
"Sayang, sudah berapa kali ku katakan padamu. Orang tua Rafael itu sangat baik sekali, jadi tak perlu khawatir. Aku bersamamu Clara. Aku akan melindungimu dan selalu menjadikan kau sebagai prioritas utamaku. Jadi jangan takut. Aku akan selalu disisimu, tak kan ada siapapun yang berani menyakitimu selama aku masih bersamamu" jelas Nathan menghibur Clara yang tengah gugup agar Clara tak memikirkan hal-hal yang lain.
"Aku merasa tenang mendengar kakak mengatakan semua itu. Kakak menguatkan Clara. Terimakasih kak" ucap Clara merasa sedikit lebih tenang karena perkataan Nathan barusan.
Tak membutuhkan waktu lama, karena rumah Rafael tak begitu jauh dari rumah Nathan, makanya hanya membutuhkan waktu yang tidak lama untuk sampai kesana. Sesampainya di rumah Rafael, Clara dan Nathan keluar dari mobil dan mereka langsung mengeluarkan hadiah yang telah mereka siapkan dari dalam mobil.
Rafael yang mengetahui Nathan dan Clara telah sampai menghampiri Clara dan Nathan ke luar rumah.
"Akhirnya kalian sampai juga. Aku sudah menunggu kalian sedari tadi" ucap Rafael menemui Nathan dan Clara di luar rumah. Rafael sangat senang sekali melihat Nathan dan Clara datang.
__ADS_1
"Kau tau Nathan. Ibuku sudah tak sabar sekali bertemu kalian berdua. Dia terus-terusan menanyakan padaku kapan kalian akan datang. Benar-benar tak bisa kupercaya ibuku jadi bersemangat seperti itu" jelas Rafael mengungkapkan bagaimana tingkah ibunya ketika menunggu Nathan dan Clara datang.
"Benarkah ibu kakak seperti itu ?" tanya Clara ingin memastikan hal yang dikatakan Rafael tadi benar atau tidak.
"Tentu saja benar adik. Ayo masuk. Ayah dan ibuku sudah menunggu kedatangan kalian sedari tadi" ucap Rafael meminta Nathan dan Clara untuk masuk ke dalam rumah. Mereka bertiga pun masuk kedalam rumah. Clara merasa dag-dagan karena ini pertama kalinya ia akan bertemu dengan orang tua Rafael. Jadinya rasa gugup yang sempat bilang tadi muncul kembali.
"Dady, Momy. Lihat siapa yang datang" ucap Rafael memberitahu orang tuanya kedatangan Nathan dan Clara. Orang tua Rafael terlihat sangat senang sekali terlihat dari mimik wajahnya yang tersenyum sangat lebar ketika melihat kedatangan mereka berdua kesana.
"Aku juga sangat merindukan bibi" ucap Nathan sambil membalas pelukan ibu Rafael.
__ADS_1
"Hallo paman, selamat pagi" sapa Nathan pada ayah Rafael yang berada dibelakang istrinya sedari tadi ketika ibu Rafael memeluk tubuh Nathan erat.
"Akhirnya kau datang juga Nathan. Apakah ini calon istrimu ?" tanya ayah Rafael pada Nathan sambil menunjuk Clara yang tengah berdiri disebelah Rafael saat ini.
"Paman, bibi. Perkenalkan ini Clara calon istriku" ucap Nathan memperkenalkan Clara pada ayah dan ibu Rafael. Clara yang diperkenalkan tersenyum manis ke arah mereka berdua.
"Sayang, ini paman Henry dan ini bibi Lidiya, ayah dan ibunya Rafael" sambung Nathan lagi memperkenalkan ayah dan ibu Rafael pada clara.
"Hallo paman dan bibi. Selamat pagi. Saya Clara, calon istrinya kak Nathan. Senang bisa bertemu paman dan bibi dan terimakasih sudah mengizinkan Clara datang mengunjungi kalian kesini" ucap Clara menyapa ayah dan ibu Rafael dengan ramah sambil tersenyum manis walau sebenarnya Clara sangat gugup sekali. Jantungnya terus berdegup dengan sangat kencang sedari memasuki rumah Clara. Clara benar-benar sangat gugup sekali tapi dia menahanny.
__ADS_1
#Bersambung