My Arogant Big Bos

My Arogant Big Bos
#118


__ADS_3

Mereka mengobrol cukup lama dan tak terasa hari sudah menunjukkan pukul lima sore. Mereka berdua pun mengakhiri pertemuan mereka hari ini dan berjanji akan bertemu lagi nanti.


"Clara. Ayo aku antar pulang ? agar aku tau dimana rumahmu agar lebih gampang mencari dirimu nantinya" ajak Andin untuk mengantarkan Clara pulang karena ingin tahu Clara tinggal dimana.


"Aku pulanh sendiri saja. Kau pulanglah dulu, hari juga sudah sore nanti orang tuamu khawatir jika kau pulang larut" tolak Clara yang mengkhawatirkan Andin jika pulang lebih lama lagi dari pada ini takutnya nanti orang rumah Andin khawatir karena Andin tak kunjung pulang juga. Andin yang mendapatkan penolakan itu menjadi sangat sedih mendengarnya, padahal Andin sangat ingin tahu dimana Clara tinggal agar nanti dia bisa mengunjungi Clara kesana sekali-kali. Tapi Clara malah menolak ajakannya.


"Gak apa Clara. Aku sudah memberitahu ibuku bahwa aku menemui dirimu. Jadi kau tak perlu khawatir karena hal itu. Aku juga di jemput sopir jadi takkan terjadi apapun dalam perjalanan pulang. Biar aku antar saja ya ?" mohon Andin bersekeras ingin mengantar Clara pulang kerumahnya.


"Baiklah. Aku akan ikut denganmu" ucap Clara setuju untuk diantar pulang oleh Andin.

__ADS_1


"Kalau begitu, ayo masuk, aku akan mengantarmu dengan selamat kerumah" ucap Andin tersenyum. Clara pun masuk ke mobil Andin dan disusul Andin setelahnya. Sang sopirpun melajukan mobilnya dengan pelan.


"Nona, kemana saya harus melajukan mobilnya ?" tanya sopir itu pada Andin kemana mereka akan pergi selanjutnya, karena sang sopir tak tahu harus pergi kemana.


"Clara dimana alamat rumahmu ?" tanya Andin menanyakan alamat Clara agar sang sopir bisa langsung menuju kesana mengantarkan Clara pulang ke rumahnya. Clara pun memberitahukan alamatnya dan sontak hal itu membuat Andin dan sang sopir terkejut. Karena daerah itu tempat tinggal para kalangan elit berada, bahkan Andin juga bertempat tinggal di daerah sana tapi di blok yang berbeda. Lumayan jauh dari lokasi yang akan di tuju Clara. Tapi masih di daerah perumahan kalangan elit juga.


"Clara, kau benar tinggal disana ?" tanya Andin pada Clara memastikan apakah benar disana Clara tinggal atau tidak.


Mobil pun memasuki daerah perumahan elit itu. Sebelum masuk ke daerah sana tentu adanya pemeriksaan identitas terlebih dahulu. Nathan sebelumnya sudah membuatkan kartu izin masuk bagi Clara ke daerah itu agar lebih memudahkan. Melihat Clara mendapatkan izin untuk masuk membuat kekhawatiran Andin jadi berkurang. Sesampainya di rumah, Clara mengucapkan terimakasih pada Andin yang telah mengantarnya pulang.

__ADS_1


"Terimakasih sudah mengantarku pulang Andin" ucap Clara berterimakasih pada Andin.


Andin tampak terkejut melihat rumah yang ditempati oleh Clara, bisa dikatakan itu adalah salah satu rumah paling besar dan sangat bagus di perumahan elit itu.


"Clara kau benar tinggal disini kan ?" tanya Andin lagi memastikan karena tak percaya dengan hal yang dilihatnya saat ini. Andin tampak sangat terkejut sekali.


"Sebanarnya aku tinggal di rumah calon suamiku, sebentar lagi kami akan melangsungkan pernikahan. Saat ini masih dala proses persiapan" jelas Clara yang membuat Andin membelalakkan matanya tanda tak percaya dengan hal yang di ucapkan Clara padanya.


"Kau akan menikah ? tanpa memberitahuku" ucap Andin jadi marah pada Clara.

__ADS_1


#Bersambung


__ADS_2