
Dilain sisi di tempat Kenzo, Rafael dan Naufan berada saat ini. Kenzo tengah menghubungi Nathan yang baru saja bisa dihubungi dari sekian banyaknya percobaan yang dilakukan oleh mereka bertiga tadinya.
"Gimana ? Apa kata Nathan ?" tanya Rafael yang sedikit khawatir jika terjadi sesuatu dengan sahabatnya itu.
"Dia begadang semalaman, jadinya bangun kesiangan, karena Clara tak tau bahwa kita akan ngumpul bareng makanya dia tak membangunkan Nathan di tambah Nathan terlihat kelelahan sekali, begitulah penjelasan Nathan tadi" jawab Kenzo menjelaskan kembali apa yang dikatakan Nathan tadi padanya di telfon.
"Syukurlah tak terjadi hal buruk padanya. Aku sempat khawatir karena ia dan Clara tak bisa dihubungi sedari tadi" ucap Naufan merasa lega dengan perkataan Kenzo barusan dan diangguki setuju oleh Rafael perkataan Naufan.
__ADS_1
Setelah menghabiskan waktu bertiga, Kenzo, Rafael dan Naufan kembali ke rumahnya masing-masing, tapi diperjalanan pulang Naufan tak sengaja melihat seorang gadis yang tampaknya tengah mengalami kesulitan di pinggir jalan. Naufan memberhentikan mobilnya di pinggir jalan dan menghampiri gadis itu, mungkin saja ada yang bisa Naufan tolong, karena hari sudah menunjukkan pukul tujuh malam di tambah jalanan terlihat sangat sepi dan hal itu mengundang keinginan Naufan untuk menolong gadis yang tengah kesusahan itu agar nanti tak terjadi hal yang tak diinginkan. Naufan keluar dari mobilnya dan mendekati gadis yang dilihatnya sedang kesusahan itu.
"Apa ada yang bisa saya bantu ?" tanya Naufan pada gadis itu sambil melihat hal yang tengah dilakukan gadis itu, yaitu tengah memeriksa keadaan sepeda motornya yang tampaknya tengah mogok itu.
"Motor saya tiba-tiba mati, padahal saya baru mengisi bensinnya tadi" jawab gadis itu bingung kenapa motornya tiba-tiba mati padahal tadi tampak baik-baik saja ketika dikendarai, Naufan mencoba membantu menghidupkan motor gadis itu, tapi nihil motor itu tak mau menyala sama sekali. Naufan juga tak terlalu mengerti tentang memperbaiki mesin kendaraan Karena itu Naufan tak bisa menolong memperbaikinya.
"Sepertinya ada masalah dengan mesinnya, maaf saya tak bisa menolong karena tak mengerti cara memperbaikinya" ucap Naufan meminta maaf karena tak ada yang bisa ia lakukan, mendengar hal itu sontak membuat gadis itu terkejut karena Naufan tak perlu meminta maaf padanya seharusnya gadis itulah yang berterimakasih pada Naufan karena sudah mau memberikan pertolongan untuk dirinya.
__ADS_1
"Oh iya, Nama saya Bella, salam kenal" ucap gadis itu lagi sambil memperkenalkan dirinya pada Naufan.
"Saya Naufan" ucap Naufan menyalurkan tangannya agar bisa berjabat tangan dengan Bella bentuk sebuah kesopanan Naufan dalam berkenalan dengan seseorang yang baru ia kenal.
"Bagaimana jika saya bantu telfonkan pihak bengkel agar bisa memperbaiki motor anda ?" tanya Naufan memberikan bantuan lain pada Bella sebagai jalan keluar karena tak bisa membantu memperbaikinya.
"Baiklah. Jika tak merepotkan anda" jawab Bella dengan senyum manis menghiasi sudut bibirnya, ia merasa sangat tertolong Naufan padahal mereka tak saling kenal tapi Naufan mau menolongnya, Pria yang baik begitulah fikir Bella terhadap diri Naufan saat ini.
__ADS_1
"Tidak hanya tampan, ternyata dia pria yang sangat baik" ucap Bella dalam hati terpukau dengan kebaikan yang dilakukan Naufan padanya.
#Bersambung