
Akhirnya Clara memutuskan untuk memasakkan masakan kesukaan Nathan yaitu ayam cabe hijau. Nathan sangat suka sekali dengan masakan itu, Nathan termasuk orang yang sangat suka sekali makanan pedas dan kebetulan Clara juga sangat menyukainya. Sebelum memasak makan malam, Clara pergi ke kamarnya dahulu karena hari masih menunjukkan pukul empat sore, jadi ia memasak nanti ketika akan menjelang makan malam saja, agar masakan tetap hangat dan terasa lebih nikmat.
Sesampainya di dalam kamar, Clara langsung merebahkan badannya di atas ranjang, ia merasa lelah dan sedikit kurang bersemangat mengingat pertemuannya dengan ayah Morgan tadi.
"Kenapa tadi aku bisa berpapasan dengan ayah Morgan sih. Sebenarnya aku gak mau bertemua dengan mereka-mereka yang udah ngejauhin aku lagi. Ngebuat luka lama jadi kambuh lagi. Bahkan mereka tak tampak ada yang menyesalinya juga, nyatanya om Surya tampak biasa-biasa saja ketika bertemu denganku" ucap Clara kesal sambil mengingat pertemuan mereka tadi.
"Walaupun sudah memaafkan, aku masih belum bisa untuk berbaikan sepenuhnya, yang mereka lakukan sudah keterlaluan tadi. Memikirkannya membuat mataku jadi berair. Ah.... Aku gak boleh nangis, kalo keliatan kak Nathan nanti pasti kak Nathan bakalan jadi khawatir dan jika dia tau aku menangis karena apa nanti dia bakalan sangat marah sekali" sambung Clara lagi.
Clara mencoba untuk menenangkan dirinya dan tak lama setelah itu dia pun tertidur karena lelah, tapi tentunya Clara tak lupa memasang alarm dulu agar nanti tak tertidur ketika akan menyiapkan makan malam untuk Nathan. Clara pun tertidur sangat nyenyak sekali.
Hari sudah menunjukkan pukul enam sore menjelang malam. Nathan telah menyelesaikan pekerjaannya dan saat ini tengah menuju kerumahnya. Biasanya Nathan tak pernah terburu-buru untuk pulang kerumah, sekarang karena ada Clara yang menunggu kepulangannya, Nathan menjadi sangat bersemangat sekali jadinya. Ingin cepat-cepat pulang agar bisa bertemu dengan orang terkasih.
"Thomas, ayo mampir ke toko cake sebelum kembali ke rumah" perintah Nathan pada Thomas sekretarisnya yang saat ini tengah mengendarai mobil mengantar Nathan pulang.
__ADS_1
"Mampirlah ketempat yang menjual Cake paling enak" sambung Nathan lagi memerintah Thomas.
"Baik tuan" ucap Thomas menjalankan perintah tuannya itu.
Thomas pun langsung menuju toko cake yang ia rasa disitu tempat yang sangat populer tentunya rasanya juga terjamin sangat enak sekali. Sesampainya disana Thomas langsung membukakan pintu mobil bagian penumpang untuk Nathan.
"Apakah ini tempatnya ?" tanya Nathan pada Thomas sambil melihat sekeliling toko itu.
"Iya tuan. Saya dengar tempat ini sangat populer sekali" jelas Thomas pada Nathan.
Nathan melihat-lihat cake yang terpajang didalam lemari kaca dan menemukan satu yang menurutnya sangat lucu agar Clara nanti menyukainya tentunya tak lupa Nathan mencari cake dengan rasa coklat.
"Mau cake yang mana tuan ?" tanya seorang pegawai toko itu bertanya pada Nathan yang tengah melihat-lihat cake yang berjejer disana.
__ADS_1
"Aku mau yang coklat itu" ucap Nathan sambil menunjuk cake yang diinginkannya pada pegawai toko itu.
"Baik. Apa ada yang lainnya ?" tanya pegawai toko itu pada Nathan.
"Hey Thomas, pilihlah satu untuk kau bawa pulang. Jika tidak salah kau suka makanan manis bukan" perintah Nathan pada sekretarisnya itu agar memilih salah satu cake yang ada disana. Thomas yang dimintai untuk memilih cake itu terkejut dan malah melihat ke arah Nathan dengan bingung.
"Eh, saya tuan ?" tanya Thomas sambil menunjuk dirinya sendiri bingung.
"Iya. Ayo pilih satu. Aku harus cepat pulang sekarang" perintah Nathan pada Thomas lagi yang diangguki oleh Thomas tanda mengerti dan memilih salah satu cake yang ada disana.
"Kalau begitu saya mau yang coklat itu mbak" ucap Thomas pada pegawai toko itu sambil menunjuk cake yang ia inginkan juga dengan rasa coklat sama seperti yang dibeli Nathan hanya saja bentuknya berbeda karena hiasannya yang bermacam-macam agar menarik di mata pembeli yang melihat.
"Kedua cakenya bayar pakai ini" ucap Nathan menyerahkan kartu atmnya.
__ADS_1
Setelah membayar Nathan dan Thomas kembali kedalam mobil dan menuju kerumah Nathan.
#Bersambung