
Dilain sisi di tempat Nathan dan yang lainnya tengah berkumpul, pandangan Clara tiba-tiba tertuju pada seseorang.
"Kak Nathan. Bukankah itu kak Rafael? eh.... itu juga ada Luna dan keluarganya" ucap Clara memberitahu Nathan apa yang tengah di lihatnya sekarang. Nathan dan yang lainnya yang mendengar hal itu langsung melihat ke arah yang di lihat oleh Clara.
"Eh benar, itu memang Rafael. Ngapain dia di sana ?" tanya Naufan penasaran karena Rafael terlihat sangat senang sekali ketika berbincang dengan orang yang di lihat oleh Naufan bersama Rafael saat ini.
"Itu teman kau kan Clara ?" tanya Kenzo pada Clara memastikan bahwa yang saat ini tengah bersama Rafael adalah Luna teman Clara.
"Iya kakak. Itu Luna, yang tempo hari aku ajakin bertemu dengan kak Kenzo dan juga kak Rafael" jawab Clara menjawab pertanyaan Kenzo.
"Apa yang di lakukannya di sana ? setauku mereka tak sedekat itu. Bukankah begitu sayang ?" tanya Nathan pada Clara.
"Setauku juga begitu kak. Atau mungkin kak Rafael kenal salah satu anggota keluarga Luna" prediksi Clara tentang kedekatan Luna dan juga Rafael.
Mereka semua tampak penasaran dengan apa yang terjadi dan segala prediksi kemungkinan yang terjadi terus terfikirkan oleh mereka semua.
__ADS_1
"Sejak kapan dia berbicara dengan orang lain dengan raut wajah sesenang itu ?" ucap Naufan tak percaya dengan hal yang dilihatnya saat ini. Setau dirinya Rafael bukanlah tipe orang yang berbicara atau berbincang dengan orang lain dengan raut wajah sesenang itu.
"Apa mungkin ada sesuatu di antara mereka ?" tanya Lani yang membuat semua mata tertuju padanya karena pernyataan yang di lontarkan Lani barusan.
"Menurutku juga seperti itu. Mungkin memang seperti yang di katakan oleh Lani" ucap Naufan sambil terus memikirkan situasi yang terjadi saat ini.
"Clara. Apakah kau tau sesuatu ?" tanya Kenzo pada Clara lagi. Karena Luna adalah sahabat yang paling dekat dengan Clara.
"Aku tidak tau apa-apa kak. Luna tak menceritakan apapun padaku soal kedekatannya dengan kak Rafael" jawab Clara juga kebingungan dengan hal yang di lihatnya saat ini.
"Benar yang dikatakan Naufan. Kita tunggu saja Rafael di sini dan tanyakan langsung padanya" ucap Lani menyetujui argumen Naufan terhadap situasi yang terjadi saat ini.
Tak lama setelah itu Rafael dan Luna mendekati atau mendatangi tempat rombongan Nathan dan yang lainnya sedang berkumpul.
"Hy guys" sapa Rafael pada yang lainnya yang seketika di tatap tajam oleh beberapa pasang mata.
__ADS_1
"Kemana aja sih lo. Lama bener ?" tanya Kenzo pada Rafael kesal.
"Gue udah datang dari tadi kok. Cuman ngobrol dulu bareng keluarga Luna" jawab Rafael dengan santainya.
"Sayang. Ayo duduk di sini" ucap Rafael mempersilahkan Luna duduk. Sontak membuat semua yang ada di sana terbelalak tak percaya dengan apa yang mereka dengar barusan.
"Kalian berdua.... jangan-jangan" ucap Lani sambil menutup mulutnya dengan satu tangannya.
"Luna kau berpacaran dengan kak Rafael ?" tanya Clara pada Luna memastikan.
"Iya" jawab Luna malu-malu sambil menundukkan kepalanya karena semua mata tertuju padanya saat ini.
"kok bisa ? kapan jadiannya ?" tanya Clara lagi karena sangat penasaran.
*Bersambung*
__ADS_1