
Setelah peperangan yang banyak menguras tenaga, hati, pikiran dan jiwa semua orang, sudah dimenangkan oleh Refald. Kehidupan sang raja dedemit berserta seluruh keluarganya jadi aman sentosa sejahtera. Apalagi, Rhea diketahui mengandung buah hati pertamanya dengan Rey. Semakin lengkaplah kebahagiaan pasangan yang lagi anget-angetnya menjalani pernikahan.
Begitupula dengan Fey yang juga mengandung buah hati keduanya dengan Refald. Dua kabar bahagia itu membuat seluruh keluarga besar kedua belah pihak merasa sangat bahagia. Bagi keluarga besar Refald, hal itu merupakan suatu berkah yang tak terkira. Ayah dan Ibu Refald sangat bahagia karena mereka akan mendapatkan cucu dan cicit dalam waktu bersamaan.
Awalnya Fey merasa sangat malu dengan kehamilan keduanya. Diusianya yang harusnya tak lagi muda, Fey malah mengandung lagi. Padahal yang benar adalah ia duduk santai sambil menimang cucu dari putranya Rey. Namun ternyata, takdir berkata lain. Ia kembali memiliki momongan.
Tentu saja kalau dalam kehidupan masyarakat normal lainnya, hal itu merupakan kejadian yang unik dan langka. Namun, wajah Fey dan Refald yang awet muda membuat semua orang menganggap wajar saja itu terjadi. Mereka semua malah sangat senang mendengar kabar bahagia tatkala mengetahui kalau Fey berbadan dua lagi.
Hal aneh lainnya juga dialami Shena dan Leo. Setelah keduanya kembali dari dunia istana sentris beberapa waktu yang lalu, wajah Leo dan Shena kembali seperti remaja lagi dan tak menua layaknya Refald dan Fey. Sepertinya pengaruh mistis saat keduanya ada di lorong waktu itu tak bisa dihilangkan dan kebawa kedunia nyata.
Alhasil, Shena dan Leo jadi tetap awet muda meskipun mereka berdua memliki 3 anak yang sudah beranjak dewasa. Bahkan Yeon juga sudah memiliki tunangan dan bersiap untuk menikah.
Namun pasangan Leo dan Shena kembali muda seperti usia anak-anak mereka. Pro dan kontrapun terjadi melihat keanehan yang dialami Leo dan Shena, dan seiring berjalannya waktu, mereka akhirnya bisa memahami posisi adik Refald itu, dimana keduanya telah diberkahi dengan wajah awet muda.
“Kau sedang apa? Aku lihat beberapa hari ini, wajahmu manyun terus. Ini bukan dirimu yang sebenarnya,” tanya Shena sambil membantu Leo merapikan dasi dan jasnya.
Malam ini, keduanya akan menghadiri pesta perayaan kehamilan Fey dan juga Rhea. Tentu saja, pesta ini hanya diperuntukkan keluarga besar Refald saja.
“Sayang, bagaimana kalau kau hamil lagi?” ujar Leo tiba-tiba. Entah ia kerasukan setan apa sehingga tidak ada angin ataupun hujan, suami Shena itu mendadak bicara ngelantur begitu.
__ADS_1
“Apa kau sudah gila? Sebentar lagi Yeon akan menikah dan kita bakal punya cucu dari Yeon. Kenapa kau ingin aku hamil lagi, ha? Aku tidak mau!” sergah Shena langsung.
“Kak Fey dan menantunya hamil bebarengan. Bagaimana kalau kau dan menantumu juga …,”
Belum juga Leo menyelesaikan kalimatnya, sebuah bantal langsung melesat cepat mengenai wajah tampan Leo. Seketika rambutnya yang klimis habis, jadi berantakan lagi akibat timpukan bantal dari Shena.
“Kalau kau ingin punya anak lagi, hamil saja sendiri! Dasar!” Shena keluar ruangan sambil menutup pintu dengan keras saking kesalnya mendengar Leo bicara yang bukan-bukan.
“Itu kan hanya rencana, memang apa salahnya,” gerutu Leo sambil merapikan kembali rambutnya.
***
“Sampai kapan kau memandangiku seperti itu? Tanpa kedip pula,” ujar Rhea yang melihat Rey dari balik kaca riasnya.
“Aku akan terus memandangimu selama yang aku mau? Kenapa? Kau keberatan?” tanya Rey. Ia berdiri dan berjalan mendekat ke arah istrinya yang hanya tersenyum melihatnya. Dengan mesra, Rey memeluk Rhea dari belakang dan menempelkan kepalanya di bahu Rhea. “Terimakasih Sayang, kau sudah memberikan kebahagiaan padaku dan keluarga ini. Sungguh aku sampai tak bisa berkata-kata dan juga tidak percaya kalau aku … sebentar lagi akan jadi ayah.”
“Sama-sama, Sayang. Aku juga sangat bahagia bisa memberikan keturunan yang bisa meneruskan generasi kita.” Rhea tersenyum sambil memegang lembut pipi suaminya. Keduanya sama-sama mengusap perut Rhea dan saling melempar senyum bahagia.
“Sejujurnya, aku sangat terkejut.” Rey mulai curhat. “Aku sama sekali tidak menyangka kalau ibu … juga hamil lagi. Ini sangat aneh bagiku, aku akan punya anak, sekaligus adik diwaktu yang sama. Kebayang nggak sih, anak dan adikku akan bersekolah di tempat yang sama dan menjadi teman sebaya. Bagaimana menurutmu, Sayang?” tanya Rey.
__ADS_1
“Beberapa keluarga ada yang seperti itu Rey, dan itu lumrah terjadi. Dulu, aku juga punya teman sekelas di mana mereka memiliki ikatan keluarga lebih dari biasanya. Awalnya, aku bingung kenapa si A memanggil si B dengan sebutan ‘bulek’ (bibi) sementara teman-temannya yang lain memanggil mereka dengan nama. Ternyata, si A dan si B adalah bibi dan keponakan. Tidak masalah dalam hubungan itu walaupun mereka sebaya, toh mereka semua tetap bisa hidup bahagia dan menjalani kehidupan normal seperti yang lainnya.”
“Benarkah?” tanya Rey agak terkejut.
“Ehm, itu benar. Apa kau tidak lihat? Ayah dan ibu sangat bahagia menanti kehadiran putra kedua mereka alias calon adik iparku. Akupun ikut senang karena anak kita nanti punya teman bermain. Aku dengar dari ayah, kalau anak ibu berjenis kelamin laki-laki. Dia … akan jadi lebih kuat darimu.”
“Ehm, ayah juga sudah memberitahuku. Dia adalah calon kaisar yang bakal mewarisi seluruh kekuatan ayah dan leluhur kami. Sampai saat itu tiba, aku bertugas melindunginya.” Mata Rey menajam seolah ada yang ia pikirkan.
“Kau tidak keberatan jika adikmu jauh ada diatasmu?” tanya Rhea ingin tahu apa yang dirasakan suaminya.
“Untuk apa keberatan. Sejak awal aku hanya ingin bersamamu. Aku sama sekali tak ingin menjadi seperti ayahku. Sebaliknya, aku ingin seperti paman Leo. Meskipun ia hanyalah manusia biasa, tapi ia tak terkalahkan. Mendengar nama paman saja, musuhnya langsung gemetar.”
“Kau memang lebih mirip paman Leo ketimbang ayah. Dan Yeon lebih mirip ayah ketimbang paman Leo. Ada apa dengan kalian berdua sebenarnya? Apa kalian termasuk korban jiwa yang tertukar? Kenapa latar belakang kalian bertolak belakang?” Rhea merasa lucu saja dengan sifat kedua kakak beradik itu, dilihat dari seperti apa ayah-ayah mereka, Yeon dan Rey, tak mewarisi gaya ayah keduanya.
“Kau ini terlalu sering lihat film fantasi Sayang. Mana ada hal semacam itu di dunia ini. Apa yang terjadi padaku dan juga Yeon adalah takdir, tak ada yang lain.” Rey mencium mesra kening Rhea lalu turun kebawah hingga bibir mereka saling bersentuhan. “Kau sudah selesai? Ayo kita turun, seluruh keluarga pasti sudah menanti kita.” Rey membimbing istrinya dan menggandengnya keluar ruangan untuk menghadiri acara pesta.
BERSAMBUNG
***
__ADS_1