
Sikap Jakson sungguh diluar perkiraan Rara. Tadinya ia pikir, dengan mengetahui dirinya hamil, Jakson bakal lebih bertekuk lutut dihadapannya dan semakin mempertahankan dirinya. Dengan begitu, Rara bisa memanfaatkan kelemahan Jakson yang cinta mati padanya untuk membantunya menghancurkan Rhea. Namun ternyata, perkiraannya meleset jauh. Jangankan cinta mati, rupanya Jakson sama sekali tidak mencintai Rara.
Jakson yang Rara lihat sekarang bukanlah Jakson yang ia kenal sebelumnya. Dan itu artinya rencana Rara gagal total. Ia tidak pernah menyangka, inilah belang Jakson yang sebenarnya. Pangeran palsu itu tak jauh beda dengan lelaki hidung belang lainnya.
"Kenapa? Apa yang terjadi padamu, Jack? Bukankah kau bilang akan menikahiku? Dan untuk membuktikan cintamu padaku kau mengajakku bertemu dengan keluargamu?" tanya Rara.
"Huh, cinta? Apa kau mengerti apa itu cinta? Kau pikir aku benar-benar mencintai wanita jahat sepertimu?" Jakson tertawa lepas. "Sejak awal keluargaku tidak menyukaimu. Mereka tidak akan mungkin merestui hubungan kita sampai kapanpun. Alasan kenapa aku mengajakmu makan malam adalah supaya hubungan kita bisa berakhir. Aku tidak perlu susah payah mencari alibi untuk mengakhiri hubungan kita.
"Tidak direstui, itu adalah cara yang tepat untuk memutuskan hubungan denganmu. Sekarang, kau sudah tahu semuanya. Permainanku sudah selesai, bukankah kau juga sering memainkan permainan menyenangkan seperti ini, kan? Habis manis, sepah dibuang. Itulah yang sering kau lakukan pada setiap pria yang ada di kota ini. Selamat menuai apa yang kau tanam. Ah, dan selamat atas kehamilanmu." Jakson menyeringai puas menatap wajah Rara yang sudah semakin pucat saking shocknya.
Tak hanya Rara yang terkejut mendengar kata-kata berengsek yang keluar dari mulut Jakson. Semua orang yang ada disini termasuk Rhea dan Rey juga terkejut. Mendadak laki-laki polos itu berubah menjadi serigala predator wanita yang kejam. Leo dan Rey saja kalah jauh degan putra Riska ini.
"Jakson!" teriak Riska marah. Ia sungguh tak percaya anaknya bisa berubah jadi pria bajingaan yang tak jauh beda dengan para buaya-buaya darat lainnya diluar sana.
"Jangan kencang-kencang, teriaknya, Ma. Kau bisa terserang darah tinggi!" ujar Jakson sambil menguap seolah sedang ngantuk berat. "Huaah, aku ngantuk sekali, kalau sudah selesai, aku pergi tidur dulu!" Lagi-lagi Jakson menyeringai senang dan mulai berjalan menaiki tangga menuju kamar pribadinya yang terletak di lantai dua.
__ADS_1
"Kakak!" Panggil Rhea sehingga membuat langkah Jakson terhenti. "Kau belum menjawab pertanyaanku. Jelaskan padaku kenapa kau melakukan itu? Ini bukan dirimu, Kak? Apa yang terjadi padamu?"
"Inilah diriku yang sebenarnya, Rhea. Kau saja yang tidak pernah menyadarinya. Alasan utama kenapa aku mempermainkan kakakmu karena aku ingin balas dendam padanya atas apa yang sudah ia lakukan padamu dan juga pada teman-temanku. Apa kau masih ingat Alan? Dia mencoba bunuh diri karena kakakmu sudah membuangnya seperti sampah setelah ia berhasil menguras semua uang tabungan kuliahnya. Alan tak kuasa menghadapi orang tuanya dan memutuskan bunuh diri.
"Jika saja aku tidak datang tepat waktu, mungkin ia sudah jadi almarhum. Dan apa kau tahu yang terjadi pada Alan sekarang? Alan putus kuliah dan memilih bekerja di ladang. Padahal kau tahu sendiri, seperti apa Alan itu. Dia termasuk salah satu mahasiswa pintar di kampus kita! Tapi masa depannya hancur gara-gara ulah kakakmu yang tak tahu diri itu!
"Sekarang katakan padaku? Siapakah yang berengsek disini? Dia ... atau aku?" Mata Jakson menatap tajam semua orang yang ada dihadapannya. Dan tidak ada seorangpun yang bisa menjawabnya. "Huh, kalian tidak bisa jawab, kan? Itu baru satu pria, masih banyak pria-pria senasib lainnya. Hidup semua pria-pria itu hancur gara-gara dia!" Jakson menunjuk lurus wajah tegang Rara yang sudah tidak bisa mengangkat kepalanya.
Rhea langsung lemah lunglai mendengar fakta menyakitkan itu. Ia tahu Alan dan semua mantan pacar kakak-kakaknya. Namun, ia tidak pernah menyangka akibatnya bakal sefatal ini.
"Tidak!" gumam Rhea antara percaya dan tidak percaya.
Mata Rhea langsung melotot menatap Rey. "Kau juga terlibat dalam semua ini?" tanya Rhea tak percaya.
"Jakson meminjam semua mobil dan barang-barang yang aku punya. Aku hanya meminjamkan saja. Tidak lebih dari itu, pikirku tidak ada salahnya jika Rara terpikat oleh Jakson dan bukan padaku." Rey menjelaskan yang sebenarnya.
__ADS_1
"Rey tidak salah Rhea, dia sama sekali tidak tahu rencanaku," ujar Jakson dari lantai atas sebelum ia benar-benar menghilang dari pandangan.
Kali ini, Rhea jatuh terduduk. Ia menatap kakaknya yang masih nenunduk. Rasa bersalah yang besar tiba-tiba saja menyerangnya tanpa ampun. Dan untuk pertama kalinya dalam 3 tahun terakhir ini, Rhea melihat kakaknya menangis dari kejauhan.
Hal itu membuat hati Rhea ikut hancur. Ia bangun berdiri menggunakan sisa tenaganya dan hendak menghampiri Rara. Namun, langkahnya di cegah oleh Fey. Ibu mertuanya menggelengkan kepala sebagai tanda bahwa Rhea tidak boleh ikut campur lagi urusan Rara.
"Tapi ... Ibu ... Kakak ...." Air mata Rhea jatuh memikirkan masa depan kakaknya walau itu akibat dari ulahnya sendiri.
"Pulanglah, kau harus banyak istirahat. Kau sudah terlalu banyak menguras emosimu dan itu tidak baik untuk ritualmu yang akan kau jalankan sebentar lagi." Fey beralih menatap putranya. "Rey, bawa Rhea pulang." Keputusan Fey sudah bulat dan Rhea tak bisa membantahnya.
Rey mengangguk dan langsung membimbing Rhea pergi dari sini. "Ayo Sayang. Kau tidak boleh stres. Aku tidak akan membiarkanmu seperti ini terus. Sebaiknya, kita pergi dari sini." Rey merangkul bahu Rhea dan mengajaknya pergi. Namun, pandangan mata Rhea masih tertuju pada Rara sampai akhirnya ia hilang dibalik pintu.
Tangis Rhea langsung pecah begitu keduanya sampai diluar rumah Riska. Sungguh ia tidak pernah membayangkan hal ini bisa terjadi. Bukan ini yang Rhea inginkan. Rhea sama sekali tidak ingin hidup kakaknya hancur.
Dan yang semakin membuat Rhea semakin merasa bersalah adalah ia terlalu percaya pada Jakson yang ia kira bisa membantunya mengubah perangai buruk Rara. Namun ternyata, Jakson malah menghancurkan masa depan kakaknya. Saat ini Rhea tidak tahu apa yang harus ia lakukan.
__ADS_1
BERSAMBUNG
****