My Arogant Big Bos

My Arogant Big Bos
#150


__ADS_3

Tak membutuhkan waktu lama, mereka berdua pun sampai di kafe yang mereka tuju. Luna dan juga Clara langsung bergegas keluar dari dalam mobil dan masuk ke dalam kafe. Sesampainya didalam kafe, Luna dan Clara mengedarkan pandangannya keseliling kafe untuk mencari tempat yang kosong untuk ditempati. Ketika ingin melihat ke arah kanan dekat jendela, Clara terkejut dengan sosok yang ia lihat tengah duduk disana.


"Lun. Bukankah itu kak Naufan ? Aku tak salah lihat kan ?" tanya Clara pada Luna sambil menunjukkan keberadaan Nuafan yang ia lihat. Luna pun melihat ke arah yang dikatakan Clara padanya.


"Benar Ra. itu kak Naufan. Tapi siapa perempuan yang bersama kak Naufan itu. Apakah dia kekasih kak naufan ?" ucap Luna yang melihat Naufan dengan seorang perempuan berduan di kafe.

__ADS_1


"Entahlah. Bisa jadi itu kekasihnya atau kenalannya" jawab Clara yang tak tau apakah Naufan memiliki kekasih atau tidak. Karena selama ini Clara melihat bahwa Naufan tak terlihat memiliki kekasih bahkan dekat dengan perempuan pun tak pernah. Jadi Clara menjawab seadanya.


"Apa sebaiknya kita sapa aja Ra ?" ajak Luna pada Clara untuk menyapa Naufan yang tengah duduk disana. Sontak hal tersebut membuat Clara terkejut.


"Jangan Lun. Kalau itu ternyata kekasihnya kak Naufan. Nanti bisa salah paham karena kita ngedekatin kak Naufan" cegah Clara agar nanti tidak menimbulkan keributan yang tak perlu karena kesalahpahaman yang hanya sekedar menyapa saja. Mana tau perempuan yang bersama Naufan itu tipe yang sensitif dan cemburuan.

__ADS_1


"Ra. Apa kau sangat suka dengan gaun pernikahan yang dipilih tadi ? tidak ada yang mengganjal di hatimu kan ?" tanya Luna pada Clara. Karena Luna takut nanti Clara tak terlalu menyukainya dan menyesal dikemudian hari.


"Tentu saja suka Ra. Aku sangat senang karena ada sosok ibu yang membantu memilihkan gaun pernikahannya, dan aku berterimakasih padamu Lun. Karena sudah mau meluangkan waktu untuk menemaniku hari ini" ucap Clara pada Luna sangat berterimakasih karena telah ada disisinya di saat-saat seperti ini ketika tidak satu pun keluarga yang berada disisinya.


"Aku akan berusaha meluangkan waktu aku sebanyak apapun buat kamu Ra. Kita kan udah saling kenal cukup lama, jadi gak perlu sungkan. Aku juga senang kok, bisa jadi bagian dari moment penting dalam hidup mu Ra. Karena nantinya kita bakalan terus ingat bahwa kita ada untuk satu sama lainnya" jawab Luna dengan senyum manis menghiasi wajahnya. Bagi Luna, Clara adalah sahabat terbaiknya yang sudah seperti saudara kandung sendiri. Luna akan berusaha agar bisa menghabiskan waktunya bersama Clara sebaik mungkin. Karena bagaimanapun Luna berprofesi sebagai dokter dan pekerjaan dokter itu termasuk salah satu pekerjaan yang sangat sibuk apalagi bagi dokter yang baru bergabung bekerja di rumah sakit besar.

__ADS_1


"Terimakasih Lun. Aku sangat bersyukur bahwa kau adalah sahabatku dan sangat berterimakasih karena kau tetap bersamaku sampai hari ini" ucap Clara berterimakasih pada Luna.


#Bersambung


__ADS_2