My Arogant Big Bos

My Arogant Big Bos
#94


__ADS_3

"Clara cukup dengan kehadiran kak Nathan saja sudah cukup senang, setidaknya Clara tidak sendirian" ucap Clara semakin memeluk erat tubuh kekar Nathan.


"Karena itu lupakan saja semua hal yang kau dengar. Anggap saja itu sebagai motivasi untuk dirimu. Agar tak terlalu percaya dengan orang lain, yang perlu kau percaya hanya dirimu seorang saja. Aku akan selalu mendukung apa yang akan kau lakukan" jelas Nathan yang akan selalu mendukung Clara.


"Terimakasih kakak. Karena selalu ada untuk Clara" ucap Clara berterimakasih pada Nathan yang selalu ada ketika ia sangat membutuhkan orang lain disisinya.


Mereka berdua menghabiskan waktu dengan mengeluarkan semua uneg-uneg mereka. Tentunya fokus dalam pembicaraan mereka tentang permasalahan yang dialami Clara tadi. Dan tak terasa hari sudah semakin larut, Clara tampak sudah sangat lelah dan sangat mengantuk sekali.

__ADS_1


"Sayang pergilah kekamar. Beristirahatlah. Biar aku yang membereskan mejanya" ucap Nathan meminta Clara untuk tidur kekamarnya karena Clara sudah terlihat sangat mengantuk sekali.


"Biar aku saja yang bereskan kak. Kakak pergi saja tidur. Kak Nathan pasti juga sangat lelah sekali. Apalagi Clara jadi menyusahkan kakak jadinya" ucap Clara tidak enak dengan Nathan.


"Ya sudah. Ayo kita bersihkan saja bersama" jawab Nathan dan diangguki oleh Clara.


Keesokan paginya, Clara tengah menyiapkan sarapan pagi untuk Nathan yang kebetulan Nathan belum bangun dari tidurnya. Nathan sangat jarang sarapan pagi, biasanya dipagi hari dia hanya memanggang roti dan meminum segelas kopi. Nathan jarang sarapan pagi karena dia malas sarapan atau makan seorang diri.

__ADS_1


"Semoga kak Nathan suka dengan makanannya" ucap Clara dalam hati sambil menata beberapa lauk di meja makan dengan rapi. Clara takut bahwa Nathan tak menyukai apa yang telah disiapkan Clara nantinya. Karena Nathan belum pernah mencoba masakan Clara. Selama mereka berpacaran Nathan selalu membawa Clara makan diluar karena Nathan tidak mau merepotkan Clara.


"Kenapa kak Nathan belum turun juga. Apakah dia masih tidur ? Haruskah aku pergi kekamarnya dan membangunkannya" ucap Clara dalam hati sambil melihat kearah pintu kamar Nathan yang tak kunjung terbuka juga padahal hari sudah hampir menunjukkan pukul tujuh pagi.


Akhirnya Clara memberanikan diri untuk masuk kekamar Nathan, karena Nathan tak kunjung bangun juga. Clara dag dagan ketika sampai didepan kamar Nathan. Clara mengetuk pintu kamar Nathan memastikan apakah Nathan sudah bangun atau belum. Cukup lama Clara berdiri didepan pintu kamar Nathan, tidak ada respon sama sekali dari pemilik kamar itu. Clara pun memasuki kamar Nathan dan terlihatlah Nathan yang masih terlelap dibalik selimut tebal yang membungkus tubuh kekarnya. Nathan terlihat sangat nyenyak sekali tidur. Bahkan tak sadar bahwa Clara masuk kedalam kamarnya. Clara terus memperhatikan Nathan yang tampak sangat tampan sekali ketika tertidur. Clara jadi tak tega untuk membangunkan Nathan yang tampak nyenyak sekali itu.


"Kak Nathan. Kakak. Ayo bangun. Sudah hampir pukul tujuh. Nanti kakak terlambat kekantor" ucap Clara sambil membangunkan Nathan sangat lembut dengan mengguncangkan tubuh Nathan pelan. Nathan masih tak bergeming dengan hal yang dilakukan Clara untuk membangunkannya.

__ADS_1


#Bersambung


__ADS_2