
Yeon tiba didepan sebuah rumah sederhana yang sudah sangat ia kenal sebelumnya. Yah, ini adalah rumah tunangannya. Dari kejauhan, Yeon melihat seorang gadis imut yang tidak asing dimatanya sedang sibuk merapikan dan membersihkan rumahnya. Yeon ingin melangkah masuk kedalam dan mengagetkan gadis yang tidak lain adalah tunangannya sendiri. Namun, langkahnya terhenti saat dua orang perempuan datang menghampiri gadis yang bernama Yonna.
“Heh, upik abu! Kau yakin, kau mau menikahi pria itu?” Tanya Yuni, kakak tertua Yonna.
“Tentu saja, Kak. Bukankah itu yang kalian inginkan? Apa yang bisa aku lakukan? Seandainya waktu itu aku menolak, kalian semua pasti akan tetap memaksaku menerima perjodohan ini. Semoga saja … kalian semua puas!” ujar gadis itu.
“Apa kau mencintai pria seeprtia dia? Kalau aku jadi kau, aku akan malu seumur hidup!” Tanya Yuani dengan pandangan mengejek.
“Aku akan mencintainya. Tidak ada yang bisa dilakukan oleh seorang wanita selain mencintai suaminya dengan setulus hati dan jiwanya. Tak peduli seperti apa keadaan Yeon sekarang, aku … mencintainya.” gadis itu pergi meninggalkan pekerjaannya dan langsung berlari keluar rumah tanpa ia tahu kalau ada Yeon yang berdiri terpaku disamping pintu mendengar pembicaraan singkat mereka.
“Yonna … kau ….” Yeon menatap nanar kepergian Yonna yang terus berlari kencang tanpa mau menoleh lagi kebelakang. Tangan Yeon mengepal kuat dan iapun juga menyusul pergi begitu saja.
***
Bila Yeon sedang diserang dengan perasaan yang galau akut pada tunangannya dengan segudang masalah yang ia ciptakan sendiri, lain halnya dengan Bima yang terlihat kikuk karena ia terdampar disebuah tempat yang menurutnya paling aneh. Bima yang tidak pernah datang ketempat seperti ini, mulutnya langsung menganga lebar saat ia menyadari dirinya kini ada disebuah tempat asing yang entah ada dimana lokasinya.
“Gila! Kenapa aku terdampar disini?” gumam Bima bingung dengan orang-orang yang menatap aneh padanya. Sebab pakaiannya yang ala preman pasar ini jelas sangat tidak sesuai dengan lingkungan yang ada disini. “Pamaaaan! Kembalikan aku! Kenapa kau melemparku kemari, ha! Pamaaan! Aku tahu kau bisa mendengarku! Kembalikan aku pulang kerumah! Oey .. Pamaann!” sekeras apapun Bima berteriak, tetap saja tidak ada sahutan.
“Bang, ngapain teriak-teriak begitu? Kesetanan, ya?” Tanya seorang gadis manis bermata coklat menatap heran Bima. Ia memerhatikan penampilan Bima mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki.
Bimapun menoleh kearah gadis asing yang berdiri dibelaknganya. Seketika itu juga, putra kedua Leo langsung terpana melihat penampilan gadis itu. Sebab, ini pertama kalinya Bima melihat seseosok wanita yang sangat berbeda dengan wanita lain pada umumnya.
“Kau siapa?” Tanya Bima.
Bima dan gadis manis tersebut hanya saling menatap satu sama lain. Keduanya sama-sama penasaran tapi tak bisa diungkapkan. Siapa yang menduga kalau si Bengal Bima akhirnya bisa merasakan jatuh cinta pada pandangan pertama pada wanita yang bersahaja nan cantik jelita.
__ADS_1
***
Bila Leo dan Shena sedang bernostalgia mengenang kisah cinta mereka saat pertama kali bersemi di loteng kampus mereka dulu. Dan Yeon yang mengetahui fakta baru tentang tunangannya, serta Bima yang baru saja bertemu dengan wanita penyejuk hatinya, maka lain halnya dengan Rey dan Rhea yang terdampar disebuah tempat asing.
Mereka berdua bingung dan tidak tahu apa yang harus mereka lakukan ditempat asing seperti ini. Bahkan keduanya juga tidak tahu ada dimana mereka sekarang. Tempat ini begitu sunyi dan sangat sepi. Hanya terdengar suara bianatang kecil dan derasnya air terjun mengalir indah disamping Rey dan Rhea berdiri.
Entah apa nama tempat ini, yang jelas mereka baru pertama kali datang kemari. Di samping air terjun yang mengalir indah itu, ada sebuah rumah bergaya modern dengan nuansa putih, disekeliling bangunannya ditumbuhi bunga berwarna-warni dari berbagai jenis. Rumah itu terlihat asri dan nyaman. Ada banyak sekali taman bunga lengkap dengan gazebonya. Tempat ini begitu indah dan menenangkan. Sangat cocok digunakan bagi pasangan yang melangsungkan bulan madu tanpa ada yang bisa mengganggu. Ditambah lagi, nuansanya juga begitu syahdu sehingga memnuat Rey dan Rhea jadi kikuk sendiri ketika saling mencuri pandang.
Terimakasih, Ayah! Batin Rey senang karena ayahnya sudah memberikan tempat seindah ini untuk Rey menikmati bulan madunya bersama Rhea.
“Tempat apa ini, Rey? Indah sekali?” Rheapun mulai membuka pembicaraan. Walau awalnya ia malu, tapi pesona tempat ini sukses mengalihkan perhatiannya. “Ini … mirip seperti negeri dongeng yang sering aku lihat difilm-film fantasi lainnya.” Rhea tak henti-hentinya mengagumi area sekeliling. “Pemandangannya benar-benar menakjubkan. Siapapun pasti bakal betah tinggal ditempat seindah ini,” ujar Rhea lagi. Senyum mengembang menghiasi wajah cantiknya.
Rey juga ikut tersenyum, ia maju selangkah dan memeluk tubuh istrinya dari belakang. Rey juga menempelkan kepalanya dibahu Rhea. “Kau suka tempat ini?” bisik Rey mesra.
“Tentu saja, tempat ini sangat indah dan nyaman. Mana mungkin aku tidak suka.” Rhea ikut memegang kedua tangan Rey yang melingkar erat diperut ratanya.
“Tapi … bagaimana dengan kuliah kita? Sepertinya … tempat ini sangat jauh dari lokasi kita kuliah.”
“Jangan khawatir, aku akan minta ayah untuk membuatkan pintu ajaib untuk kita. Aku rasa, ini bukan dunia nyata. Saat ini, kita berada didunia lain ciptaan ayah.”
“Pintu ajaib? Apa seperti punya Doraemon?” tanya Rhea bingung.
“Ehm, kurang lebih seperti itu, tapi namanya sudah bukan pintu doraemon lagi, melainkan pintu doraRefald,” ujar Rey asal njeplak dan sukses membuat Rhea tertawa.
“Kau ini, masa mengatai ayah seperti itu. Kau bisa dicincang olehnya kalau dia mendengar ucapanmu.”
__ADS_1
“Ayah pasti sudah mendegarnya. Tidak ada yang tidak diketahui oleh raja dedemit luar biasa itu. Sekarang, aku sangat mengerti kenapa paman Leo memanggilnya biksu Tong. Sebab, aksinya benar-benar memukau semua orang yang mendengar namanya. Apalagi sampai mengerjai kita berdua seperti ini. Baru kali ini aku menemukan sosok ayah seperti ayahku!”
“Dan kau adalah putranya,” tambah Rhea.
“Kau juga menantunya sekarang.” Rey juga tak mau kalah.
Rhea tertawa bahagia. “Benar, kita berdua beruntung memliki ayah dan ibu seperti mereka yang tiada duanya didunia ini. Terutama aku, suatu kehormatan besar bagiku menjadi bagian dari keluargamu, Rey. Terimakasih karena sudah mau menerimaku sebagai istrimu dan menantu dari keluarga raja dedemit Mirza Banta.”
Rey terdiam, ia mengecup pipi lembut Rhea sehingga membuat gadis itu tersipu malu. “Mau lihat-lihat kedalam rumah itu? Sepertinya … ayah sudah mempersiapkan semuanya untuk kita berdua.” Rey mencoba mengalihkan pembicaraan agar istrinya ini tak terlihat sedih di hari bahagia mereka.
Deg!
Jantung Rhea langsung berdetak kencang. Entah kenapa, ia tiba-tiba menjadi gugup dan juga grogi. Dirumah itu, pasti ada kamar pengantin mereka, yang artinya ia dan Rey harus … segera melakukan malam pertama mereka. Bohong kalau Rhea tidak takut, sebab sebagai seorang wanita baik-baik, hal seperti ini adalah pertama kali baginya. Meski kini mereka sudah sah sebagai pasangan suami istri, tetap saja dalam hati Rhea, ada sedikit rasa cemas.
“Kenapa kau jadi berkeringat dingin, Sayang. Aku bahkan belum melakukan apa-apa,” goda Rey karena bisa mendengar pikiran istrinya. Rey berjalan pelan menghadap Rhea yang menunduk malu. “Kau siap?” Tanya Rey dengan senyuman menggodanya.
BERSAMBUNG
***
Maaf upnya telat …
Diatas, ada cuplikan adegan kisah Yeon dan juga kisah Bima. Tolong sabar ya … karena yang pertama kali aku rilis nanti adalah kisah Byon dan Biyanca dulu. Pokoknya ditunggu saja dan terus dukung semua karyaku.
Oh iya, aku sangat berterimakasih pada kalian semua yang sudah mau memberikan hadiahnya sehingga novel ini masuk 100 besar ‘ranking karya hadiah’ untuk pertama kalinya. Sungguh aku terhura, karena sebagai author remahan rengginang sepertiku, bisa masuk rangking hadiah itu adalah pencapaian yang luar biasa, dan itu semua berkat kalian. Pokoknya terimakasih all karena sudah setia dan mau membaca karyaku. Meski aku sangat sibuk, aku akan terus semangat berkarya menciptakan kehaluan yang entah ada ditingkat berapa untuk menghibur kalian semua dengan cerita nyeleneh dan nggak jelasku ini.
__ADS_1
Terimakasih all … I love you so much …