My Arogant Big Bos

My Arogant Big Bos
#38


__ADS_3

"Sayang. Kau baik-baik saja ?" tanya Nathan pada Clara karena Clara hanya diam saja sedari tadi dan itu membuat Nathan cemas.


"Aku gugup sekali kak" ucap Clara kepada Nathan dengan nada sedikit bergetar dan mimik wajah yang memperlihatkan ketidak tenangan.


"Jangan cemas sayang. Paman dan bibi orangnya baik kok. Kau tak perlu khawatir" jelas Nathan menenangkan Clara agar tidak takut.


Sesampainya di rumah Rafael. Nathan dan Clara bergegas turun dari mobil. Ketika hendak mendekati pintu rumah, Clara tiba-tiba berhenti. Entah kenapa keberaniannya tiba-tiba menciut seketika. Melihat hal itu Nathan lagi-lagi mulai menenangkan Clara.


"Sayang. Tidak apa-apa. Jangan takut. Aku bersamamu" ucap Nathan sambil menggenggam tangan Clara erat.


"Aku ngerasa seperti akan bertemu dengan calon mertua kak" ucap Clara yang membuat Nathan tak bisa menahan gelak tawanya. Nathan tidak percaya bahwa Clara akan berfikir seperti itu pada situasi saat ini.


"Kakak malah ngetawain aku. Jahat ih" ucap Clara sambil memanyunkan bibirnya tanda dia tengah kesal saat ini.

__ADS_1


"Maaf sayang. Habis kau lucu kali sih" ucap Nathan mencubit lembut pipi Clara gemas dan hal itu sontak membuat Clara memelototi Nathan.


"Kakak jangn cubit pipi aku. Nanti makin lebem bagaimana kan jadinya jelek" cerocos Clara karena gak suka Nathan mencubit pipinya.


"Gak bakalan jelek kok sayang. Kau tetap yang paling cantik di mataku" ucap Nathan merayu Clara dengan senyum manisnya.


"Ih.... kakak malah ngegombal" ucap Clara sambil tersipu malu.


Nathan dan Clara tidak sadar bahwa sedari tadi ada sepasang mata yang terus memperhatikan tingkah laku mereka. Lalu tiba-tiba terdengar suara seseorang yang membuat Nathan dan Clara menghentikan pergerakan mereka.


"Kakak Rafael" panggil Clara. Ternyata yang memperhatikan mereka berdua sedari tadi adalah Rafael.


"Sejak kapan lo disana Rel" tanya Nathan kepada Rafael.

__ADS_1


"Hy Clara" sapa Rafael pada Clara sambil tersenyum.


"Sejak kalian turun dari mobil. Gue udah di sini" ucap Rafael menatap tajam Nathan "Dan gue gak nyangka. Lo ternyata bucin juga Nat" sambung Rafael tidak menyangka dengan apa yang di lihatnya tadi. Nathan benar-benar sangat berbeda jika sudah berdua bersama Clara. Ternyata Clara benar-benar luar biasa bisa mencairkan gunung es. Gunung es adalah sebutan untuk Nathan karena dia biasanya dingun, kaku, cuek dan tak berekspresi sama sekali. Selalu memasang wajah datar jika tidak ada Clara bersamanya.


"Kenapa cuman lo liatin aja ?" tanya Nathan kesal dengan kelakuan Rafael.


"Gue gak mau ganggu kebucinan lo" jawab Rafael dengan tampang tak bersalahnya.


Clara yang mendengar ucapan Rafael, tiba-tiba jadi salah tingkah dan malu-malu karena melihat adegan mesra dirinya dan Nathan tadi.


"Ayo masuk. Nyokap bokap gue udah nungguin lo dan Clara dari tadi" ucap Rafael mempersilahkan Nathan dan juga Clara masuk. Clara masih tampak takut untuk masuk.


"Tidak apa sayang. Ada aku. Jangan takut" ucap Nathan menenangkan Clara lagi dan hal itu membuat Clara jadi tenang walaupun masih rada sedikit takut.

__ADS_1


Clara terus berfikir apakah orang tua Rafael senang dengan kehadirannya atau tidak. Karena keluarga Rafael adalah keluarga yang berstatus tinggi sedangkan Clara hanya orang biasa.


*Bersambung*


__ADS_2