My Arogant Big Bos

My Arogant Big Bos
#74


__ADS_3

Rafael memutar balik laju kendaraannya menuju arah rumah Naufan.


"Kenapa lo gak nanya dulu dodol. Mana tau gue lo mau ke rumah gue sekarang" jawab Nathan tidak percaya dengan tingkah laku salah satu sahabat baiknya itu. Seharusnya dia mengabari dulu sebelum pergi kesana. Benar-benar membuat orang naik darah saja.


"Gak kepikiran gue. Gue susul ke sana. Jangan pergi kemana-mana kalian. Tungguin gue kalo lo pada mau keluar" ucap Rafael memberitahu Nathan bahwa ia akan menyusul ke rumah Naufan.


"Iya-iya. Cepatan ke sini gih. Kalo kelamaan, kita bakalan keluar nih ninggalin lo" ucap Nathan memanas-manasi Rafael yang tengah menyetir melajukan mobilnya.


"Tega lu sama gue than. Ntar gue bilangin adek gue loh. Baru tau rasa lo" ucap Rafael mengancam Nathan dengan menggunakan kata adek pada perkataannya.


"Siapa adek lo ?" tanya Nathan heran dengan perkataan Rafael.


"Calon istri lo" jawab Rafael dengan nada santainya.

__ADS_1


"Rel, jangan coba-coba lo bawa-bawa nama istri gue" ucap Nathan dengan menekankan setiap perkataannya dengan nada kesal pada Rafael.


"Itu aja marah lo than, dan sejak kapan Clara jadi istri lo. nikah aja belom hahahaha" ucap Rafael meledek Nathan sambil tertawa terbahak-bahak.


"Ah.... udah ah... cepat aja lo kesini, gak pake lama" ucap Nathan mengakhiri panggilan telfon itu dengan sepihak yang membuat Rafael tersenyum penuh kemenangan karena membuat sahabatnya Nathan kesal.


Tak lama kemudian, Rafael pun sampai di rumah Naufan. Rafael memarkirkan mobilnya tepat di sebelah mobil Nathan. Sesampainya di depan rumah Naufan, Rafael langsung masuk tanpa permisi ke dalam rumah dan ia melihat ke tiga sahabatnya tengah asik bermain vidio game atau lebih tepatnya PSP.


Mereka tidak menggubris perkataan Rafael, malah semakin asik dengan kegiatan yang tengah mereka lakukan saat ini.


"Benar-benar lo pada" ucap Rafael sambil mengambil bantal sofa dan melemparkan ke arah sahabat-sahabatnya, yang sontak membuat ke tiga sahabatnya itu mendengus kesal sambil menatap tajam ke arah Rafael.


"Ngapain lo ke sini Rel. Gak jalan bareng kekasib tercinta lo ?" tanya Naufan dengan raut wajah fokusnya sambil bermain vidio game.

__ADS_1


"Kenapa emang ? Mau tau aja lo" ucap Rafael masih kesal dengan sahabatnya itu.


"Cuman nanya doang gue mah. Sensi aja lo" jawab Naufan dengan entangnya.


Melupakan apa yang terjadi barusan. Mereka berempat pun menghabiskan waktu sambil mengenang masa-masa dahulu. Saling meledek satu sama lain. Walaupun terkadang terjadi percekcokkan di antara mereka berempat. Itu tidak akan memperkeruh persahabatan dan persaudaraan di antara mereka. Karena semarah-marahnya mereka. Pada akhirnya nanti akan baikan kembali karena sudah saling memahami satu sama lain.


Waktu terus berlalu dan hubungan Nathan dan Clara pun semakin erat. Hari ini Nathan di bantu oleh sahabat-sahabatnya akan mempersiapkan lamaran untuk melamar Clara menjadi istrinya. Karena Clara tidak suka dengan hal-hal yang berlebihan, Nathan berusaha mempersiapkan lamaran yang sederhana tapi terlihat sangat elegan dan sangat romantis. Dihiasi dengan lampu-lampu yang cantik dan bunga mawar yang mengelilingi tempat itu. Sungguh nuansa yang sangat indah di pandang oleh mata bagi yang melihatnya.


#bersambung


Hy guys ketemu lagi bareng aku....


Selamat membaca heheheheh

__ADS_1


__ADS_2