
Berkat seseorang hari Nathan Sebastian hari ini terasa sangat tidak menyenangkan. Kenapa seprti itu, karena apa yang ia lakukan yang tak boleh dilihat oleh orang lain. Hari ini dilihat langsung oleh seorang perempuan. Walaupun Nathan tidak tau siapa yang melihatnya. Ia pasti akan mencari tahu dan menemukannya. Bagaimana pun caranya pasti ia bisa mendapatkan apapun yang ingin ia dapatkan.
Clara saat ini tengah berada di kamarnya. Ia terus teringat akan kejadian yang ia lihat barusan. Clara tak bisa melupakan kejadian itu. Apa lagi wajah pria yang melihat kearahnya itu. Walaupun saat itu gelap. Ia masih bisa melihat wajah pria itu. Clara benar-benar ketakutan saat ini. Tak ia duga, dihari pertama ia bekerja malah terjadi hal yang seperti ini. Entah bagaimana ia melewati harinya esok.
Pagi telah datang. Seperti biasanya Clara melaksanakan aktivitas seperti yang slalu ia lakukan. Ia berharap kalau kejadian kemarin tidak terjadi lagi dan orang-orang yang mengejarnya itu tak dapat menemukannya.
Dilain sisi Nathan yang selalu bangun lebih awal tengah berkutik dengan leptop dan berkas-berkas yang ada di ruang kerja rumahnya. Nathan sudah terbiasa untuk selalu bangun awal dan terkadang ia hanya tidur empat atau lima jam sehari.
(tok.... tok... tok....) suara ketukan pintu terdengar dari luar
"Masuk" Ucap Nathan dari dalam ruang kerjanya
__ADS_1
"Tuan, hal yang anda perintahkan untuk diselidiki telah kami laksanakan. Dan kami telah menemukan identitas wanita yang melihat kejadian kemarin". Ucap pria itu kepada Nathan
"Kerja bagus. Siapa dia ?" tanya Nathan pada pria itu
"Nama wanita itu Anatasya Clara. Putri semata wayang Bram Wijaya dan Mella Juwita. Saat ini ia tengah menempuh pendidikan S1 nya di Universitas X tahun ketiga." jelas pria itu kepada Nathan
"Menarik. Aku tidak menyangka dia adalah putri seorang pengusaha ternama. Tapi sayang sekali, sekarang tidak ada lagi nama wijaya diranah persaingan bisnis kali ini." Ucap Nathan menyayangkan
"baik tuan" Ucap pria itu meninggalkan ruang kerja Nathan
"Gadis kecil. Mari kita lihat seperti apakah putri dari Bram Wijaya ini. Dan terimalah akibat karena telah melihat hal yang tak seharusnya kau lihat" Ucap Nathan dalam hatinya
__ADS_1
Clara sudah bersiap-siap akan berangkat kekampusnya. Sebelum keluar dari apartementnya Clara berdoa dalam hatinya. Agar kerjadian kemarin tidak akan terjadi lagi. Clara berharap hari ini berjalan dengan baik.
Dengan rasa takut dan jantung berdebar kencang. Clara masih enggan untuk meninggalkan apartementnya. Entah kenapa nyali Clara tiba-tiba menciut ketika memegang ganggang pintu. Clara benar-benar tidak ingin keluar hari ini.
Rasanya kejadian kemarin masih terbayang-bayang dibenak Clara. Wajah Nathan masih membekas difikiran Clara. Bagaimana Nathan melihatnya kala itu benar-benar menakutkan. Sorot mata Nathan seolah-olah terlihat seperti akan memakan Clara. Begitulah pikir Clara waktu itu.
"Bagaimana ini. Aku benar-benar takut untuk keluar. Apa yang harus ku lakukan" Ucap Clara dalam hatinya
Clara berusaha untuk berani. Tapi naas hatinya dan semangatnya menciut kembali. Untung saja sekarang masih pukul tujuh. Karena kelas akan dimulai tepatnya pada pukul delapan.
Next capter di episode selanjutnya
__ADS_1
Jangan lupa mampir