
Apakah ada yang mencari diriku tadi ?" tanya Luna pada Ayu karena Luna sedikit terlambat datang karena insiden yang ia alami tadi.
"Tidak ada. Kau tidak perlu khawatir" jawab Ayu memberitahu Luna.
"Ah.. syukurlah. Ku kira akan ada yang terjadi karena keterlambatanku" ucap Luna bersyukur karena tak ada yang mencarinya ketika ia tidak ada di tempat.
Walaupun tengah merasakan sakit di pantatnya. Luna tetap berusaha menjalani pekerjaannya dengan sungguh-sungguh. Dedikasinya untuk menjadi dokter yang profesional selalu di tanamkannya di dalam hatinya. Dia selalu mengingat untuk apa selama ini dia bekerja keras dengan segala hal yang di lakukannya. Luna sejak kecil selalu ingin menjadi dokter yang luar biasa sama seperti ayahnya.
__ADS_1
#Kembali ke hari pertemuan yang di adakan Clara dan Juga Nathan.
Luna saat ini tengah berada di rumahnya tepatnya di apartementnya sendiri. Karena rumah Luna lumayan jauh dari rumah sakit tempat ia bekerja. Karena itu Luna memutuskan untuk tinggal sendiri dan mencari apartement di dekat rumah sakit tempat ia bekerja. Setelah pertemuan itu Luna terus terfikirkan akan pertemuannya dengan Rafael untuk yang ke dua kalinya. Sebenarnya Luna tak berharap untuk bertemu dengan Rafael lagi mengingat kenangan pertemuan pertamanya dengan Rafael tidak menyenangkan.
"Kenapa aku bisa bertemu dengan kakak itu lagi. Ditambah lagi dia cukup tampan juga ternyata. Ah.... kenapa aku malah memujinya sih. Bikin pusing saja. Tapi kenapa dia hanya diam saja tadi ? Apakah karena ada diriku ?" tanya Luna pada dirinya sendiri. Mengingat moment pertemuannya dengan Rafael tadi.
"Kenapa aku begitu canggung ketika bertemu dengannya lagi ? Dia juga tampak baik-baik saja dan terlihat tidak mempermasalahkannya juga. Tapi kenapa aku malah jadi salah tingkah di depannya. Bahkan jantungku juga berdegup sangat kencang di buatnya. Apa sebenarnya yang terjadi dengan diriku ?" pikir Rafael terus-terusan. Dia tidak bisa melepaskan fikirannya dari Luna. Luna terus terlintas di fikirannya. al hasil hari itu baik Luna maupun Rafael saling memikirkan satu sama lain.
__ADS_1
Tiga hari setelah pertemuan itu. Rafael tengah berada disalah satu cafe yang ada di sebuah mall terbesar di kota itu. Ia tengah bertemu dengan salah satu teman masa kuliahnya yang akan melangsungkan pernikahan bulan depan. Karena Rafael dan temannya itu cukup dekat, karena itu temannya itu ingin mengundang Rafael secara langsung. Karena itulah Rafael datang menemui temannya di cafe itu.
"Aku memanggilmu datang kemarin ingin mengundang kau datang ke acara pernikahanku yang akan di adakan bulan depan. Aku berharap kau bersedia untuk datang" ucap teman Rafael yang bernama Bobi.
"Wah... akhirnya kau menikah juga dengan Citra. Ku kira kalian tak terfikirkan ke arah sana" ucap Rafael meledek Bobi karena kisah percintaannya yang tak kunjung melaju ke arah yang lebih serius yaitu pernikahan.
*Bersambung*
__ADS_1