My Arogant Big Bos

My Arogant Big Bos
#172


__ADS_3

Naufan yang saat ini baru saja selesai mandi dikejutkan dengan ponselnya yang tiba-tiba berbunyi menandakan ada pesan baru yang masuk. Naufan langsung mengambil ponselnya dan memeriksa isi pesan yang masuk itu karena tidak ada nama pengirim dari nomor yang mengirimkan pesan itu. Naufan tersenyum melihat isi pesan yang tertera di ponselnya itu karena ternyata yang mengirimkan pesan adalah Bella, gadis yang ia tolong tadi di jalan.


"Selamat malam kak. Ini aku Bella gadis yang kakak tolong tadi. Terimakasih sudah menolong saya kak, padahal kita gak saling kenal dan terimakasih karena sudah membayarkan biaya perbaikan motornya. saya pasti akan membalas budi terhadap kebaikan yang kakak berikan pada saya. Jika kakak berkenan, mau tidak kakak bertemu dengan saya lagi, saya ingin mentraktir kakak. Jadi tolong beritahu, kapan kakak bisa meluangkan waktu bersama saya ? sekali lagi terimakasih kak atas pertolongannya kak. Sampai bertemu lagi" begitulah isi pesan Bella yang lumayan panjang itu.

__ADS_1


"Selamat malam. Aku akan kabari kapan bisanya nanti" balas Naufan singkat tanpa ada penjelasan sedikit pun. Bella yang melihat balasan singkat Naufan menghela nafas, karena sudah terfikirkan bahwa Naufan akan membalas pesannya singkat, sesuai sekali dengan tipe orangnya, begitulah pikir Bella tentang Naufan.


#Andin seperti biasanya bermalas-malasan di rumahnya, karena tak ada hal yang ingin ia lakukan. Sedang asik-asiknya rebahan di sofa ruang keluarga sambil menonton televisi siaran kesukaannya, tiba-tiba seorang pria datang menghampiri Andin dan duduk di sofa yang ada disebelahnya Andin berada.

__ADS_1


"Apakah kau hanya akan terus bermalas-malasan seperti ini ? Apa gunanya kuliah jauh-jauh ke luar negeri jika kerjaan kau hanya tiduran mulu. Jika aku tau kau akan bersikap seperti ini, seharusnya aku daftarkan kembali kau untuk melanjutkan S2 disana" omel pria itu yang bernama Yoga, Kakak tertuanya andin.


"Aku berbicara seperti ini untuk kebaikan kau sendiri, jika sudah diberikan kesempatan untuk bisa bekerja seharusnya kau lakukan itu, bukan malah menundanya. Di luar sana banyak orang-orang yang ingin mendapatkan pekerjaan tapi mereka tak bisa mendapatkannya dan kau yang diberikan kesempatan dengan mudah malah menyia-nyiakan kesempatan itu, tolong berfikirlah sedikit Andin" ucap Yoga dengan meluapkan emosinya yang tak tahan melihat tingkah laku adik perempuan satu-satunya itu, dia berharap Andin menjadi sosok yang lebih baik dari yang sekarang karena Yoga mengatakan itu semua untuk kebaikan dan kehormatan Andin semata bukan maksud lainnya.

__ADS_1


"Kakak tenang saja, kakak pikir aku akan terus seperti ini. Aku hanya beristirahat sejenak sebelum memasuki babak baru dalam hidupku yang akan dimulai nanti. Aku hanya ingin bersantai sebentar lagi saja" jelas Andin yang mengatakan atau memperjelas apa yang difikirkan oleh kakaknya itu tidaklah benar. Andin tau bahwa kakaknya itu sangat mengkhawatirkan dirinya, tapi Andin bukanlah sosok yang akan bermalas-malasan seperti itu tanpa sebab yang jelas.


#Bersambung

__ADS_1


__ADS_2