
Hari tengah menunjukkan pukul tujuh malam, Clara tengah menanti Nathan untuk menjemputnya pulang. Selama Clara menunggu kedatangan Nathan, Clara memikirkan kembali apa yang dikatakan Morgan padanya. Kenapa ayah Sherly jadi seperti itu ? padahal dia dulunya sering di bantu bisnisnya oleh ayah Clara. Mereka juga sangat berhubungan baik satu sama lain. Lalu kenapa hanya Clara tak lagi mempunyai dukungan finansial dari almarhum ayahnya, ayah Sherly jadi seperti itu. Padahal Clara tak melakukan hal buruk apapun yang bisa mengganggu masa depan teman-temannya. Karena Clara tak pernah meminta apapun pada teman-temannya itu. Mengingat hal itu membuat Clara sangat sedih hingga air matanya mengalir di pelipis matanya. Hatinya sangat sakit. sakit sekali. Clara tak mampu menanggung isi pembicaraan itu. Air mata Clara semakin mengalir deras, hingga Clara terisak karenanya. Tak lama setelah itu Nathan pun sampai di panti asuhan. Nathan melihat sekeliling untuk mencari sosok calon istrinya itu, dan dia pun menemukannya. Clara yang tengah menangis seorang diri di taman panti asuhan itu. Nathan langsung bergegas menuju ke tempat Clara berada karena ia merasa khawatir melihat keadaan Clara saat ini.
"Sayang kau kenapa ? Apa terjadi sesuatu ?" tanya Nathan yang berlari menghampiri Clara panik melihat keadaan Clara yang tengah menangis. Clara yang terpanggil melihat ke arah Nathan dan tanpa ia sadari tangisannya pun semakin kencang dan menjadi jadi. Dada Clara bahkan terasa sesak karenanya. Ini benar-benar suatu hal yang sangat menyakitkan bagi Clara.
"Kakak huhuhuhu...." panggil Clara langsung memeluk erat tubuh Nathan. Clara menenggelamkan wajahnya di dada bidang Nathan, dan terus terisak bahkan tangisnya pun semakin menjadi-jadi. Nathan yang melihat itu sangat khawatir dengan keadaan Clara, dia benar-benar sangat panik sekarang.
__ADS_1
"Sayang. Ada apa denganmu ? Kenapa kau menangis seperti ini ? Apa yang terjadi sebenarnya denganmu ? tolong katakan padaku sayang" tanya Nathan sangat bingung sekarang. Clara tidak menjawab, dia terus menangis tanpa henti sambil memeluk erat tubuh kekar Nathan. Nathan hanya bisa membiarkan Clara tenang terlebih dahulu baru menanyakan apa yang telah terjadi padanya sehingga ia menangis tersedu-sedu seperti ini. Nathan benar-benar tak berdaya saat ini melihat keadaan Clara.
"Sayang. Ayo kita ke mobil dulu. tidak baik disini terlalu lama. Aku akan selalu menemani dirimu. Mau ya sayang ? Kita tinggalkan dulu tempat ini" ajak Nathan meninggalkan panti asuhan. Karena tak enak jika nantinya orang panti asuhan melihat hal yang terjadi. Apalagi Clara juga adalah salah satu staff pekerja di sini.
Ketika mereka berdua sudah berada di dalam mobil. Nathan langsung melajukan mobilnya meninggalkan panti asuhan. Diperjalanan, Clara hanya diam tapi air matanya terus mengalir. Apa yang ditanyakan Nathan, Clara hanya diam seribu bahasa. Tidak bergeming sama sekali. Lalu tiba-tiba Clara mengatakan sesuatu pada Nathan.
__ADS_1
"Aku tidak mau pulang" ucap Clara melihat ke arah Nathan yang membuat Nathan terkejut mendengarnya.
"Sayang. Ini sudah malam. Kita mau kemana ?" tanya Nathan pada Clara akan kemana jika dia tak ingin pulang ke apartementnya. Clara sebelumnya tidak pernah seperti ini. Bahkan walaupun ada masalah dia akan memohon pada Nathan untuk membawanya pulang ke apartementnya. Tapi sekarang berbeda, Clara tidak mau pulang.
#Bersambung
__ADS_1