
"Jika kakak merasa tak senang dan keberatan, kenapa kakak bersedia melakukannya ? Bukankah ini sama seperti mempermainkan orang lain. Aku bahkan sudah bersusah payah untuk bisa datang kesini. Setidaknya apakah kakak tidak bisa memperlakukan orang lain sedikit lebih baik. Kakak terlihat dingin sekali padaku" ucap Sherly yang kesal dengan perkataan Naufan. Seolah-olah Sherly merasa bahwa ialah yang mengatur kencan buta itu. Padahal Naufan sendiri yang menyetujui untuk datang kesini dan malah dia juga yang memperlakukan orang lain dengan tidak baik.
Jika Sherly tau bahwa orang yang akan dikenalkan padanya seperti ini, sudah sedari awal ia pasti akan menolaknya.
"Aku hanya melakukan apa yang ibuku minta. Jadi karena kita sudah bertemu dan berkenalan. Aku undur diri dulu" ucap Naufan pergi meninggalkan Sherly begitu saja disana. Sontak hal tersebut membuat Sherly sangat terkejut karena ia diperlakukan seperti itu oleh orang yang baru saja ia kenal di tambah itu adalah orang yang dipilihkan oleh orang tuanya untuk dilakukan perjodohan. Sherly merasa bahwa dirinya tengah dipermalukan oleh Naufan. Tak seharusnya Naufan bersikap seperti itu padanya. Sherly merasa sangat terluka oleh tindakan kurang ajar Naufan yang pergi begitu saja bahkan mereka belum memesan apapun di kafe itu.
__ADS_1
"Beraninya pria itu melakukan hal seperti ini padaku. Aku benar-benar sangat kesal sekali karenanya" ucap Sherly sangat marah sekali dengan tindakan yang dilakukan Naufan padanya barusan.
"Aku benar-benar tak habis fikir, kenapa ayah memperkenalkan pria seperti itu padaku. Walaupun dia sangat kaya memangnya dia akan selalu terlihat baik jika kelakuannya saja seperti pria brengsek. Awas saja kalau aku bertemu dengannya lagi. Aku pasti akan menghajarnya karena sudah mempermalukan diriku hari ini" sambung Sherly lagi tak bisa membendung amarahnya karena kesal setengah mati dengan Naufan.
Kencan buta itu pun berakhir dengan suasana yang tidak mengenakkan diantara mereka berdua dan meninggalkan kesan yang tak baik untuk satu sama lainnya.
__ADS_1
"Hallo Rel. Ada perlu apa menelfon malam-malam begini. Kau mengganggu waktuku saja" ucap Naufan ketus pada Rafael karena ia menelfon ketika ia tengah sedang menyelesaikan pekerjaannya yang belum selesai.
"Keterlaluan kau Fan. Padahal aku menghubungimu karena khawatir kau tertekan karena kencan buta yang kau datangi tadi siang. Apa semuanya berjalan lancar ?" tanya Rafael yang mengkhawatirkan sahabatnya itu karena Naufan tak pernah berhubungan atau menjalin sesuatu dengan lawan jenis yang disebut perempuan.
"Aku tidak tertarik dengan perempuan itu. Setelah mengobrol sebentar, aku langsung pamit pergi" jawab Naufan dengan santainya tidak peduli.
__ADS_1
#Bersambung