
SHERLY-MORGAN
Setelah pertemuan antara Sherly, Morgan, Luna dan Clara ketika acara pernikahan salah satu sahabatnya Nathan waktu itu. Sherly mulai merasa bahwa Luna dan Clara sudah tidak seperti mereka yang dulu lagi, ketika waktu zaman-zaman mereka sekolah menengah atas (SMA) dahulu. Entah Sherly merasa diabaikan dan diremehkan waktu itu atau itu hanya sekedar firasat belaka saja.
__ADS_1
"Mereka berdua udah berubah. Walaupun apa yang gue bilang masih ditanggepin sih. Tapi gue ngerasa mereka ngehindarin gue deh. Apa jangan-jangan itu karena cowok-cowok yang bareng mereka waktu itu. Ah... mentang-mentang udah punya pasangan mereka jadi berubah kek gitu. Gue penasaran siapa sih pasangan mereka itu ? terutama Luna, gak mungkin pasangannya orang biasa-biasa aja, kalau gak orang tuanya gak mungkin ngerestuin hubungan dia bareng cowok itu. Kalo Clara sih, siapa aja yang jadi pasangannya gak jadi masalah sih asalkan masih bisa ngehidupin dia. Menurut gue siapapun cocok kok buat jadi pasangannya, yah... lumayan, pasangan yang dia bawa cakep" ucap Sherly yang sibuk dengan fikirannya yang merasa heran dengan perubahan sikap sahabat-sahabatnya itu. Melihat dari respon Sherly, Sherly tak terlalu memikirkan soal Clara, karena menurut dia siapapun pasangan Clara tentunya gak akan selevel dengan pasangan Luna. Karena kehidupan Clara sudah jatuh ke bawah saat ini. Sedangkan Luna berasal dari keluarga terpandang tentunya harus memiliki pasangan yang sepadan pula.
Sherly pun terfikirkan sebuah ide agar bisa dekat kembali dengan Luna dan Clara. Sherly pun menghubungi Morgan agar mau ikut dalam rencananya. Sherly mengambil ponselnya dan mulai menghubungi Morgan dan Morgan pun mengangkat panggilan telfon tersebut.
__ADS_1
"Ada apa Sher ?" tanya Morgan langsung tanpa berbasa basi dahulu.
"Besok gue gak bisa. Gue lagi banyak kerjaan. Gue gak sama kek lo yang masih bisa keluyuran ke sana kemari" jawab Morgan dengan nada ketusnya, karena Sherly mengajak dirinya nongkrong di waktu dan hari yang tidak tepat, karena senin-jumat jadwal pekerjaan lagi padat-padatnya. Apalagi bagi orang-orang yang bekerja di perusahaan-perusahaan besar. Sontak hal itu membuat Sherly tersinggung karena ucapan yang di lontarkan oleh Morgan itu.
__ADS_1
"Gue tau gue gak sesibuk kayak lo. Karena gue cuman ngurusin butik-butik milik nyokap gue. Tapi lo gak seharusnya ngomong kek gitu ke gue. Lo pikir lo aja yang kerja. Gue kan cuman nanya doang. Untung gue masih mau ngajakin lo. Ah.. kesel gue ngomong sama lo. Rese lo emang" kesal Sherly sembari mematikan sambungan telfon dirinya dan Morgan. Karena jika semakin dilanjutkan takutnya Sherly akan semakin meledak-ledak nantinya. Karena itulah ia langsung mematikan telfon itu.
#Bersambung
__ADS_1