
#Rafael-Luna
Saat ini Rafael tengah berada di sebuah cafe dekat rumah sakit tempat bekerjanya Luna, Rafael tengah menunggu Luna datang.
"Kenapa Luna masih belum datang juga sih, katanya bertemu pukul dua siang, tapi sudah jam dua lewat dia belum datang juga" ucap Rafael dalam hati masih senantiasa menunggu kedatangan kekasihnya.
"Apakah Luna ada pasien dadakan atau terjadi sesuatu padanya disana" ucap Rafael lagi dalam hati mengkhawatirkan keadaan Luna. Karena mereka sangat jarang bertemu karena kesibukan Luna sebagai dokter umum yang memiliki banyak pekerjaan. Apalagi seorang dokter harus terus siaga jika ada pasien darurat yang tiba-tiba datang kerumah sakit.
"Ah.... Kenapa aku jadi tak sabaran seperti ini sih" ucap Rafael sambil menundukkan kepalanya karena frustasi memikirkan keberadaan Luna saat ini. Lalu tiba-tiba Luna datang tanpa sepengetahuan Rafael yang tengah menunduk cukup lama sambil memegangi kepalanya.
"Kakak. Apakah kau sakit ? Kenapa memegangi kepalamu seperti itu" ucap Luna yang baru saja datang dan kaget melihat Rafael yang seperti orang sakit karena menunduk sambil memegangi kepalanya.
"Sayang" panggil Rafael terkejut dengan kehadiran Luna dihadapannya.
"Kakak. Apa kau sakit ?" tanya Luna lagi khawatir karena Rafael tak menjawab pertanyaannya tadi.
__ADS_1
"Aku tidak apa-apa sayang. Tidak sakit kok" jawab Rafael lega karena kehadiran Luna menenangkan hatinya.
"Lalu kenapa kakak menunduk sambil memegangi kepala kakak seperti itu. Aku kan jadi khawatir melihatnya, Aku kira kakak lagi sakit" ucap Luna lega mendengar jawaban Rafael.
"Kau khawatir padaku sayang. Aku jadi senang mendengarnya karena kekasihku penuh perhatian seperti ini" ucap Rafael sambil tersenyum manis sangat bahagia sekali.
"Kakak malah menggodaku. Padahal aku benar-benar sangat khawatir sekali" kesal Luna pada Rafael.
"Maaf sayang. Aku sangat bersyukur karena kau memperhatikan diriku" ucap Rafael lembut.
"Maaf kakak. Tadi ada pasien dadakan yang datang dan darurat juga. Aku jadi gak sempat ngabarin kak Rafael. Maaf ya kak" ucap Luna dengan sangat lembut dengan mimik wajah merasa sedikit bersalah karena tidak mengabari Rafael.
"Tidak apa sayang. Aku memaklumi pekerjaanmu kok. Jika aku tak bisa tahan dengan ini semua. Bagaimana mungkin hubungan kita masih berlanjut seperti sekarang. Aku hanya khawatir saja" jelas Rafael agar Luna tak bersedih karena pertanyaannya barusan.
"Makasih sudah mengerti. Makin sayang deh" gombal Luna sambil menyentuh tangan Rafael yang tengah berada di atas meja.
__ADS_1
"Oh iya, kakak kan udah berada disini dari tadi. kakak gak ada mesan apapun ?" tanya Luna yang heran dengan kondisi meja tempat mereka berdua duduk masih kosong tak ada minuman ataupun makanan yang tersaji disana.
"Aku menunggumu sayang" jawab spontan Rafael yang membuat Luna menggelengkan kepalanya.
"Astaga kakak. Untung aja pelayannya baik gak ngusir kakak karena gak mesan apapun. Padahal disini lagi banyak pula pelanggan yang datang" ucap Luna tak habis fikir dengan kelakuan kekasih tersayangnya itu.
"Kakak mau pesan apa ?, biar aku yang pesankan" sambung Luna lagi pada Rafael.
"Kopi saja sayang" ucap Rafael dengan senyum sumringah menghiasi sudut bibirnya.
"Makannya ?" tanya Luna lagi pada Rafael.
"Aku minum saja" jawab Rafael karena iya tak ingin makan apapun untuk saat ini.
"Oke. Tunggu disini sebentar ya kak. Aku akan segera kembali" ucap Luna sambil menuju tempat pemesanan untuk memesan pesanan mereka berdua. Tak lama kemudian Luna pun datang kembali sambil membawa nampan isi pesanan mereka barusan. Luna memberikan kopi milik Rafael kehadapan Rafael.
__ADS_1
#Bersambung