Bima dongkol akut pada kakaknya kerena telah menipunya mentah-mentah. Apa untungnya berada di tempat seindah ini jika pasangannya adalah Yeon, kakaknya sendiri.


“Bukan pemandangan ini yang ingin aku lihat Kakaaaak!” jerit Bima tak terima. “Jika aku ingin emlihat tempat ini, aku ingin melihatnay dengan wanita yang aku cintai. Bukan dirimu!”


“Memangnya kenapa denganku? Kau tak mencintaiku? Padahal aku sangat mencintaimu loh,” goda Yeon pura-pura tersinggung.


“Bukan begitu, bodoh! Haish, aku tak ingin membuang-buang tenagaku untuk berdebat denganmu. Minggir dari hadapanku dan biarkan aku pergi dari sini. Kau benar-benar merusak moodku!”


“Sudahlah, kau dan aku sama-sama jomblo di tempat ini, sebaiknya kita berdua tidak jadi obat nyamuk di dalam sana. Berdiri di sini dan menikmati panorama alam ciptaan Tuhan akan lebih baik daripada hanya gigit jari di sana.” Yeon tersenyum pada adiknya yang cemberut akut padanya.


Tanpa permisi, Yeon merangkul bahu Bima dan mengajaknya duduk di bangku balkon sembari menikmati pemandangan indah danau yang entah berapa luas. Di seberang danau itu, ada perbukitan indah menjulang tinggi. Suasana hati Yeon yang sedang kacau mendadak tenang setelah melihat betapa mengagumkannya tempat ini.


Sesekali Yeon melirik adiknya yang masih ngambek sambil memainkan kakinya ditanah. Sepertinya, ada yang Bima pikirkan.


“Dasar bocah tengik,” gumam Yeon.


Terlepas dari apa yang terjadi di dalam pesta tadi, Yeon merasa bangga karena terlahir dalam sebuah keluarga yang berbeda dengan keluarga lainnya. Bukan karena keluarga yang dimiliki Yeon saat ini adalah keluarga sultan dan masih berdarah bangsawan, melainkan keluarga yang selalu dipenuhi dengan cinta.


Setiap anggota keluarga Yeon, memiliki kisah cinta yang unik dan menarik dengan pasangan mereka masing-masing. Bahkan kekuatan cinta keluarganya, begitu besar sehingga apapun cobaan yang menerjang dan menghadang, cinta mereka tidak pernah goyah. Semakin lama, cinta yang bersemi disetiap pasangan sejoli, semakin lama semakin bertambah besar.


Bagi Yeon, cinta seperti itulah yang dinamakan dengan cinta sejati. Yeon berharap, ia juga bisa mendapatkan cinta seperti yang dimiliki seluru angggota keluarga besarnya, baik cinta seperti ayah dan ibunya, cinta paman dan bibinya dan cinta kakek neneknya. Yeon ingin memiliki cinta seperti itu pada pasangan hidupnya nanti.


****

__ADS_1


Bila di ruang pesta semua orang berhasil mengalahkan monster bertopeng yang menjadi kloningan setiap pria berpasangan. Maka lain halnya dengan pak Po yang masih ribet sendiri di dalam ruangan Rhea dan Rey.


Bagaiaman tidak? Pak Po asli dan pak Po palsu benar-benar susah dibedakan. Divani sendiri tidak tahu harus menggunakan cara apa supaya bisa mengenali suaminya yang asli. Segala pertanyaan yang diajukan selalu mereka jawab bersamaan dan sama-sama tepat. Tidak ada perbedaan sama sekali.


Entah karena pak Po yang terlalu bloon atau bagaimana, harusnya dia tak menjawab dulu pertanyaan yang dijukan Divani sehingga kloninganya tak ikut-ikutan menjawab. Tapi, pak Po asli selalu menjawab terlebih dulu sehingga terjadilah perdebatan sengit diantara keduanya. Hal itu tak terjadi sekali atau dua kali, melainkan sudah berkali-kali dan semakin pusinglah Divani beserta Rhea-Rey.


“Kenapa kau selalu ikut-ikut jawabanku? Apa kau tidak punya jawaban sendiri, ha? Dasar tukang contek!” sengal pak Po pada kloningannya.


“Idih, siapa yang mengukutimu? Kau pikir kita sedang ujian semester apa? Memang itulah jawabanku. Kau saja yang menjawab terlebih dulu sebelum aku, jadi kesannya akulah yang mengikutimu, padahal kau kan yang mengikutiku??” tuduh pak Po yang lainnya.


“Bilang saja kau tidak tahu jawabannya? Pakai ngeles segala!” sanggak pak Po satunya.


“Jangan asal nuduh, ya? Dituduh itu nggak enak, tahu! Kau itu yang palsu! Sebaiknya kau mengaku saja! Atau kubukin rempeyek udang kau!”


“Eeee … jangan meremehkanku kau, ya? Belum tahu kau siapa aku?”


“Kau yang belum tahu siapa aku? Dasar Ge-Er!”


“Siapa yang Ge-Er? Kau itu yang Ge-Er!”


Perdebatan pak Po dan kembarannya, disaksikan Rey, Rhea dan juga Divani dalam diam. Ini sudah yang kesekian kalinya mereka berdebat seperti ini dan ketiganya tak bisa berbuat apa-apa. Kloningan pak Po ini begitu sempurna.


“Sekarang bagaimana? Ayahku benar-benar oon sekali? Harusnya ia tak menjawab lebih dulu! Kenapa ia selalu menjawab duluan? Mereka juga tidak mau bergilir jawaban. Benar-benar merepotkan,” ujar Rhea bingung apa yang harus dilakukan untuk mengenali siapakah pak Po yang asli.


Rey berpikir sejenak dan tiba-tiba saja ia menemukan ide untuk memecahkan solusi ini. Hanya saja, rencananya ini agak sedikit beresiko, tapi tidak ada salahnya bila dicoba daripada terus saja diam menungggui perdebatan duo dedemit kembar yang sama sekali nggak jelas blas.

__ADS_1


“Sayang, aku ingin kau melakukan sesuatu untukku setelah aku berhasil menentukan manakah ayah mertua yang asli. Kau mau, kan?” tanya Rey pada Rhea.


“Ehm, tentu. Aku akan melakukan apapun yang kau minta. Memangnya … apa yang harus aku lakukan?” tanya Rhea penasaran.


Rey tersenyum simpul dan membisikkan rencananya ditelinga Rhea. Spontan gadis itu menjerit karena shock sehingga mengagetkan Divani beserta duo pak Po.


“Haaah?” pekik Rhea yang langsung mendapat lirikan tajam dari pak Po dan kembarannya.


“Jangan berteriak! Lihat, semua orang sedang menyaksikan kita. Tidak ada cara lain, percayalah padaku, oke!” Rey mencoba meyakinkan istrinya agar mendukung rencananya.


“Tapi … Suamiku ….” Rhea benar-benar tidak setuju dan keberatan dengan apa yang akan dilakukan Rey demi bisa mengenali manakah pak Po yang asli.


“Aku mencintaimu!” Rey mengecup mesra bibir Rhea sambil mengedipkan salah satu matanya. “Lakukan apa yang aku katakan tadi,” ujar Rey sambil tersenyum.


“Tapi … aku tidak bisa … tidak Rey, aku … tidak bisa ….” Mata Rhea sudah mulai berkaca-kaca.


“Lakukan saja! Jika tidak … kita batalkan saja pernikahan kita!” mata Rey mulai menatap tajam mata Rhea. Bisa-bisanya Rey mengancam Rhea seperti itu.


“Apa?” Rhea terkejut mendengar apa yang diucapkan suaminya barusan. “Ka-kau … bilang apa, tadi?”


“Makanya, lakukan saja apa yang tadi aku katakan? Kenapa kau tidak bisa memercayaiku Sayang.”


“Bukan aku tidak memercayaimu, tapi aku tak ingin terjadi sesuatu padamu? Rencanamu itu terlalu berbahaya! Jika kau jadi aku, apa kau bisa melakukannya?” Rhea balik bertanya. Dan Rey menatap tajam mata istrinya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2