
Sherly sangat kesal dengan apa yang di ucapkan oleh Morgan. Tidak seharusnya Morgan berkata seperti itu padanya.
"Ah.... bener-bener, kenapa dia jadi marah kek gitu sih. Emangnya dia pikir dia siapa. Baru juga jadi karyawan biasa, gayanya belagu amat. Kampret emang" ucap Sherly kesal dengan Morgan.
Dilain sisi, Morgan yang tengah bekerja terkejut dengan panggilan telfon Sherly pada awalnya.
"Tumben-tumbennya ni bocah nelfon gue. Pasti ada maunya" ucap Morgan dalam hati menyadari maksud Sherly menelfon dirinya. Karena Sherly termasuk sangat jarang sekali menghubungi dirinya. Bisa di katakan hubungan Sherly dan Morgan itu tak sedekat yang di kira. Setelah mengangkat panggilan telfon itu ternyata Sherly ingin mengajaknya nongkrong. Morgan jadi kesal karena hal itu. Apakah dia tidak melihat hari dan jam, sehingga dengan santainya mengajak dirinya untuk nongkrong, dan yang lebih membuat Morgan semakin kesal adalah Sherly tiba-tiba langsung menghentikan panggilan telfon tersebut, padahal Morgan hendak ingin mengatakan sesuatu pada Sherly.
"Kenapa dia jadi marah-marah sih, apa gue mengatakan hal yang salah ? gue rasa gak ada. Ah.... terserah dia mau marah atau enggak, bukan urusan gue juga" pikir Morgan dengan santainya. Karena itu bukan jadi masalah bagi dirinya sendiri.
Morgan pun melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda barusan karena mengangkat panggilan telfon dari Sherly tadi karena pekerjaannya lumayan banyak.
__ADS_1
*Kembali ke keadaan Sherly saat ini.
"Ah... Rencana gue jadi kacau. Bakalan canggung banget kalau gue sendiri yang nemuin Luna dan Clara. Pasti mereka cuman bakalan nanggepin gue seadanya. Gue harus cari cara biar bisa berhubungan lagi bareng mereka" ucap Sherly sambil memikirkan rencana lain untuk mendekati Luna dan Clara.
Tak membutuhkan waktu lama, Sherly pun terfikirkan sebuah ide yaitu dengan hanya mengajak Luna keluar. Karena dibandingkan Clara, sepertinya Luna lebih mudah di ajak untuk nongkrong bareng dan jika diingat-ingat lagi dibandingkan Clara hubungan Sherly lebih baik dengan Luna. Karena mereka terkadang masih saling berkomunikasi walau sangat jarang sekali, dan Sherly merasa bahwa Luna tak akan menolak ajakannya.
Sherly pun mencoba menghubungi Luna. Karena waktu berlalu dengan cepat, saat ini sudah memasuki pukul tujuh malam dan biasanya orang-orang tidak sibuk pada jam ini.
"Hallo Lun. Ini gue Sherly" sapa Sherly dengan nada lembut seperti di buat-buat dan hal seperti ini sudah biasa didengar oleh Luna karena sejak dulu Sherly berbicara dengan nada seperti itu.
"Ada apa Sher ? tumben lo nelfon gue" tanya Luna. Karena tak biasanya Sherly menghubungi dirinya.
__ADS_1
"Gak ada. Gue kangen aja sama lo. Gimana keadaan lo sekarang ? baik-baik aja kan" tanya Sherly basa-basi pada Luna agar sedikit lebih nyaman ketika berbicara dan tak terlalu canggung.
"Gue baik. Lo sendiri gimana ?" tanya Luna balek pada Sherly menanggapi pertanyaan Sherly.
"Gue juga baik kok. Oh iya, besok lo ada waktu gak ?" tanya Sherly langsung pada point pembicaraan yang ingin dikatakan oleh Sherly pada Luna.
"Besok ? Gue ada kerjaan besok. Kenapa emangnya Sher ?" tanya Luna merasa heran karena Sherly menanyakan apakah ia ada waktu besok atau enggak.
"Oh gitu. Sebenarnya gue mau ajakin lo ketemuan. Udah lama banget kita gak jalan bareng Lun. Gue jadi kangen banget sama lo. Makanya gue mau ajakin lo ketemuan besok kalo lo bisa sih" jawab Sherly mencoba menjelaskan maksudnya pada Luna.
"Sorry banget. Gue gak bisa. lain kali aja ya Sher" jawab Luna meminta maaf karena tak bisa menerima ajakan Sherly untuk berkumpul bersama.
__ADS_1
#Bersambung