My Arogant Big Bos

My Arogant Big Bos
#51


__ADS_3

"Morgan" panggil Luna karena yang menyapa Luna adalah Morgan salah satu sahabat Luna dan Juga Clara. Morgan melihat ke arah Rafael dan menundukkan kepalanya tanda menyapa Rafael sebagai tindakan sopan santun.


"Wah.... gak nyangka bisa bertemu di sini. Apa kabar Lun ?" tanya Morgan pada Luna karena seperti yang telah di jelaskan sebelumnya Luna sudah lama tidak komunikasian atau berhubungan dengan sahabat-sahabatnya. Di tambah lagi Luna juga kesal dengan beberapa sahabatnya atas tindakan dan sikap mereka pada Clara.


"Kabarku baik" jawab Luna seadanya.

__ADS_1


"Kalau begitu. Nikmati waktumu Lun. Aku pergi dulu" ucap Morgan pamit pada Luna dan melihat ke arah Rafael berpamitan juga karena takut mengganggu waktu mereka berdua. Di tambah lagi Morgan merasakan perubahan dari sikap Luna padanya.


"Ok" jawab Luna sesingkat mungkin. Morgan pergi berlalu begitu saja dan tiba-tiba Luna merasa lega karena kepergian Morgan itu.


"Nampaknya kau tidak menyukai pria itu" ucap Rafael tiba-tiba membuat Luna terkejut.

__ADS_1


"Jadi kau bertengkar dengannya ?" tanya Rafael penasaran.


"Tidak juga. Setelah Clara mengalami kemalangan dalam hidupnya dan kebetulan kami juga memasuki perkuliahan. Awal-awal semester semuanya berjalan dengan seperti biasanya. Tapi semakin bertambahnya semester tentu kami memiliki kesibukan masing-masing. Teruma aku yang mengambil jurusan kedokteran. Aku sangat jarang berhubungan dengan mereka dan Clara memaklumi itu. Tapi aku tak menyangka Morgan mulai menjauh bahkan tak peduli sama sekali dengan keadaan Clara. Padahal kami sudah bersahabat sejak kanak-kanak. Tapi dia tiba-tiba melarikan diri. Padahal kami telah berjanji apapun yang terjadi kami akan tetap bersama bagaimanapun keadaannya. Karena orang tua kami juga telah bersahabat sejak lama. Aku tidak tau alasan apa yang membuat mereka menjauhi Clara seperti itu. Bahkan mereka juga tidak datang maupun mengucapkan selamat ketika Clara wisuda waktu itu. Aku benar-benar kesal di buatnya. Jadi pemikiran-pemikiran buruk tentang mereka terus terlintas difikaranku. Aku ingin memarahi dan menanyakan alasan mereka. Tapi Clara memohon padaku untuk tidak melakukannya. Karena itu ku katakan pada Clara agar dia tak terlalu memikirkannya karena masih ada aku bersamanya walaupun hanya ada aku seorang saja. Ku rasa itu sudah cukup dari pada tak memiliki siapapun. Ayah dan Ibu Clara menganggap aku seperti putri kandungnya sendiri. Mereka juga sangat menyayangiku. Karena itu aku juga ingin memberikan kenyamanan dan tempat bagi Clara untuk pulang. Aku ingin menjadi rumahnya" jelas Luna tanpa sadar mengatakan segala hal yang ia simpan di hatinya. Mendengar pernyataan Luna itu membuat Rafael jadi tidak senang. Karena Rafael sudah menganggap Clara seperti adik kandungnya sendiri. Di tambah juga orang tua Rafael sangat menyukai Clara juga. Rafael yang notabene nya adalah putra tunggal sangat senang di perhatikan oleh Clara karena selama ini tak pernah merasakan punya adik.


"Kau bilang tadi mereka ? siapa saja yang kau maksud kan Luna ?" tanya Rafael ingin tahu siapa yang berani menyakiti dan membuat sedih adiknya. Rafael bermaksud akan mencari tau identitas orang itu dan membuat perhitungan pada mereka nantinya. Tentunya dia perlu berbicara dengan Nathan terlebih dahulu. Sudah di pastikan Nathan akan sangat murka mendengar tentang hal ini.

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2