
"Kau bilang tadi mereka ? siapa saja yang kau maksud kan Luna ?" tanya Rafael ingin tahu siapa yang berani menyakiti dan membuat sedih adiknya. Rafael bermaksud akan mencari tau identitas orang itu dan membuat perhitungan pada mereka nantinya. Tentunya dia perlu berbicara dengan Nathan terlebih dahulu. Sudah di pastikan Nathan akan sangat murka mendengar tentang hal ini.
"Iya, ada satu lagi. Namanya Sherly. Bahkan ketika Clara bertemu mereka di kampus. Mereka malah bersikap cuek dan dingin. Aku benar-benar tak menyangka mereka berdua akan bersikap seperti itu" kesal Luna karena memikirkan hal itu.
"Apakah perubahan mereka di mulai ketika Clara tak memiliki apapun ?" tanya Rafael memastikan karena Rafael tampaknya tau alasan dua sahabat clara itu seperti itu.
"Iya kakak. Sesuai dengan yang kakak katakan" ucap Luna.
"Nampaknya ini ada kaitannya dengan status Clara" ucap Rafael tiba-tiba menebak-nebak alasan yang sebenarnya.
"Status ?" tanya Luna tak mengerti dengan yang di katakan Rafael.
__ADS_1
"Apakah dua temanmu itu berasal dari kalangan atas ?" tanya Rafael.
"Ya kakak" jawab Luna memberitahu Rafael.
"Ternyata benar. Mungkin perubahan sikap mereka itu karena Clara tidak lagi berasal dari kalangan yang sama dengan mereka. Jadi mereka berfikir Clara tidak sepadan dengan mereka. Yah.... ini argumen ku saja sih" ucap Rafael menjelaskan pendapat pribadinya.
"Yang kakak fikirkan sama dengan yang aku fikirkan juga. Aku juga sering memikirkan hal itu. Tapi aku menolak untuk mengakuinya. Karena aku berharap mereka seperti ini bukan karena hal itu" ucap Luna berharap.
"Yah.... semoga saja bukan seperti itu" ucap Rafael.
Mereka menghabiskan waktu dengan berbicara cukup lama, banyak hal yang mereka bicarakan dan karena hal itu juga mereka menjadi lebih dekat. Awalnya Rafael hendak ingin menawarkan Luna untuk pulang bersamanya, tapi ternyata Luna membawa mobilnya sendiri. Jadinya mereka berpisah ketika berada di parkiran mall. Mereka bahkan saling bertukar nomor ponsel.
__ADS_1
#MORGAN
Saat ini Morgan tengah berada di mall bersama teman-temannya. Karena keasikan bermain, Morgan dan teman-temannya merasa lapar. Mereka memasuki sebuah restoran yang mana restoran itu adalah salah satu restoran terbaik di sana. Mereka memesan menu makanan sesuai dengan selera masing-masing. Ketika mereka sudah selesai makan dan hendak keluar dari restoran itu, Morgan melihat Luna. Alhasil Morgan pun pergi menghampiri Luna karena mereka sudah lama tidak bertemu.
"Guys. Gue kesana dulu. Kalian duluan aja keluar" ucap Morgan pada teman-temannya.
"Oke. Jan lama-lama" ucap salah satu teman Morgan dan Morgan pun berjalan menghampiri Luna yang tengah asik mengobrol dengan seseorang.
Morgan dan Luna berbicara tak begitu lama karena Luna tampaknya berubah. Sikapnya tak lagi sama seperti yang biasanya.
"Ada apa dengan Luna. Kenapa dia tidak terlihat senang ketika bertemu denganku" Begitulah pikir Morgan.
__ADS_1
"Nampaknya aku perlu berbicara dan menanyakan secara langsung padanya kenapa dia jadi seperti itu. Dan siapa yang tengah bersamanya itu. Apakah dia kekasih Luna ? aku tak pernah melihat pria itu sebelumnya. Jika dia salah satu anggota keluarga Luna pasti aku akan mengenalnya. Ah..... Kenapa dia mengabaikan ku sih. Sebanarnya apa salah ku" ucap Morgan dalam hatinya sambil memegangi kepalanya karena merasa pusing.
*Bersambung