My Arogant Big Bos

My Arogant Big Bos
#152


__ADS_3

"Jadi udah mulai mempersiapkan pernikahannya nih Clara. Aku pikir kalian akan masih lama menikahnya. Karena Nathan terus menunggu dirimu siap Clara" ucap Naufan yang membuat Clara mengerti dengan ucapan Naufan. Karena Nathan sudah sering dulu mengajaknya untuk menikah, tapi hanya saja waktu itu Clara belum siap untuk membina rumah tangga, mengingat waktu itu kehidupan Clara terbilang cukup buruk untuk dilaluinya. Clara masih perlu menata hatinya waktu itu. Tapi sekarang itu tidak perlu lagi, karena Clara sudah memantapkan hatinya untuk hidup bersama dengan Nathan.


"Udah kok. Memangnya kak Nathan gak bilang ke kakak tentang ini ?" tanya Clara ingin memastikan apakah Naufan tau tentang persoalan Clara dan Nathan akan menikah atau tidak, Karena Naufan tiba-tiba bertanya barusan.


"Tau. Nathan udah kasih tau. Cuman belum ngasih tau kapan pastinya" jawab Naufan mengingat pembicaraannya tempo hari dengan Nathan, Rafael dan juga Kenzo. Biasanya mereka berempat kalau ada sesuatu yang terjadi dengan mereka, mereka akan langsung berbagi cerita dan mencari solusi bersama-sama. Mereka selalu berusaha untuk mengakrabkan diri walau sesibuk apapun pekerjaan dan kegiatan mereka. Karena itu mereka berempat pasti tau apa yang terjadi dengan salah satu diantara mereka. Walaupun belum tau pasti Clara dan Nathan akan menikah, tentunya mereka perlu mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang terlebih dahulu baru setelah itu ditentukan kapan pastinya akan melangsungkan pernikahan.


"Kirain Clara kakak gak tau. Soalnya kak Naufan nanya kek gitu" ucap Clara merasa lega karena Naufan mengetahuinya.

__ADS_1


"Oh iya, kak Naufan gak mau mesan minum lagi. Mau Clara pesankan. Kakak mau minum apa ?" tanya Clara kerena tak enak jika Naufan hanya sekedar duduk mengobrol dengan mereka, sedang Clara dan Luna asik minum dan mengemil. Jadinya Clara merasa tak enak jika membiarkan Naufan sekedar duduk saja disini.


"Gak perlu Clara. Biar aku saja yang pesan sendiri" jawab Naufan yang tiba-tiba berdiri dan menuju ke tempat pemesanan.


Tak membutuhkan waktu lama, Naufan kembali dengan membawa minuman dan beberapa camilan cake ke tempat Clara dan Luna berada. Melihat hal itu sontak membuat mereka heran dengan yang dibawa Naufan kesana.


"Lumayan. Kenapa bertanya seperti itu ?" tanya Naufan merasa heran dengan pertanyaan yang dilontarkan Clara padanya. Memang benar kebanyakan laki-laki tak suka hal yang manis-manis. Tapi ada beberapa diantara mereka bahwa menyukai hal yang manis bukanlah hal yang buruk untuk disukai.

__ADS_1


"Aku kira kak Naufan tak suka makanan manis. Ditambah kakak membelinya juga banyak sekali" jawab Luna yang merasa bahwa Naufan sangat suka sekali makanan manis mengingat berapa banyak Cake yang ia bawa.


"Aku membelikannya untuk kalian. Makanlah" ucap Naufan meletakkan semua cake itu kehadapan Clara dan juga Luna. Karena Naufan melihat di meja mereka hanya tinggal minuma saja yang ada tadi. Sebab itulah Naufan membelikan mereka cake agar obrolan mereka bisa semakin menyenangkan karena ada camilan.


"Eh, kenapa kakak jadi repot-repot segala. Terimakasih untuk cakenya kak" ucap Luna yang merasa tak enak pada Naufan karena repot-repot membelikan mereka cake seperti ini. Begitu juga dengan Clara.


"Gak repot kok. Ayo makan" ucap Naufan sedikit tersenyum pada Clara dan juga Luna. Clara dan Luna yang melihat hal itu langsung mengambil salah satu cake yang dibelikan Naufan dan mencobanya dengan lahap. Melihat mereka berdua memakan cakenya dengan lahap membuat Naufan menjadi sangat senang karenanya.

__ADS_1


#Bersambung


__ADS_2