My Arogant Big Bos

My Arogant Big Bos
#47


__ADS_3

Nathan dan Clara sepakat untuk menemui orang tua Rafael secepatnya. Karena orang tua Rafael sudah seperti orang tua kandung sendiri. Karena itu perlu restu dari mereka.


"Ok kak. Aku akan mempersiapkannya nanti" ucap Clara dengan senyum manisnya.


"Yaudah. Kakak pulang sana gih" ucap Clara meminta Nathan untuk pulang.


"Jangan keluyuran. Harus langsung pulang" sambung Clara lagi.


"Iya sayang. Kau segera masuklah" ucap Nathan meminta Clara masuk ke gedung apartementnya. Tapi sebelum itu Nathan memeluk Clara lagi dulu lalu setelah itu ia mencium kening Clara lembut. Setelah adegan romantis yang terjadi di antara mereka berdua barulah akhirnya Nathan pulang kembali ke rumahnya.


#Rafael & Luna


Setelah kejadian Rafael menabrak Luna di dekat jalan ke rumah sakit.


Rafael terus terfikirkan gadis yang ia tabrak tadi. Rafael benar-benar tak sengaja menabrak gadis itu yang menyebabkan gadis itu jatuh dan menghantam lantai.

__ADS_1


"Tuan. Apakah anda tengah kurang sehat ?" tanya Jordan sekretaris Rafael. Saat ini Rafael tengah berada di kantornya karena masih banyak berkas-berkas yang harus di periksa dan di kerjakan.


"Aku baik-baik saja" ucap Rafael tersentak dari lamunannya karena pertanyaan Jordan.


"Anda yakin ? Anda terlihat seperti sedikit gelisah " tanya Jordan pada Rafael karena Rafael terlihat gelisah atau tidak nyaman ketika duduk di kursi kebesarannya itu.


"Apakah aku terlihat seperti itu ?" tanya Rafael pada Jordan.


"Iya tuan" jawab Jordan. Mendengar hal itu membuat Rafael sakit kepala.


Di lain sisi, Luna tengah berjalan menuju ruangannya. Karena Luna masih dokter pemula tentunya ruangan Luna masih bergabung dengan beberapa dokter muda lainnya.


Sesampainya di ruangan itu. Ketika Luna hendak duduk ia merasakan nyeri di pantatnya.


"Aduh.... Kenapa sakit sekali sih. Tadi tak sesakit ini" ucap Luna dalam hatinya.

__ADS_1


"Lun. Kau tak apa-apa ? Kau seperti mengaduh kesakitan barusan" tanya Ayu salah satu dokter muda yang ada di rumah sakit itu. Seumuran dengan Luna tapi berasal dari universitas yang berbeda. Sejak awal memasuki rumah saki untuk bekerja, Luna dan Ayu sudah cukup dekat dan menjadi teman baik. Karena Ayu memiliki sifat yang baik dan juga ramah kepada orang lain.


"Tadi aku tak hati-hati dan terjatuh. Pantatku sakit sekali" jelas Luna pada Ayu.


"Ya ampun. Apakah sakit sekali ? Sini aku bantu obati" ucap Ayu sedikit khawatir.


"Tidak perlu Yu. Cuman nyeri sedikit aja. Nanti juga bakalan ilang sakitnya kok" ucap Luna menolak untuk di obati Ayu. Karena ia hanya jatuh sedikit saja.


"Benar tidak perlu nih ?" tanya Ayu memastikan pada Luna.


"Iya tidak apa-apa Yu. Oh iya Apakah ada yang mencari diriku tadi ?" tanya Luna pada Ayu karena Luna sedikit terlambat datang karena insiden yang ia alami tadi.


"Tidak ada. Kau tidak perlu khawatir" jawab Ayu memberitahu Luna.


"Ah.. syukurlah. Ku kira akan ada yang terjadi karena keterlambatanku" ucap Luna bersyukur karena tak ada yang mencarinya ketika ia tidak ada di tempat.

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2