
Clara dan Morgan terdiam sejenak karena Clara perlu mencerna semua hal yang ia dengar barusan. Sedangkan Morgan memberi ruang pada Clara untuk menenangkan dirinya terlebih dahulu. Mereka berbicara sangat lama tadi hingga lupa hari sudah menunjukkan sore hari dan jam kerja Clara akan selesai sebentar lagi. Morgan tidak bekerja hari ini, ia meminta libur pada atasannya. Ketika Morgan merasa suasananya sudah sedikit membaik, Morgan tiba-tiba mengatakan sesuatu.
"Ra. jangan beritahu Sherly tentang hal ini ya Ra. Aku mohon. Sherly tidak tau kalau ayahnya datang menemui keluargaku dan mengancamku dan aku harap kau tak akan terlalu membenci Sherly karena hal ini. Karena dia juga terpaksa menjauhi dirimu karena suruhan ayahnya" pinta Morgan pada Clara agar Clara tidak membicarakan hal yang ia dengar pada Sherly yang tak tau tentang yang terjadi.
"Jadi Sherly tidak tau apa yang dilakukan oleh ayahnya ?" tanya Clara memastikannya lagi pada Morgan.
"Setauku dia memang tidak tau" jawab Morgan setaunya.
"Baiklah. Aku tak akan menanyakan hal itu pada Sherly. Sama seperti dirimu. Aku berharap Sherly juga akan datang menemuiku memberitahu alasan ia menjauhiku, atau setidaknya meminta maaf padaku" ucap Clara berharap Sherly juga akan datang menemui dirinya.
"Ra. Apakah kau masih menganggapku temanmu ?" tanya Morgan ragu-ragu mengingat perlakuannya pada Clara selama ini yang sangat melukai hati Clara.
"Aku selalu menganggap kau temanku. Seperti apapun keadaannya" jawab Clara dengan senyumannya.
__ADS_1
"Terimakasih Ra. Aku sangat lega mendengarnya" ucap Morgan juga ikutan tersenyum.
"Maaf aku menyita waktumu hari ini. Ternyata sudah pukul enam sore sekarang. Gak terasa waktu berjalan dengan sangat cepat. Rasanya baru sebentar aku mengobrol denganmu di sini" ucap Morgan sambil melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan kirinya yang menunjukkan pukul enam sore.
"Gapapa Morgan. Setidaknya yang kita bicarakan adalah hal yang penting" jawab Clara masih dengan senyuman menghiasi sudut bibirnya.
"Kalau begitu aku harus masuk sekarang. Ini sudah hampir jadwal pulang kerja mu juga" ucap Clara berpamitan pada Morgan karena mengingat Clara masih berada di panti asuhan.
"Tidak perlu Morgan. Calon suamiku akan menjemput nanti" jawab Clara yang sontak membuat Morgan terkejut mendengar jawaban Clara. Karena Morgan tak tau Clara memiliki pasangan.
"Calon suami ?" tanya Morgan.
"Ra. kau punya calon suami ? sejak kapan kau memiliki kekasih Ra ?" tanya Morgan lagi benar-benar tak percaya dengan apa yang ia dengar dari Clara barusan.
__ADS_1
"Aku sudah mempunyai calon suami. Aku akan mengenalkannya padamu nanti" jawab Clara dengan senyum manisnya.
"Baiklah. Aku menantikannya. Siapa yang bisa membuat Claraku bahagia" ucap Morgan membalas senyuman Clara.
"Kalau begitu, aku pulang dulu Ra. Nomor ponsel mu masih yang lama bukan ? aku akan menghubungimu nanti" tanya Morgan agar mereka bisa saling komunikasi lagi seperti biasanya.
"Iya aku masih menggunakan nomor ponsel yang sama" jawab Clara.
"Oke. Bye Clara. Sampai bertemu lagi" pamit Morgan dan Clara langsung kembali masuk ke panti asuhan.
Pekerjaan Clara sedikit terganggu hari ini karena pertemuannya dengan Morgan, tapi para pekerja di panti asuhan memaklumi hal itu. Karena Clara memberitahu bahwa ada suatu masalah yang perlu di selesaikan dengan temannya.
#Bersambung
__ADS_1